WAKATOBI REGENCY

Welcome to Wakatobi Dive Resort

Resort Wakatobi

Welcome to Wakatobi

Patuno Resort Wakatobi

Welcome to Patuno Resort Wakatobi

Lakota Beach Tomia

Lakota Beach Terdapat di Pulau Tomia

Runduma Island

Di Pulau Ini Terdapat Satwa Penyu

Selamat Bergabung di Pusat Informasi Pembangunan Desa dari Segitiga Karang Dunia Kabupaten Wakatobi

Senin, 08 Maret 2021

GUS MENTERI : Pengelola Desa Wisata Harus Lebih Kreatif Dan Aktif Di Media Sosial

 



PASURUAN – WakatobiChannel - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar mengimbau pengelola desa wisata untuk lebih kreatif dan aktif mempromosikan desa wisata di media sosial.

 
Hal itu ia sampaikan saat memberikan Keynote Speaker dalam Meet and Greet dengan pegiat Desa Wisata yang diselenggarakan Yayasan Stapa Center dengan tema Pemulihan Ekonomi Desa Wisata dan Strategi Keberlanjutan di Hotel Taman Dayu, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jumat (5/3).
 
Pria yang akrab disapa Gus Menteri ini mengatakan, Indonesia harus bersyukur jika dibandingkan negara-negara lain di ASEAN dalam menghadapi Pandemi COVID-19.
 
“Dibandingkan negara-negara lain di ASEAN Indonesia termasuk yang bagus. Indonesia memiliki ketahanan yang cukup tinggi, hampir setiap resesi dunia Indonesia memiliki ketahanan yang cukup tinggi dalam berbagai resesi yang pernah terjadi, termasuk hari ini,” jelasnya.
 
“Hal tersebut salah satunya adalah karena basis desa di Indonesia. Satu-satunya yang tidak minus pertumbuhannya itu pertanian, jadi semuanya minus. Termasuk pariwisata” sambungnya.
 
Oleh karena itu, ia mengimbau agar desa wisata bisa dipromosikan di media sosial. Menurutnya, dengan promosi yang dilakukan akan menarik wisatawan untuk berkunjung.
 
Namun begitu, ia juga tetap meminta agar pengelola desa wisata menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat agar tidak menimbulkan kluster baru.
 
“Pemasaran wisata dengan online itu penting, beberapa hari ini,  banyak sekali daerah-daerah wisata yang menjadi perhatian mampu mengekspose sesuatu yang aneh di media sosial akhirnya jadi viral. Makanya mengelola desa wisata itu yang kreatif, bikin yang aneh-aneh ,” jelasnya.
 
Sebagai informasi, turut hadir dalam pertemuan ini ialah Wakil Bupati Pasuruan, A Mujib Imron, Dinas PMD Jawa Timur, perwakilan Sampoerna,  Forkopimda, kepala desa serta pegiat desa wisata.
 
Foto: Matin/Humas Kemendes PDTT
Teks: Rifqi/Humas Kemendes PDTT

Pokja Relawan Pendataan Desa Patua II Tahun 2021 Terbentuk

 

Pembentukan Kelompok Kerja Relawan Pendataan Desa Tahun 2021 Desa Patua II Kec. Tomia



TOMIA - WakatobiChannel -  Dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa serta Surat Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Nomor  5 /PR/.03.01/III/2021 tanggal 1 Maret 2021 perihal Pemutakhiran Data IDM Berbasis SDGs Desa, maka Pemerintah Desa Patua II Kecamatan Tomia hari ini (8/3/2021)  mengadakan rapat pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Relawan Pendataan Desa tahun 2021 yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Patua II.



Rapat pembentukan Pokja Relawan Pendataan Desa ini dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tenaga Pendamping Profesional (TPP), Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, Karang Taruna, Tim Penggerak PKK Desa. Rapat Pembentukan Pokja ini dipimpin oleh Kepala Desa Patua II dan selaku pimpinan rapat langsung menyerahkan kepada Tenaga Pendamping Profesional dalam hal ini Tenaga Ahli Pendamping Desa Kabupaten Wakatobi.

