WAKATOBI REGENCY

Welcome to Wakatobi Dive Resort

Resort Wakatobi

Welcome to Wakatobi

Patuno Resort Wakatobi

Welcome to Patuno Resort Wakatobi

Lakota Beach Tomia

Lakota Beach Terdapat di Pulau Tomia

Runduma Island

Di Pulau Ini Terdapat Satwa Penyu

Selamat Bergabung di Pusat Informasi Pembangunan Desa dari Segitiga Karang Dunia Kabupaten Wakatobi

Rabu, 08 Juli 2026

Camat Tomia Apresiasi Prestasi Desa Waitii Barat

 


Camat Tomia Mendampingi Wakil Bupati Wakatobi dan Kepala Dinas PMD Wakatobi 
Meninjau Kesiapan Desa Dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara 2026

TOMIA, WakatobiChannel – Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 telah menetapkan TOP III Desa terbaik di Sulawesi Tenggara, selanjutnya penilaian lomba dilanjutkan dengan penilaian berupa klarifikasi lapangan yang dilaksanakan secara online (zoom meeting) pada tanggal 6 Juli 2026. Sebelum penilaian dimulai Camat Tomia mendampingi Wakil Bupati Wakatobi dan Kepala Dinas PMD Wakatobi meninjau 6 titik lokasi/ruangan yang telah disiapkan sesuai bidang masing-masing. Setelah dilakukan penilaian, dewan juri melakukan pleno dan mengumumkan hasil penilain dewan juri. 

Camat Tomia, Jamuddin, S.Pd., M.Si, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Desa Waitii Barat atas keberhasilannya meraih Juara II Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Prestasi tersebut dinilai sebagai capaian yang membanggakan sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pembangunan desa yang dilakukan secara kolaboratif mampu menghasilkan prestasi di tingkat provinsi.

Keberhasilan Desa Waitii Barat pada hari ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen, dan sinergi seluruh unsur yang ada di desa, mulai dari pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga seluruh masyarakat yang turut berpartisipasi dalam setiap tahapan penilaian lomba desa.

"Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Tomia mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Waitii Barat beserta seluruh masyarakat atas prestasi sebagai Juara II Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi Kecamatan Tomia dan Kabupaten Wakatobi," ujar Jamuddin.

Ia mengatakan, capaian tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kerja sama, inovasi, tata kelola pemerintahan yang baik, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan desa.

Pada kesempatan itu, Jamuddin juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Wakatobi beserta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Balai Taman Nasional Wilayah Tomia-Binongko, Yayasan Konservasi Alam Nusantara, Tim Penggerak PKK (Kabupaten, Kecamatan dan Desa), PLKB Tomia, Puskesmas Tomia dan Waitii, tim pembina lomba desa, tenaga pendamping profesional, serta semua pihak yang telah memberikan pembinaan, pendampingan, dukungan, dan kontribusi sehingga Desa Waitii Barat mampu menunjukkan performa terbaiknya dalam ajang lomba desa tingkat provinsi pada tahun ini.

Jamuddin, M. Si - Camat Tomia

"Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dan memberikan dukungan penuh. Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama yang patut kita syukuri. Semoga sinergi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan untuk mendorong kemajuan desa-desa di Wakatobi," katanya.


Lebih lanjut, Jamuddin berharap prestasi yang diraih Desa Waitii Barat tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian semata, tetapi menjadi inspirasi bagi seluruh desa, khususnya di Kecamatan Tomia, untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi desa sesuai dengan karakteristik masing-masing.

"Saya berharap keberhasilan Desa Waitii Barat menjadi motivasi bagi seluruh desa di Kecamatan Tomia untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, saya yakin desa-desa di Tomia mampu meraih prestasi yang lebih baik pada masa mendatang," ungkapnya.

Ia juga berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh desa di Kabupaten Wakatobi agar terus meningkatkan kapasitas dan daya saing dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Salah satu ruangan (Bidang Ekonomi) Siap Memberikan Klarifikasi Lapangan

Keberhasilan Desa Waitii Barat meraih Juara II Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi bukti bahwa komitmen bersama dalam membangun desa mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan. Capaian ini diharapkan semakin memperkuat semangat pembangunan desa di Kabupaten Wakatobi menuju desa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.

"Semoga prestasi ini menjadi awal lahirnya lebih banyak desa berprestasi di Wakatobi. Mari kita jadikan keberhasilan Desa Waitii Barat sebagai inspirasi untuk terus membangun desa dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tutup Jems, sapaan akrabnya.


Penulis  : JA

 

Selasa, 07 Juli 2026

Desa Waitii Barat Raih Juara II Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara 2026

 

Foto Bersama Wakil Bupati Wakatobi, Kepala Dinas PMD Wakatobi, Camat Tomia
Pada Pembukaan  Penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara 2026


Tomia - WakatobiChannel – Desa Waitii Barat Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara II Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026. Prestasi tersebut menjadi bukti keberhasilan pembangunan desa yang dilaksanakan secara partisipatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Sebelumnya Desa Waitii Barat berhasil masuk TOP III bersama desa terbaik lainnya di Sulawesi Tenggara yakni Desa Tikonu Kolaka dan Desa Benua Konawe dan hari ini 6 Juli 2026  penilaian lomba dilanjutkan dengan melakukan verifikasi lapangan yang dilakukan tim penilai tingkat provinsi dan juga langsung diumumkan hasil akhir dan menempatkan Desa Waitii Barat sebagai peraih Juara II pada ajang bergengsi tersebut.

Kepala Desa Waitii Barat, La Amdja, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih desanya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari kerja sama seluruh elemen masyarakat yang selama ini terus mendukung berbagai program pembangunan desa.

La Amdja - Kepala Desa

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas pencapaian Juara II tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah desa, tetapi menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Desa Waitii Barat. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama, mulai dari perangkat desa, BPD, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan hingga seluruh warga yang selalu berpartisipasi dalam pembangunan desa," ujar La Amdja.