Jumiadin

Tenaga Ahli Kabupaten Wakatobi Jumiadin, SP., M.Si dalam rapat pembentukan Pokja ini memberikan arahan terkait apa itu SDGs Desa, Dasar Hukum Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Relawan Pendataan Desa, Maksud dan Tujuan, Struktur Pokja, Sumber Pendanaan dan Tugas Pokja Relawan Pendataan Desa serta waktu pelaksanaan kegiatan. SDGs Desa merupakan upaya terpadu yang dilakukan pemerintah dalam pembangunan desa untuk mempercepat pencapaian 18 tujuan pembangunan berkelanjutan,  dasar hukum  pembentukan kelompok kerja relawan pendataan desa tahun 2021 ini adalah Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa serta Surat Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Nomor  5 /PR/.03.01/III/2021 tanggal 1 Maret 2021 perihal Pemutakhiran Data IDM Berbasis SDGs Desa. Merujuk ke regulasi ini bahwa untuk Indeks Desa Membangun (IDM) maka desa akan melakukan pemutakhiran data karena sudah pernah melakukan pendataan sejak tahun 2017 lalu, sehingga tinggal dimutakhirkan saja atau diperbaharui jika ada perubahan data sesuai dengan kondisi terkini. 

Sedangkan untuk SDGs Desa meskipun ada beberapa data yang sama dengan IDM maka akan dilakukan pendataan awal yaitu dimulai dari  Survey Desa, survey Rukun Tetangga, Survey Keluarga, dan Survey Individu, “jelas TA TTG Kabupaten Wakatobi ini.

Ditambahkan pula bahwa, maksud dan tujuan Pendataan SDGs Desa adalah untuk mengimplementasikan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa berbasis data, adapun struktur dari Pokja ini adalah Pembina oleh Kepala Desa, Ketua Pokja adalah Sekretaris Desa, Sekretaris Pokja adalah Kaur Pemerintahan atau perangkat desa yang memiliki kemampuan dan kecakapan serta anggota adalah perwakilan unsue-unsur lembaga masyarakat yang ada di desa. Sedangkan semua biaya dalam proses pendataan desa ini dibebankan pada APBDes yang bersumber dari Dana Desa, serta waktu kerja pokja untuk melakukan pendataan ini sampai Mei 2021, tetapi untuk kita di Wakatobi kita akan maksimalkan pendataan ini hingga  diakhir Bulan  April, “tambahnya.

Setelah paparan dari Tenaga Ahli Kabupaten Wakatobi, Sekretaris Desa Patua II Abdin Musa kemudian memfasilitasi proses pembentukan kelompok kerja dengan cara membuat draft susunan pokja dan disampaikan pada forum rapat untuk mendapatkan tanggapan terkait draft yang disusun. Karena semua peserta rapat menyetujui isi draft pokja pendtaan yang ada dan dibacakan oleh Sekretaris Desa maka secara otomatis Kelompok Kerja Pendataan Desa tahun 2021 dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa Patua II Nomor 21 tahun 2021 tanggal 8 Maret 2021.

Sebelum acara pembentukan ini ditutup, yang mewakili pemerintah Kecamatan Tomia Bapak La Moane memberikan saran kepada kelompok kerja relawan  pendataan desa yang sudah terbentuk untuk dapat melaksanakan tugas  dengan baik dan selalu bertanya atau melakukan koordinasi kepada para pendamping desa, karena ini juga sangat berkaitan dengan tupoksi kami di kecamatan, “tutur Kasi Pembangunan ini.

Sementara itu dalam menutup acara rapat,  Kepala Desa Patua II La Basri selaku Pembina Pokja ini menyampaikan kepada anggota pokja bahwa, “ kami sudah siapkan anggaran untuk pembekalan sehingga sebelum kita melakukan pendataan atau survey kita akan diberikan dulu pembekalan tentang apa itu SDGs Desa, bagaimana melakukan pendataan SDGs Desa, bagaimana cara menginput data melalui aplikasinya serta hal-hal lain yang berhubungan dengan kerja-keja pokja dalam melakukan pendataan, “pungkasnya.

 

Reportase           :  Muh. Ilham Nur (PD Tomia)

 


20 Keluarga Penerima Manfaat Desa Patua II Terima BLT Dana Desa

 


Penyaluran BLT DD Desa Patua II Kec Tomia Periode Januari TA 2021

TOMIA, WakatobiChannel  -  Desa Patua II Kecamatan Tomia adalah salah satu desa dari 14 desa yang telah menerima transfer Dana Desa Tahap I (40%) dari RKUN ke RKDes pada pertengahan Februari 2021 dan telah menerima  dana untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk periode Bulan  Januari Tahun 2021 di Kabupaten Wakatobi pada tanggal 1 Maret 2021.