Ia menambahkan, penghargaan tersebut akan menjadi motivasi bagi pemerintah desa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta mengembangkan potensi desa berbasis kearifan lokal dan berkelanjutan.

"Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Justru prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus berinovasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, meningkatkan pelayanan kepada warga, serta menjaga semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan Desa Waitii Barat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Wakatobi, Drs. H. Safiuddin, M. Si memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Desa Waitii Barat. Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa desa-desa di Wakatobi juga ternyata  mampu bersaing di tingkat provinsi melalui tata kelola pemerintahan yang baik dan pembangunan yang melibatkan partisipasi masyarakat.

"Prestasi ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, pemerintah daerah, Balai Taman Nasional Wilayah Tomia, Yayasan Konservasi Alam Nusantara, PLKB Tomia, Puskesmas Tomia dan Waitii, para pendamping desa, Tim Penggerak PKK baik Kabupaten, Kecamatan dan Desa serta seluruh pemangku kepentingan. Kami mengapresiasi kerja keras semua pihak yang telah membawa nama Kabupaten Wakatobi meraih prestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara," ujarnya.

Ia berharap keberhasilan Desa Waitii Barat dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Wakatobi untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan, inovasi pelayanan publik, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

"Dinas PMD akan terus memberikan pembinaan dan pendampingan agar semakin banyak desa di Wakatobi yang mampu berprestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Semoga capaian Desa Waitii Barat menjadi motivasi bagi seluruh desa untuk terus berkembang menjadi desa yang maju, mandiri, dan sejahtera," tutup Safiuddin



Penulis  : JA


Kamis, 25 Juni 2026

Kepala Dinas PMD Membuka Rakor TPP Wakatobi

 

Rapat Koordinasi Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Wakatobi (24/6/2026)

Wakatobi – Rapat Koordinasi (Rakor) Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Wakatobi secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Wakatobi, Drs. H. Safiuddin, M. Si, yang berlangsung dalam suasana penuh semangat dan komitmen untuk memperkuat peran pendampingan pembangunan desa di Kabupaten Wakatobi. 

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Tenaga Pendamping Profesional mulai dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD) baik secara during maupun luring berlangsung selama satu hari (24 Juni 2026) bertempat di salah satu Hotel di Wakatobi

Dalam sambutannya, Kepala Dinas PMD Kabupaten Wakatobi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Tenaga Pendamping Profesional dalam mendukung implementasi berbagai program prioritas pembangunan desa. Menurutnya, keberadaan pendamping desa memiliki peran strategis dalam memastikan setiap program dan kebijakan pemerintah dapat terlaksana secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Drs. H. Safiuddin, M. Si - Kepala Dinas PMD 

"Tenaga Pendamping Profesional merupakan mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan desa. Oleh karena itu, koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi harus terus diperkuat agar setiap program pembangunan dapat berjalan optimal dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Rapat koordinasi ini menjadi forum evaluasi sekaligus konsolidasi untuk membahas berbagai capaian program, tantangan pendampingan di lapangan, serta strategi percepatan pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa tahun 2026.

Selain itu, para peserta juga mendapatkan penguatan terkait kebijakan terbaru pembangunan desa, pengelolaan Dana Desa, pendataan Indeks Desa, pemeringkatan BUM Desa, percepatan penurunan stunting, serta berbagai program prioritas Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Koordinator Kabupaten Tenaga Pendamping Profesional Wakatobi Rusman, S.Sos., MPWK dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa rakor ini diharapkan mampu meningkatkan soliditas dan profesionalitas seluruh pendamping desa dalam menjalankan tugas pendampingan di wilayah masing-masing.

Rapat Koordinasi ini menjadi ruang sharing TAPM kepada PD dan PLD sehingga momen baik ini dimanfaatkan oleh TAPM untuk meningkatkan kapasitas dengan cara menyajikan materi sesuai dengan bidang yang diampuh oleh masing-masing TAPM.  

Melalui kegiatan ini, seluruh Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Wakatobi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa, serta menghadirkan kerja-kerja pendampingan yang berdampak bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat Wakatobi.



Reporter: Jumie
Editor    :  Redaksi WakatobiChannel

Sabtu, 20 Juni 2026

Desa Waitii Barat Masuk Nominasi 3 Besar Lomba Desa Tingkat Provinsi

 

Desa Waitii Barat Dalam Lomba Desa & Kelurahan Tingkat Prov Sulawesi Tenggara
(Kepala Desa, Ketua BPD, Sekretaris Desa dan Kabid PMD)

Tomia WakatobiChannel – Desa Waitii Barat Kecamatan Tomia, mengikuti ajang Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 sebagai perwakilan Kabupaten Wakatobi dalam kompetisi yang bertujuan mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan desa, pelayanan publik, inovasi pembangunan, serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Lomba Desa Kelurahan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Sulawesi Tenggara pada tanggal  17 - 18 Juni di Hotel Zahra Kota Kendari

Keikutsertaan Desa Waitii Barat menjadi momentum penting bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk menunjukkan berbagai capaian pembangunan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Berbagai aspek yang menjadi fokus penilaian meliputi administrasi pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, kebersihan lingkungan, pengembangan potensi lokal, hingga inovasi pelayanan kepada warga. 


La Amdja, Kepala Desa Waitii Barat 

Kepala Desa Waitii Barat La Amdja mengatakan,  "persiapan menghadapi lomba telah dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Gotong royong warga, pembenahan fasilitas umum, serta peningkatan kualitas administrasi desa menjadi bagian dari upaya untuk memberikan hasil terbaik dalam penilaian tingkat provinsi. Kepala Desa juga mengucapkan terima kasih kepada para pihak serta Pendamping Desa yang terlibat dalam proses pendampingan di desa kami yang selalu hadir memberikan pendampingan dan  memfasilitasi setiap proses pembangunan mulai dari pendataan, perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan sampai pada pertanggungjawaban  pembangunan yang ada di desa kami ", ungkapnya.