Pemerintah Desa Patua II Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi hari ini (8/3/21) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk periode Januari 2021 kepada 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bertempat di Aula kantor Desa Patua II yang dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Tenaga Pendamping Profesional (TPP),  penyaluran BLT DD ini dilaksanakan sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 tentang  Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 222 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Dana Desa.


La Moane (Kasi Pembangunan Kec Tomia ) Menyalurkan BLT DD Kepada KPM Di Desa Patua II


Pemerintah Kecamatan Tomia yang diwakili Bapak  La Moane  memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Patua II yang telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa pertama di Kecamatan Tomia dan menyampaikan pesan kepada para penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ini agar dengan bantuan yang diterima ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

“ saya mewakili Pemerintah Kecamatan Tomia memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Desa Patua II yang telah menjadi desa pertama di wilayah Kecamatan Tomia yang telah salur Dana Desa Tahap I (40%) dan juga telah menyalurkan BLT DD kepada yang berhak menerimanya, dan kami meminta kepada bapak ibu saudara-saudaraku semua yang menerima BLT DD ini untuk memanfaatkan bantuan ini dengan baik yaitu untuk dibelanjakan pada kebutuhan pokok bukan untuk kebutuhan yang lainnya yang mungkin belum terlalu penting, “tegas Kepala Seksi Pembangunan ini.

La Basri _ Kepala Desa Patua II

Sementara itu Kepala Desa Patua II La Basri mengatakan, “kami selaku Pemerintah Desa Patua II berterima kasih kepada pemerintah kecamatan, para pendamping desa dan BPD yang telah ikut serta berpartisipasi mempercepat proses perencanaan sampai dengan kegiatan kita pada hari ini, karena tanpa dukungan kita semua tidak mungkin kita akan menjadi desa yang pertama menyalurkan BLT DD di Kecamatan Tomia dan Pulau Tomia ini, “katanya.

Beliau juga menambahkan karena ini sudah masuk Bulan Maret maka setelah penyaluran hari ini kami akan segera membuat laporan realisasinya dan segera mengajukan permohonan untuk permintaan dana BLT DD Periode Februari 2021 sehingga kita akan salurkan lagi. Kami meminta doa dan dukungan kita semua penerima BLT DD ini agar kita semua warga Desa Patua II diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga kita dapat melaksanakan segala akitifitas kita dengan baik tetap jaga protokol kesehatan sesuai himbauan pemerintah, “tutupnya.



Di tempat yang sama Pendamping Desa Kecamatan Tomia Muhammad Ilham Nur, ST menyampaikan juga apresiasi kepada pemerintah desa Patua II yang telah menjadi desa pertama yang menyalurkan BLT DD di wilayah dampingan kami di Kecamatan Tomia.

Muh. Ilham Nur - PD Kec, Tomia

“kami apresiasi dan salut kepada Pemerintah Desa Patua II ini yang telah melakukan gerakan cepat dalam proses perencanaan desanya dan semoga ini dapat menjadi inspirasi bagi desa lain di wilayah Kecamatan Tomia untuk tahapan kegiatan perencanaan desa agar mengikuti regulasi yang ada sehingga proses pelaksanaan kegiatan juga akan berjalan sesuai dengan waktu yang telah dtetapkan.

Ditambahkan pula bahwa kedepan kita akan upayakan semua proses pembangunan desa mulai dari perencanaan desa kita akan mulai sesuai dengan Permendesa PDTT Nomor 21 tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, "pungkasnya.   

 

 



Reportase           :  Muh. Ilham Nur (PD Tomia)

Editor                  :  Jumie


Jumat, 05 Maret 2021

Desa Kapota Salurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Kepada 27 Keluarga Penerima Manfaat

 

Kepala Desa Kapota H. Jabal Nur Menyerahkan BLT DD Kepada KPM 

 

 

WANGIWANGI - WakatobiChannel – Menindaklanjuti  Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 dan Surat Edaran Menteri Desa PDTT Nomor 17 Tahun 2020 tentang Percepatan Penggunaan Dana Desa maka Pemerintah Desa Kapota  Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi hari ini telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD)  untuk periode Januari 2021 setelah Dana untuk Kegiatan BLT DD masuk ke RKDes pada tanggal 1 Maret 2021.

Kepala Desa Kapota  H. Jabal Nur dalam acara penyaluran BLT DD memberikan arahan kepada  warganya yang menerima BLT DD untuk memanfaatkan dana bantuan ini dengan baik dan untuk kebutuhan seharai-hari.

H. Jabal Nur Kepala Desa Kapota

 “Kepada kita semua penerima BLT DD yang berjumlah 27 keluarga ini kami selaku pemerintah desa meminta agar setelah menerima bantuan ini jangan langsung dibelikan baju, bedak dll tetapi mari bantuan ini kita manfaatkan untuk kebutuhan kita sehari-hari, untuk memenuhi kebutuhan dapur kita, dan alangkah lebih bagusnya jika uang yang diterima ini bisa dijadikan sebagai modal usaha, “jelasnya.

Kepala Desa juga menghimbau warga untuk tetap menjaga protokol kesehatan sesuai dengan petunjuk pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid19) di desa, kita tetap harus waspada dan mawas diri sehingga kita semua di Desa Kapota dan Pulau Kapota ini terhindar dari virus ini.  

Pemerintah Desa Kapota telah menyiapkan Anggaran BLT DD untuk KPM dalam APBDes Tahun Anggaran 2021 ini sebesar Rp 97.200.000,- 


Pendamping Lokal Desa Abdul Haris mengatakan,  “penerima BLT DD Tahun Anggaran 2021 ini berjumlah 27 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sesuai dengan hasil kerja tim desa dalam melakukan verifikasi dan validasi kembali dan kemudian dilakukan musyawarah desa khusus (musdessus), lalu 27 KPM hasil musdessus ini kemudian ditetapkan dengan Peraturan Kepala Desa (Perkades) Kapota Nomor 32 tahun 2020, “jelas Haris melalui telpon selulernya. 

Abdul Haris
PLD Kapota
Menurut Haris sapaan akrab PLD se Pulau kapota ini bahwa, berkurangnya jumlah penerima BLT DD karena sebagian yang terdaftar tahun lalu sudah menerima bantuan dari pemerintah seperti PKH, Pra Kerja dan bantuan sosial lainnya, sehingga mereka  tidak dibenarkan lagi untuk menerima bantuan ini.

Penyaluran BLT DD ini diserahkan secara langsung oleh Kepala Desa Kapota, berlangsung di Aula kantor Desa Kapota dan didampingi atau ikut dipantau oleh Anggota Badan Permusyawaratan Desa  Kapota Nur Aniyanti.

 



Reportase           :  Abdul Haris ( PLD Pulau Kapota)

Penulis/Editor   :  Jumie

 


Desa Mola Nelayan Bakti, Desa Pertama Yang Salurkan BLT DD Tahun Anggaran 2021 Di Kabupaten Wakatobi

 






WANGIWANGI - WakatobiChannel – Pemerintah Desa Mola Nelayan Bakti Kecamatan WangiWangi Selatan Kabupaten Wakatobi merupakan Desa Pertama di Kabupaten Wakatobi yang menyalurkan  Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk periode Januari 2021. Penyaluran BLT DD ini diserahkan oleh Camat Wangi-Wangi Selatan Bapak Rusfiadi, SP.,MM kepada 134 Keluarga Penerima Manfaat (KPM)  yang ikut serta didampingi oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Wakatobi,  Pendamping Desa Kecamatan Wangi-Wangi Selatan dan Pendamping Lokal Desa. Penyaluran BLT Ini dilaksanakan  di aula Kantor Desa Mola Nelayan Bakti Kecamatan Wangi-Wangi Selatan pada hari Kamis tanggal 4 Maret 2021. 

Camat WangiWangi Selatan Rusfiadi, SP.MM Menyerahkan BLT DD kepada KPM 

 

Camat Wangi-Wangi Selatan Rusfiadi,SP.,MM dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Mola Nelayan Bakti yang telah menyalurkan BLT DD kepada yang berhak menerimanya serta menyampaikan pesan-pesan kepada keluarga penerima manfaat.

Rusfiadi mengatakan, “Kami Pemerintah Kecamatan Wangi-Wangi Selatan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Mola Nelayan Bakti yang telah menjadi Desa Penyalur Perdana BLT DD di Kabupaten Wakatobi , semoga ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain yang ada di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan untuk memacu kinerja kita bersama, memacu semangat kerja kita dalam bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kewenangan kita, “katanya.