“Partisipasi masyarakat dan pendampingan para pihak menjadi kekuatan utama Desa Waitii Barat dan kami optimistis dapat menampilkan potensi desa dan berbagai program unggulan yang telah berjalan dengan baik,” ujarnya.

Desa Waitii Barat sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah di Pulau Tomia yang memiliki potensi di bidang perikanan, pariwisata, dan budaya. Desa ini juga aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan kawasan bersama desa-desa lain di wilayah Tomia melalui kerja sama antardesa yang berfokus pada penguatan sektor perikanan, budaya, dan wisata. 

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat, Pemerintah Desa Waitii Barat optimistis dapat memberikan penampilan terbaik serta mengharumkan nama Kabupaten Wakatobi di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Pada ajang ini selain Kepala Desa, ikut serta Ketua Badan Permusyawaratan Desa  Waitii Barat Ahmad Dahlan, S.Pd dan Sekretaris Desa Waitii Barat Madiali, S. Pd untuk memberikan support dalam mengawal pemerintah desa mengikuti lomba desa ini.



La Ode Agusrianto, SP. MM selaku Kepala Bidang pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Wakatobi mengatakan,  "keikutsertaan Desa Waitii Barat dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga wadah evaluasi dan pembelajaran dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. Kepala Bidang ini juga lewat akun media sosialnya mengucapkan terima kasih banyak kepada para pihak yang terlibat dalam proses pendampingan sehingga mengantarkan Desa Waitii Barat masuk Nominasi 3 Besar dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2026 ini, dan proses penilaian selanjutnya untuk menuju Pusat adalah akan dilakukan klarifikasi faktual melalui zoom meeting, semoga Desa Waitii Barat dapat menjadi yang terbaik sehingga dapat mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara di tingkat Nasional.


Penulis : Jumie


Senin, 25 Mei 2026

Wakatobi Pertama Tuntaskan Pemeringkatan BUM Desa Tahun 2026 di Sultra

 

Kepala Dinas PMD Wakatobi Monitoring Proses Pemeringkatan BUM Desa Tahun 2026

Kabupaten Wakatobi kembali mencatat prestasi dalam pengembangan ekonomi desa, setelah di Bulan Januari kemarin menjadi Juara III Nasional Pengelolaan BUM Desa Tingkat Nasional dengan hadiah 1 unit mobil picup untuk operasional BUM Desa, kini dalam proses pendataan pemeringkatan BUM Desa, Kabupaten Wakatobi juga berhasil menjadi kabupaten pertama di Sulawesi Tenggara yang menuntaskan proses pendataan Pemeringkatan BUM Desa dan BUM Desa Bersama Tahun 2026

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Wakatobi dalam mendorong penguatan kelembagaan dan tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Dari total 68 BUM Desa yang telah memiliki Sertifikasi Badan Hukum Administrasi Hukum Umum (AHU), seluruhnya telah melaksanakan proses pemeringkatan tahun 2026. Capaian ini menunjukkan tingginya partisipasi serta keseriusan pemerintah desa dan pengurus BUM Desa dalam meningkatkan kualitas pengelolaan usaha desa sebagai pilar ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Wakatobi menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pengurus BUM Desa, pemerintah desa, serta semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan proses pendataan dan pemeringkatan tersebut.

Drs. H. Safiuddin, M.Si - Kepala Dinas

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pengurus BUM Desa, pemerintah desa, dan Tenaga Pendamping Profesional yang terus mendampingi desa dalam penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha desa,” ujarnya.

Dalam proses pendataan pemeringkatan BUM Desa ini banyak pembelajaran yang kita dapatkan untuk kemajuan dan pengembangan BUM Desa ke depan karena dalam proses ini jelas kita tau posisi dan keberadaan BUM Desa yang ada karena banyak aspek yang menjadi instrumennya diantaranya Kelembagaan, Manajemen, Usaha dan Unit Usaha, Kerjasama/Kemitraan, Aset dan Permodalan, Administrasi Laporan Keuangan dan Akuntabilitas serta Keuntungan dan Manfaat Bagi Desa dan Masyarakat Desa, “tambahnya.



Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada seluruh Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Wakatobi yang terdiri dari Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa (PD), dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) atas dedikasi dan kerja nyata dalam mendukung pembangunan desa di Wakatobi.

Melalui capaian ini, Pemerintah Kabupaten Wakatobi berharap kualitas pengelolaan BUM Desa semakin meningkat sehingga mampu menciptakan kemandirian ekonomi desa, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.


Penulis : Jumie


Selasa, 31 Maret 2026

Desa Wawaotimu Pertama Salurkan BLT DD Tahun 2026 di Sulawesi Tenggara

 


Penyaluran BLT DD Bulan Januari - Februari 2026 di Desa Wawaotimu Kec Tomia Timur

TOMIA, WakatobiChannel  -  Desa Wawaotimu Kecamatan Tomia Timur  Kabupaten Wakatobi adalah salah satu desa dari 75  desa di Kabupaten Wakatobi  yang telah menerima transfer Dana Desa Tahap I (40%) reguler dari RKUN ke RKDes pada tanggal 16 Maret 2026, hingga secara keseluruhan sampai berita ini diturunkan sudah 70 desa yang telah menerima transfer Dana Desa regular (40 %) di Kabupaten Wakatobi dan tersisa 5 desa yang sementara berproses.

Pemerintah Desa Wawaotimu Kecamatan Tomia Timur minggu kemarin (17/3/26) melakukan langkah percepatan  yakni menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk periode Januari – Februari Tahun 2026 kepada 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sesuai Surat Keputusan Kepala Desa tentang KPM BLT DD 2026. Penyaluran BLT DD bertempat di aula Kantor Desa Wawaotimu yang dihadiri oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Tenaga Pendamping Profesional (TPP),  penyaluran BLT DD ini dilaksanakan sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 16 Tahun 2025 tentang Petunjuk Operasional Atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2026 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Mujidu, Kepala Desa Wawaotimu

Kepala Desa Wawaotimu  Mujidu mengatakan, “kami selaku Pemerintah Desa Wawaotimu  berterima kasih kepada pemerintah kabupaten, kecamatan, para pendamping desa dan BPD yang telah ikut serta berpartisipasi dalam proses percepatan perencanaan sampai dengan kegiatan kita pada hari ini, karena tanpa dukungan kita semua tidak mungkin kita akan menjadi desa yang pertama menyalurkan BLT DD di Provinsi Sulawesi Tenggara ini, “katanya.

Beliau juga menambahkan karena ini sudah masuk Bulan Maret maka setelah desa kami menerima transfer dana desa regular tahap I, kami langsung melakukan penyaluran kepada 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), penyaluran hari ini untuk 2 bulan yaitu mulai Bulan Januari – Februari sehingga setiap KPM menerima Rp 600.000,- (Enam Ratus Ribu Rupiah).  


Kami meminta kepada semua KPM agar dapat memanfaatkan dana BLT DD ini untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya di Bulan Suci Ramadhan ini karena ini adalah berkah bagi kita di bulan Ramadhan ini karena desa kita yang pertama menyalurkan BLT DD ini se Wakatobi dan bahkan Sulawesi Tenggara. 

Sementara itu di tempat yang sama Sekretaris Desa Wawaotimu Budiamin menambahkan bahwa, “proses panjang ini telah kita lewati bersama dengan tetap mengaju pada semua regulasi yang ada sehingga BLT DD ini dapat kita salurkan kepada KPM yang telah ditetapkan dalam Surat keputusan  Kepala Desa tentang Keluarga Penerima Manfaat BLT DD Tahun Anggaran 2026 sebanyak 14 KPM. Sehingga keseluruhan BLT DD yang tersalur untuk periode Januari-Februari ini sebesar Rp. 8.400.000,- (Delapan Juta Empat Ratus Ribu Rupiah), kami melakukan gerak cepat ini untuk menunjukkan bentuk komitmen kami terhadap warga desa khusunya KPM dan juga tentunya kami berharap agar kinerja baik kami dapat pertahankan sehingga tahun depan mendapat dana alokasi kinerja, “jelasnya.

 

 

Penulis                 :   Jumiadin

Jumat, 17 Oktober 2025

Menteri Desa PDT Meraih Kepuasan Publik Tiga Besar Menteri Kinerja Terbaik

 



Menteri Desa PDT Yandri Susanto

JAKARTA – SindoNews. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto masuk dalam jajaran tiga besar menteri dengan kinerja terbaik nasional.

Hal itu berdasarkan hasil Survei Strategic and Political Insight Network (SPIN) periode Oktober 2025. Dalam survei yang dilakukan pada 1–9 Oktober 2025 di 38 provinsi, Yandri Susanto meraih tingkat kepuasan publik sebesar 66,9%, menempati posisi ketiga di bawah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dengan 67,5% dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan 67,3%.

Direktur Eksekutif SPIN Mawardin Sidik menjelaskan, capaian tersebut mencerminkan apresiasi masyarakat terhadap program pembangunan desa dan pemberdayaan ekonomi lokal yang dijalankan Yandri Susanto selama satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran.

“Yandri Susanto dinilai publik mampu menjaga kesinambungan program desa dengan inovasi baru yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Publik melihat kerja konkret di lapangan, bukan sekadar wacana,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).

SPIN mencatat, kebijakan-kebijakan yang dijalankan Kementerian Desa, seperti penguatan BUMDes, digitalisasi ekonomi desa, program karya-karya produktif dan advokasi terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat desa menjadi faktor utama meningkatnya kepuasan publik terhadap kinerja Yandri. 

(sumber berita : sindonews)

Kamis, 06 April 2023

Data SDGs Desa Sombu 2023 Ditetapkan

 

Musyawarah Desa Penetapan Hasil Pemutakhiran Data SDGs Desa Sombu Tahun 2023


WangiWangi, WakatobiChannel Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dimana dalam peraturan ini mengatur tentang arah kebijakan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Salah satu arah kebijakan dimaksud adalah Sustainable Development Goals Desa (SDGs Desa) dengan 18 tujuan atau goals yang diprioritaskan berdasarkan kondisi objektif desa yang tergambarkan dalam Sistem Informasi Desa yang sifatnya terbuka sehingga dapat diakses oleh masyarakat dan pihak lain yang membutuhkan data dan informasi tentang desa.

Pemerintah Desa Sombu Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi telah menyelesaikan Pemutakhiran Tahap I Data SDGs Desa Tahun 2023, sehingga sebagai tindak lanjut dari rencana aksi ini pada tingkat desa maka hari ini (6/4/2023) Pemerintah Desa Sombu  telah melaksanakan musyawarah desa penetapan hasil pemutakhiran data SDGs Desa Tahun 2023 bertempat di Balai Desa Sombu dan dihadiri oleh Pemerintah Desa, BPD, Babinsa dan Bhabikantibmas.