Camat juga memberikan pesan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), “kami berharap agar Bantuan Langsung Tunai Dana Desa untuk kebutuhan pokok terutama pangan dalam memenuhi kebutuhan hidup  sehari-hari, jangan dibelikan untuk kebutuhan lain yang tidak penting serta tetap menjaga protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah dalam rangka untuk mencegah penyebaran covid19, “tutupnya.


Derdi, S.Sos
Kepala Desa Mola Nelayan Bakti

Sementara itu Kepala Desa Mola Nelayan Bakti Derdi, S.Sos menjelaskan, “penerima BLT DD tahun 2021 di Desa Mola Nelayan Bakti ini berkurang dari tahun sebelumnya dikarenakan sebagian sudah menerima bantuan sosial lainnya dari pemerintah, sehingga tim melakukan verifikasi dan validasi kembali dan kami melakukan musyawarah desa khusus (musdessus) yang di selenggarakan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk menetapkan Keluarga Penerima Manfaat sesuai kriteria yang ada baik dalam PMK 222 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Dana Desa maupun Permendesa PDTT  Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021, “jelas Kades Muda ini. 


Derdi juga menambahkan, “kami juga berterima kasih kepada pemerintah kecamatan dan kepada para pendamping desa yang telah memberikan arahan dan bimbingannya kepada kami dalam mempercepat proses perencanaan, asistensi maupun evaluasi APBDes kami Tahun 2021, kami juga tidak menyangka kalau dari 14 desa yang sudah cair dana BLT DD Ini Desa Mola Nelayan Bakti yang menjadi salur perdana. Kami meminta kepada penerima BLT DD ini untuk menggunakan uang yang diterima ini  semata-mata kebutuhan sehari-hari yaitu kebutuhan pangan agar kita tidak kelaparan, “pungkas Pemain Film Lautku Rumahku ini.

La Jaudin 
PLD Mola Nelayan Bakti
 

Di tempat yang sama Pendamping Lokal Desa La Jaudin mengatakan,  “jumlah penerima BLT DD Desa Mola Nelayan Bakti Tahun ini sebanyak 134 KPM sesuai dengan hasil musdessus yang kemudian ditetapkan dengan Peraturan Kepala Desa (Perkades) Nomor 1 tahun 2021,  sehingga  jumlah Dana untuk BLT DD ini Desa Mola Nelayan Bakti sudah anggarkan sebesar Rp. 482.400.000,- dan yang tersalur hari ini adalah sebesar Rp 40.200.000,-. Jaudin juga menambahkan bahwa untuk lokasi dampingannya baru Desa Mola Nelayan Bakti ini yang sudah cair Dana Desanya dari RKUN ke RKDes, sementara 4 desa lainnya sementara proses pengajuan usulan pencairan, “jelasnya.



Dalam acara penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ini karena perdana di Kabupaten Wakatobi nampaknya sangat spesial meskipun dilaksanakan secara sederhana karena selain didampingi oleh Pendamping Desa Kecamatan Wangi-Wangi Selatan (Hasriadin, S.Sos) juga turut serta dihadiri oleh 4 orang Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Wakatobi yaitu Andi Liburang, ST (TA ID), Muhnsir, S.Kel (TA PP), Rusman, S.Sos, M.PWK (TA PED) dan Jumiadin, SP,M.Si (TA TTG).

 

 Reportase : Jaudin (PLD Mola Nelayan Bakti)

Editor        : Jumie



Rabu, 03 Maret 2021

Rutong.Id, Lompatan Digital Smart Village Pertama Di Maluku

 




Ambon - WakatobiChannnel - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar yang diwakili Sekretaris Jenderal Taufik Madjid menjadi pembicara kunci dalam acara pencanangan Negeri Rutong sebagai smart village pertama di Provinsi Maluku sekaligus oft-launch platform digital rutong.id.

Negeri Rutong, salah satu negeri raja-raja di Kota Ambon, membuat sebuah gebrakan baru dengan mencanangkan Negeri Rutong sebagai smart village pertama di Provinsi Maluku. Hal ini ditandakan dengan soft-launch platform digital rutong.id.

Platform ini nantinya akan membuat Negeri Rutong tetap akan mengutamakan adat budaya untuk memajukan perekonomian masyarakat negeri yang berbasis teknologi digital. 