La Ndilu, Kepala Desa Sombu
Kepala Desa Sombu  La Ndilu dalam sambutannya memberikan ucapan terima kasih Tim Pemutakhiran Data dan para Pendamping di Kecamatan Wangi-Wangi terkhusus Pendamping Lokal Desa (PLD) yang senantiasa selalu memberikan arahan dan bimbingan kepada tim pemutakhiran data SDGs Desa ini.   “Kami memberikan apresiasi dan terima kasih banyak kepada semuanya yang telah bekerja maksimal dalam proses pemutakhiran data SDGs Desa ini sehingga bisa dituntaskan dan hari ini kita tetapkan dalam forum musyawarah desa. Hal yang dilakukan dalam proses pendataan ini adalah memutakhirkan data tahun 2022 sedangkan data baru dalam hal ini data keluarga dan individu dilakukan pendataan dan kemudian diinput dalam website SDGs Desa Kementerian Desa PDTT. Hasil Pemutakhiran Data SDGs Desa ini telah termuat dalam berita acara yang telah disepakati pada musyawarah desa ini  yakni  terkait dengan Data Desa, Data Dusun, Data Keluarga dan Data Individu,” katanya.


Di tempat yang sama La Hadidu sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD) Desa Sombu, mengatakan bahwa,  “ Desa Sombu dan termasuk semua desa dampingan saya telah kami dorong bersama sama untuk melakukan pemutakhiran data SDGs Desa ini sebagaimana arahan dan juga regulasi yang ada bahwa tahap awal pembangunan desa sesuai Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 21 tahun 2020, sehingga pendataan SDGs Desa ini sangat penting karena menjadi pedoman bagi pemerintah desa dan BPD termasuk masyarakat untuk menyusun arah kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Hasil Musdes hari ini adalah update data tahun 2022 terutama Data Keluarga dari 235 di tahun 2022 menjadi 243 tahun ini dan Data Individu yang sebelumnya berjumlah 849 jiwa sekarang hasil update tahun ini bertambah menjadi 874 jiwa termasuk data-data sosial ekonomi lainnya, “jelasnya.

La Hadidu, PLD Sombu

Didu, sapaan akrabnya juga menambahkan bahwa,  “berdasarkan informasi yang kami dapat dari Pendamping Desa dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Wakatobi bahwa tahun 2023 ini ada Lomba SDGs Desa sehingga kami bersemangat untuk melakukan pemutakhiran data ini dan berusaha maksimal untuk mengikuti Lomba SDGs Desa dimaksud sesuai dengan surat edaran Kepala Badan Pengembangan dan Informasi  Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kementerian Desa PDTT tanggal 3 Maret 2023, “ungkapnya. 

 

Reportase           :  La Hadidu

Penyunting         :  Jumiadin


Senin, 03 Oktober 2022

Rembuk Stunting Desa Palahidu Barat Menghasilkan Usulan Prioritas Kegiatan 2023

Rembuk Stunting Desa Palahidu Barat Kec Binongko 30 September 2022

 

BINONGKO – WakatobiChannel -  Rembuk Stunting  merupakan  forum para pihak di desa  untuk membahas dan menetapkan beberapa usulan kegiatan prioritas  terkait dengan pencegahan dan penanganan masalah kesehatan khususnya stunting dengan mendayagunakan sumberdaya pembangunan yang ada di desa.

Desa Palahidu Barat Kecamatan Binongko merupakan salah satu desa dari 27 desa/kelurahan lokus di Kabupaten Wakatobi yang telah ditetapkan berdasarkan hasil analisis situasi Program Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Wakatobi.

Desa Palahidu Barat Kecamatan Binongko Kabupaten Wakatobi pada hari Jumat 30 September 2022 tealah melaksanakan Rembuk Stunting yang dilaksanakan di aula Kantor Desa dan diikuti oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi, Kepala Puskesmas Binongko, Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kader Kesehatan Desa, Kader Posyandu, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa Palahidu Barat dan Tenaga Pendamping Profesional.

Kepala Desa Palahidu Barat La Amasida dalam sambutannya mengatakan bahwa, “perlu adanya review data terkait dengan stunting ini karena jika sesuai dengan data yang ada maka dipastikan hampir semua atau setengah dari sasaran yang ada sudah terkategori sebagai stunting, sehingga menurut kami data yang ada harus dilakukan validasi ulang dan bila perlu dilakukan pengukuran dan penimbangan ulang semua sasaran yang ada di desa ini dan kami dari pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) akan memantau langsung proses pelaksanannya di Posyandu. Beliau juga menyampaikan kepada petugas atau kader posyandu agar dalam melakukan pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan sasaran agar teliti dan cermat karena ketika kita tidak teliti dalam melakukan pengukuran dan penimbangan maka akan terjadi kesalahan yang sangat fatal dalam artian bahwa angka stunting di desa ini akan meningkat terus padahal pemerintah desa sudah melakukan berbagai kegiatan diantaranya pengadaan alat-alat posyandu, makanan tambahan dan lain-lain, tetapi itu semua tidak akan berarti apa-apa jika kader yang ada tidak melakukannya dengan maksimal, “jelasnya.

Sementara itu Nurhaslia, SKM.,M.Adm.Kes Penyuluh Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi memberikan pengantar atau pengarahan sebelum masuk pada acara inti rembuk stunting dengan topik 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) termasuk sasaran dan layanan dasar penanganan stunting. Menurutnya bahwa stunting ini tidak dapat diobati karena dia bukan penyakit, tetapi kita dapat mencegahnya dengan berbagai macam layanan dasar kepada sasaran yakni sejak 1000 hari pertama kehidupan dan ini harus dilakukan secara bersama baik pemerintah daerah, kecamatan, desa maupun masyarakat, “jelas Ibu Lia.


Proses Rembuk Stunting Desa

Rembuk Stunting ini difasilitasi oleh Pendamping Desa Kabupaten, sebelumnya itu Pendamping Desa menyampaikan beberapa regulasi yang ada terkait dengan peran desa dalam penanganan stunting di desa diantaranya adalah Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, Peraturan Bupati Wakatobi Nomor  29 Tahun 2021, Peraturan Menteri Keuangan  Nomor 190 Tahun 2021, Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 7 Tahun 2021 dan Isu Strategis Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2023. Rembuk Stunting ini  menghasilkan beberapa prioritas utama kegiatan yang akan diusulkan pada saat musyawarah perencanaan pembangunan desa tahun anggaran 2023, karean rembuk stunting adalah pra musyawarah perencanaan pembangunan desa dan kebetulan desa Palahidu Barat belum melakukan proses Musrenbangdes Tahun Anggaran 2023. Hasil Rembuk Stunting ini dimuat dalam Berita Acara yang oleh fasilitator dalam hal ini pendamping desa kabupaten memberikan mandat kepada Kader Pembangunan Manusia (KPM) atau Bidan Desa untuk menyampaikannya pada saat musyawarah perencanaan desa.

 

Penulis :  Jumiadin  (TAPM Wakatobi)

Sabtu, 06 Agustus 2022

Bupati Wakatobi H. Haliana, SE Menyerahkan Bantuan Ketahanan Pangan Kepada Kelompok Tani Desa Pada Raya Makmur

 


Bupati Wakatobi H. Haliana, SE Didampingi Camat WangiWangi,
Sekdin Ketahanan Pangan, Kades Pada Raya Makmur, Babinsa, TPP Wakatobi dan
Kelompok Tani Melakukan Foto Bersama


 WANGIWANGI – WakatobiChannel – Bupati Wakatobi, Bapak H. Haliana, SE menyerahkan bantuan program Ketahanan Pangan yang bersumber dari Dana Desa di Desa Pada Raya Makmur Kecamatan WangiWangi kepada kelompok tani, hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 104 tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2022 yang menyebutkan bahwa Dana Desa salah satu penggunaannya adalah untuk  Program Ketahanan Pangan Nabati dan Hewani paling sedikit 20 % dari pagu Dana Desa. Maka berdasarkan itu Pemerintah Desa Pada Raya Makmur telah mengalokasikan Anggaran Dana Desa untuk kegiatan dimaksud yang hari ini (5/8/2022) diserahkan langsung oleh Bupati Wakatobi kepada sejumlah kelompok tani sayur-sayuran. Acara penyerahan bantuan ini juga ikut serta dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan, Babinsa, Tim Penyuluh Pertanian Kecamatan WangiWangi dan Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Wakatobi.

Bupati Wakatobi, H. Haliana, SE dalam sambutannya mengatakan, “semoga bantuan Ketahanan Pangan ini dapat bermanfaat dan memenuhi kebutuhan pangan lokal daerah Kabupaten Wakatobi, petani yang ada di desa harus fokus untuk bagaimana meningkatkan ketersedian pangan melalui program unggulannya karena disisi lain ini adalah peluang untuk  menciptakan lapangan kerja bagi warga dan tentunya akan memberikan pendapatan bagi keluarganya. Dalam hal pemenuhan pangan ini pemerintah hadir dan berkolaborasi untuk mensinergikan berbagai kegiatan pemerintah baik pemerintah pusat, daerah dan desa untuk bisa mewujudkan ketahanan pangan di desa, “katanya.

Tampak Bapak H. Haliana Berdiskusi Dengan Camat WangiWangi, Kepala Desa Pada Raya
Penyuluh Pertanian dan TPP Dalam Kunjungan Lapangan ke Kebun Kelompok Tani 

Kepala Desa Pada Raya Makmur Jay Wangi, S.Sos mengatakan, “di dalam APBDes Desa tahun anggaran 2022 ini khususnya Dana Desa telah kami alokasikan anggaran sebesar Rp 196.716.540,- untuk kegiatan ketahanan pangan dan hewani. Adapun kelompok tani penerima bantuan ini adalah berasal dari 3 dusun yang ada di Desa Pada Raya Makmur ini dengan jenis bantuan berupa bibit sayur-sayuran seperti bibit kangkung, sawi, kacang panjang dan pupuk,” katanya. Ditambahkan pula bahwa sebenarnya bantuan berupa bibit ini bukan baru tahun ini tetapi dari tahun-tahun sebelumnya kami selalu programkan karena ini sudah menjadi kebutuhan warga desa kami yang bermata pencaharian sebagai petani, dan kami berharap bahwa bantuan ini dapat meningkatkan produksi sayuran mereka karena rata-rata mereka ini juga penjual sayur di pasar yang ada di WangiWangi ini, “jelasnya.

 

Tenaga Ahli Kabupaten Wakatobi, Andi Liburang
 Menyerahkan Bantuan Kepada Kelompok Tani

Sementara itu Tenaga Ahli Kabupaten Wakatobi, Andi Liburang, ST yang ikut hadir pada acara itu mengatakan, “ kegiatan ketahanan pangan di Kabupaten Wakatobi yang bersumber dari Dana Desa pada tahun anggaran 2022 ini secara keseluruhan sebesar Rp. 10. 805.566.690,00 -. Yang tersebar di 75 desa yang ada, tentunya telah dimanfaatkan sesuai dengan potensi desanya untuk pengembangan pertanian, perikanan, peternakan guna mewujudkan desa tanpa kelaparan, “jelasnya. Ditambahkan pula bahwa program ketahanan pangan ini merupakan salah satu strategi untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan desa (sustainable development goals desa) khususnya desa tanpa kelaparan dan desa tanpa kemiskinan yang mana harus adanya sinergitas antara pemerintah pusat, daerah dan desa serta lintas sektor dalam pelaksanannya khususnya di Wakatobi ini sejalan dengan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati yakni Merdeka Pangan, “ungkapnya.

 

Reportase       :  Andi Liburang

Penyunting      :  Jumiadin

 


Jumat, 05 Agustus 2022

Desa Sombu Menetapkan Data SDGs Desa Tahun 2022 Melalui Musyawarah Desa

 

Musyawarah Desa Penetapan Data SDGs Desa Tahun 2022 Desa Sombu Kec. WangiWangi


WangiWangi, WakatobiChannel – Pemerintah Desa Sombu Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi adalah salah satu desa yang telah menyelesaikan Pemutakhiran data SDGs Desa Tahun 2022 sehingga sebagai tindak lanjut dari rencana aksi di tingkat desa dalam rangka pendataan dan pemutakhiran data SDGs Desa Tahun 2022 adalah kemarin (4/8/2022) Pemerintah Desa Sombu  telah melaksanakan musyawarah desa penetapan hasil pemutakhiran data SDGs Desa Tahun 2022.