Selain adat budaya kuat yang dimiliki Negeri Rutong, negeri ini juga dikenal sebagai salah satu negeri dengan pohon sagu terbanyak di Pulau Ambon. Sejarah mengatakan nenek moyang pertama MATUWARUHU datang dari Negeri Rumahkay ke Negeri Rutong di abad ke-9 atau di Tahun 800-an dengan membawa pohon mange-mange dan pohon sagu yang kemudian ditanam dan hingga saat ini tumbuh subur di Negeri Rutong. 

Sagu merupakan makanan pokok orang Maluku yang diolah menjadi papeda dan sagu lempeng. Saat ini sagu telah berinovasi menjadi bahan dasar dari berbagai makanan khas dari negeri, diantaranya mie sagu, kukis sagu, bubur sagu, dan masih banyak lagi. Dengan penduduk hanya berjumlah 1000 orang, masyarakat negeri ini hidup dari hasil sumber daya alam yang ada di negeri, yaitu hasil laut dan perkebunan, seperti pala dan cengkeh.  

Setelah 40 tahun di pimpin oleh seorang Kepala Desa, kini Negeri Rutong dipimpin oleh seorang Raja yang telah dinobatkan pada bulan Februari 2020 lalu, di bawah kepemimpinan Reza Valdo Maspaitella mempunyai visi yang besar dalam menjawab tantangan-tantangan didalam tata kelola pemerintahan, pengembangan SDM, komunikasi publik yg efektif dan terbuka, pemberdayaan masyarakat, dan masih banyak lagi. 

Raja Negeri Rutong melihat sudah waktunya masyarakat negeri ini untuk melakukan suatu lompatan digital agar tetap dapat bersaing, baik secara nasional dan global. Dengan langkah awal negeri ini membuat platform digital Rutong.id.

Fitur-fitur yang ada di ‘Rutong.id’ dibuat untuk menunjang tata kelola administrasi pemerintahan negeri yang lebih efisien, efektif dan transparan mulai dari aspek perencanaan, eksekusi program, proses pengadaan di dalam penyelengaraan proyek secara lelang digital dan tata kelola keuangan negeri sampai kepada tata kelola pemberdayaan usaha masyarakat bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup berbagai lapisan masyarakat di negeri.

Raja Negeri Rutong Reza Valdo Maspaitella mengatakan, sekaitan Program Percepatan Pembangunan Negeri “Rutong Maju” dan Peluncuran platform digital Negeri Pintar (Smart Village) “Rutong.id”, maka pemerintahan Negeri Rutong sangat bangga dapat mencapai tonggak sejarah pada hari ini. 

"Untuk itu, saya mengundang partisipasi Diaspora Rutong, baik di Ambon, di seluruh Indonesia maupun yang berada di luar negeri untuk dapat bergabung berpartisipasi didalam Gerakan Bakutongka bagi sebuah Perubahan Paradigma Pembangunan baru Negeri Rutong di era transformasi digital global saat ini. Atas nama Pemerintah Negeri Rutong, saya mengajak Diaspora Negeri untuk berpartisipasi dalam membangun negeri tercinta kita ini!,” kata Raja Reza. 

Melalui Gerakan Perubahan Paradigma Pembangunan, Pemerintah Negeri Rutong juga bermaksud melaksanakan kerjasama Pembangunan Kawasan, khususnya di negeri-negeri di wilayah Leitimur Selatan guna membangun Percepatan Pembangunan di kawasan negeri- negeri adat, baik di sektor eco- agro forestry, Pariwisata dan Perikanan.


Senin, 01 Maret 2021

Gus Menteri Ajak UIN Sunan Ampel Bersama Membangun Desa

 




JAKARTA - WakatobiChannel - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar ditemani oleh Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid dan Staf Khusus Atmari menerima kunjungan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya Prof. Masdar Hilmy. Keduanya bertemu di ruang kerja Menteri pada Kamis (25/2/2021).

Kedatangan Rektor UIN untuk menindaklanjuti proses kerjasama antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dengan UIN Sunan Ampel terkait pemberdayaan masyarakat desa yang selama ini digalakkan oleh UIN.

Gus Menteri, sapaan akrab, Menteri Halim mengajak Perguruan Tinggi untuk kembali ke desa agar kalangan kampus tidak melupakan akar kehidupan mereka yang sebenarnya berasal dari desa.