Musyawarah Desa Penetapan Data SDGs Desa tahun 2022 Desa Sombu turut dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan Wangi-Wangi, Babinsa, Bhabikantibmas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tokoh – tokoh Masyarakat, Anggota Pokja Pemutakhiran dan Mahasiswa IAIN Kendari  yang sementara melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sombu serta TPP Kabupaten Wakatobi (Tenaga Ahli, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa).

La Ndilu - Kepala Desa Sombu
Kepala Desa Sombu  La Ndilu dalam sambutannya  memberikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendampingi Desa Sombu, kepada para Pendamping di Kecamatan Wangi-Wangi Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD), para perangkat desa dan mahasiswa IAIN Kendari .  “Kami memberikan apresiasi dan terima kasih banyak kepada semuanya yang telah bekerja maksimal dalam proses pemutakhiran data SDGs Desa ini sehingga bisa dituntaskan dan hari ini kita tetapkan dalam forum musyawarah desa. Hal yang dilakukan dalam proses pendataan ini adalah memutakhirkan data tahun 2021 yang telah diupload melalui aplikasi smartphone pendataan SDGs Desa sedangkan data baru dalam hal ini data keluarga dan individu dilakukan pendataan dan kemudian diinput dalam website SDGs Desa Kementerian Desa PDTT. Hasil Pemutakhiran Data SDGs Desa ini telah termuat dalam berita acara yang telah disepakati pada musyawarah desa ini bersama BPD Sombu yakni  terkait dengan Data Desa, Data Dusun, Data Keluarga dan Data Individu,” katanya

La Hadidu - PLD Sombu
Sementara itu Pendamping Lokal Desa (PLD) Desa Sombu, La Hadidu mengatakan  bahwa,  “ tahapan awal pembangunan desa sesuai Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 21 tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembanguna Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah  Pendataan, sehingga pendataan ini sangat penting untuk penyusunan perencanaan pembangunan desa.  Di desa saat ini ada dua jenis data yang tiap tahun ini menjadi rutinitas pemerintah desa dalam melakukan pemutakhiran data yaitu data Indeks Desa Membangun (IDM) dan Data Sustainable Developmnet Goals Desa (SDGs Desa).  Alhamdulillah dua data ini untuk tahun 2022 di desa dampingan kami telah dimutakhirkan dimana berdasarkan pemutakhiran data IDM tahun 2022 menunjukkan Desa Sombu sebagai Desa Maju dan ada beberapa rekomendasi untuk kegiatan tahun 2023, sama halnya juga dengan data SDGs Desa yang oleh kementerian desa dalam websitenya selalu ada rekomendasi program untuk tahun 2023 dalam rangka percepatan pencapaian 18 goals SDGs Desa”, ungkapnya. 

 

Reportase : Hadidu

Penyunting : Jumiadin


Jumat, 03 Juni 2022

Kepala Desa Kahianga Menyerahkan Bantuan Ketahanan Pangan Dan Hewani Kepada Kelompok Ternak

 

Penyerahan Bibit Sapi Dari Pemerintah Desa Kahianga Kepada Kelompok Ternak 
Kegiatan Ketahanan Pangan dan Hewani Dana Desa  TA 2022 


TOMIA – WakatobiChannel – Peraturan Presiden Nomor 104 tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2022 disebutkan bahwa Dana Desa ditentukan penggunaannya untuk  Program Ketahanan Pangan Nabati dan Hewani paling sedikit 20 % dari pagu Dana Desa. 

Desa Kahianga Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi  telah mengalokasikan dana dalam Anggaran dan Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2022 sesuai dengan amanah Perpres 104 tahun 2021 sebesar 20% dari Pagu Dana Desa untuk kegiatan Ketahanan Pangan dan Hewani sehingga dalam APBDes terdapat anggaran sebesar Rp 163.105.800,- untuk kegiatan pengembangan Peternakan, Pertanian dan Perikanan.

Ferdiang Agung, ST - Kepala Desa Kahianga
Kepala Desa Kahianga Ferdiang Agung, ST menjelaskan, “berdasarkan regulasi yang ada maka di dalam APBDes Desa Kahianga tahun anggaran 2022 ini khususnya Dana Desa telah kami alokasikan anggaran sebesar Rp 163.105.800,- untuk kegiatan ketahanan pangan dan hewani yaitu fokus pada pengembangan peternakan, pertanian dan perikanan, ini sesuai dengan potensi lokal desa, dimana warga desa kami bermata pencaharian sebagai petani, peternak dan nelayan. Adapun kegiatannya adalah pengadaan bibit ternak sapi, pengadaan bibit kopi dan umbi-umbian, alat pengolahan kopi, pengadaan sarana prasarana untuk pengembangan budidaya ikan yang akan diberikan kepada kelompok-kelompok tani dan ternak serta perikanan yang ada di desa agar dapat dikelola atau dikembangkan sehingga ketersedian pangan di desa dapat terpenuhi dan cukup serta diharapkan agar dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa kami dari usaha yang dikembangkannya, “jelasnya.