Salah satu langkah yang tengah dilakukan Kemendes PDTT dengan program Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) yang diketuai oleh Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono. Sejumlah harapan diberikan oleh Kemendes PDTT kepada Pertides itu, salah satunya adalah mengharapkan Perguran Tinggi untuk membantu pembangunan desa.

"Termasuk soal arah penggunaan Dana Desa 2021 bisa lebih efektif dan tepat sasaran untuk bangun desa," kata Gus Menteri.

Gus Menteri juga menceritakan kerjasama Kemendes PDTT dengan Kemendikbud soal Kampus Merdeka Project Desa. Program ini memberikan peluang bagi Kepala Desa untuk mendapat gelar sarjana di perguruan tinggi.

"Saya menggagas bagaimana Kepala Desa, Perangkat Desa kemudian Pendamping Desa berprestasi dikasih afirmasi oleh perguruan tinggi," kata Gus Menteri.

Kepala Desa dan Pendamping Desa yang memenuhi syarat mendapatkan gelar sarjana S1 dapat mendaftar untuk mengikuti program kuliah Rekognisi Pembelajaran Lampau atau Recognition of Prior Learning (RPL) di perguruan tinggi yang diinginkan.

Adapun kuliah program RPL yang dimaksud adalah penyetaraan akademik atas pengalaman kerja atau pelatihan bersertifikasi untuk memperoleh kualifikasi pendidikan tinggi di berbagai Program Studi.

Manfaat afirmasi pendidikan tinggi bagi kepala desa, perangkat desa, pengurus Bumdes, dan pendamping desa:

• Para tokoh desa memahami dasar akademis dari kebijakan, pelaksanaan pemerintahan, implementasi pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, dan bisnis Bumdes yang selama ini mereka kerjakan

• Para tokoh desa memahami metodologi dan penggunaan data serta informasi untuk menjalankan pemerintahan desa, pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, dan bisnis Bumdes

• Warga desa mendapatkan pelayanan publik, pendampingan, dan layanan bisnis Bumdes yang lebih profesional dan lebih berkualitas

• Kemajuan desa, Bumdes, dan pendampingan lebih cepat

Sedang Afirmasi agar kepala desa, perangkat desa, pengurus Bumdes, dan pendamping desa yang berpengalaman dan sudah lulus SMA bisa menempuh S1 dan S2:

• Rekognisi pembelajaran lampau (RPL): pengalaman dan prestasi dihitung sebagai SKS (sistem kredit semester) di kampus

• Gelar sarjana sesuai program studi yang disediakan oleh Pertides

• Nilai pengalihan kompetensi dari pengalaman/prestasi tokoh desa menjadi learning outcome (LO) yang diterapkan pada SKS sesuai yang disediakan Pertides.

Gus Menteri pun menegaskan jika program andalan SDGs Desa adalah solusi tepat untuk pembangunan desa tepat sasaran dan efektif karena ini bisa jadi acuan bagi para kepala desa nantinya untuk menentukan arah pembangunan desa yang disesuaikan dengan akar budaya di di desa tersebut.

SDGs Desa sendiri memiliki peran penting bagi keberhasilan SDGs secara nasional. Sebab menurutnya, 74 persen dari keberhasilan SDGs skala Nasional berasal dari desa, sementara 26 persen selebihnya berasal dari kota.

Melalui SDGs Desa tersebut, Kepala Desa cukup memilih salah satu dari 18 poin SDGs Desa yang akan dijadikan prioritas pembangunan selama kepemimpinannya, berdasarkan kebutuhan warga desa.

Gus Menteri menuturkan, saat ini sedang berlangsung pemutaakhiran data berbasis SDGs Desa yang dilakukan Kepala Desa dibantu para Pendamping Desa. Harapannya semua program dapat mengacu pada data yang berbasis RT dan RW tersebut.

Diakhir pertemuan, Gus Menteri mengajak UIN Sunan Ampel untuk bersama-sama membangun desa dengan lakukan sejumlah pemberdayaan di desa, termasuk mengajak IAIN Sunan Ampel untuk bergabung dalam Pertides nantinya.

Foto: Wening/Humas Kemendes PDTT

Teks: Firman/Humas Kemendes PDTT

WISATA

Camat Tomia Apresiasi Prestasi Desa Waitii Barat

  Camat Tomia Mendampingi Wakil Bupati Wakatobi dan Kepala Dinas PMD Wakatobi  Meninjau Kesiapan Desa Dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Sula...