Penyerahan Bantuan Sapi Kepada Kelompok Ternak Disaksikan Oleh TPP Wakatobi
 BPD dan LPM serta BUMDES


Ditempat yang sama Sekretaris Desa Kahianga Edi Suherman Halim yang didampingi oleh para Pendamping Desa Kecamatan Tomia Timur mengatakan, “ pada kegiatan Dana Desa tahun ini untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat kami fokus pada tiga bidang yakni bidang peternakan, pertanian dan perikanan. Namun untuk tahap 1 ini kami telah alokasikan untuk pengadaan bibit ternak sapi sedangkan untuk tahap 2 nanti baru untuk bidang pertanian dan perikanan, “katanya. Pendamping Desa Kecamatan Tomia Timur Asnafi dan Zulkifly bersama anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang ikut menyaksikan penyerahan bibit sapi kepada kelompok ternak mengiyakan apa yang telah dijelaskan oleh Kepala Desa dan Sekretaris Desa Kahiangan terkait kegiatan ketahanan pangan dan hewani di Desa Kahianga.

Sahbudin, SE - PLD Kahianga
Sementara itu Pendamping Lokal Desa (PLD) Desa Kahianga Sahbudin, SE mengatakan, “di Desa Kahianga Tahun Anggaran 2022 ini untuk kegiatan ketahanan pangan dan hewani adalah kami merujuk pada Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2022 dimana sudah dijelaskan bahwa untuk kegiatan ketahanan pangan dan hewani difokuskan untuk pengembangan pertanian dan peternakan, olehnya itu maka dalam proses perencanaan desa kami telah mendorong dan memberikan pemahaman kepada pemerintah desa dan masyarakat bahwa berdasarakan potensi desa kita dan sudah ada beberapa masyarakat yang sukses pada usaha peternakan maka  dalam hal untuk pengembangan peternakan ini kami memberikan dukungan saran dan masukan untuk  pengadaan bibit ternak sapi sebagaimana juga adanya usulan dari masyarakat.

Sahbudin juga menambahkan bahwa, “untuk kegiatan pengembangan peternakan ini ada 2 kelompok peternak dimana masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang sehingga secara keseluruhan pengadaan ternak ini sebanyak 10 ekor dan ada mekanisme pengelolaan dalam hal ini bekerjasama dengan BUMDes SuoSuo Kahianga, “imbuhnya.

 

Reportase       :  Sahbudin (PLD), Asnafi – Zulkifly (PD)

Penyunting      :  Jumiadin


Senin, 18 April 2022

Desa Tampara Berdayakan Petani dan Peternak Melalui Program Ketahanan Pangan Dana Desa

 

Kegiatan Ketahanan Pangan : Penyerahan Bibit Sayur Kepada Kelompok Tani
Desa Tampara Kecamatan Kaledupa Selatan


KALEDUPA – WakatobiChannel – Ketahanan Pangan merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup, aman, merata dan terjangkau untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Dalam hal agar ketersedian pangan terpenuhi dalam kondisi yang cukup dan untuk menghindari kekurangan pangan pada masa pandemi Covid19 maka pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 104 tahun 2021 tentang Rincian APBN Tahun 2022 disebutkan bahwa Dana Desa ditentukan penggunaannya untuk  Program Ketahanan Pangan Nabati dan Hewani paling sedikit 20 % dari pagu Dana Desa. 

Penyerahan Kambing Kepada Kelompok Ternak Desa Tampara
disaksikan oleh PLD Tampara  Safaruddin


Desa Tampara Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi  telah mengalokasikan dana dalam Anggaran dan Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2022 sesuai dengan amanah Perpres 104 tahun 2021 sebesar 20% dari Pagu Dana Desa untuk kegiatan Ketahanan Pangan dan Hewani sehingga dalam APBDes terdapat  Rp 133.101.800,- untuk kegiatan pengembangan Pertanian dan Peternakan. 

Sarifuddin, S. Pd - Pj Kades Tampara

Penjabat Kepala Desa Tampara Sarifuddin, S. Pd menjelaskan, “di dalam APBDes tahun ini  kami khususnya Dana Desa telah dianggarkan sebesar Rp 133.101.800,- untuk kegiatan ketahanan pangan dan hewani yaitu fokus pada pengembangan pertanian dan peternakan, ini sesuai dengan potensi desa kami dimana warga desa kami bermata pencaharian sebagai petani dan juga peternak khususnya kambing. Adapun kegiatannya adalah pengadaan bibit sayuran, pengadaan bibit ternak kambing dan pengadaan kandang kambing yang akan diberikan kepada kelompok-kelompok tani dan ternak yang ada di desa agar dapat dikelola atau dikembangkan sehingga ketersedian pangan di desa dapat terpenuhi dan cukup serta diharapkan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa kami, “jelasnya.

Rasdir, SE - PD
Sementara itu Pendamping Desa Kecamatan Kaledupa Selatan Rasdir, SE mengatakan, “untuk kegiatan ketahanan pangan di Desa Tampara ini yaitu pengadaan bibit sayuran diantaranya adalah bibit sayur Kangkung, Paria dan Terung telah diserahkan kepada 4 kelompok tani dimana setiap kelompok terdiri dari 7-8 orang, sedangkan untuk pengadaan ternak juga telah diserahkan kepada kelompok ternak sebanyak 5 kelompok ternak untuk Tahap I ini sebayak  3 ekor per kelompok yaitu 1 ekor jantan dan 2 ekor betina, sehingga untuk kelompok ternak ini pemerintah desa telah menyerahkan 15 ekor kambing, “katanya.

Rasdir juga menambahkan bahwa, “untuk kegiatan pengembangan peternakan ini ada 10 kelompok peternak dimana masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang sehingga secara keseluruhan pengadaan ternak ini senbanyak 30 ekor dan pengadaan kandang ternak sebanyak 10 unit, artinya masing-masing kelompok nanti akan memiliki 1 kandang, “imbunya.

 



Reportase       :  Rasdir (PD)  -  Safarudin (PLD)

Penyunting      :  Jumiadin


WISATA

Camat Tomia Apresiasi Prestasi Desa Waitii Barat

  Camat Tomia Mendampingi Wakil Bupati Wakatobi dan Kepala Dinas PMD Wakatobi  Meninjau Kesiapan Desa Dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Sula...