WAKATOBI REGENCY

Welcome to Wakatobi Dive Resort

Resort Wakatobi

Welcome to Wakatobi

Patuno Resort Wakatobi

Welcome to Patuno Resort Wakatobi

Lakota Beach Tomia

Lakota Beach Terdapat di Pulau Tomia

Runduma Island

Di Pulau Ini Terdapat Satwa Penyu

Selamat Bergabung di Pusat Informasi Pembangunan Desa dari Segitiga Karang Dunia Kabupaten Wakatobi

Jumat, 13 November 2020

Gus Menteri Ingatkan Calon Kades Untuk Mengacu Pada SDGs Desa Dalam Menyusun Visi Misi

 





JAKARTA - WakatobiChannel - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta calon Kepala Desa agar mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs) Desa saat menyusun visi dan misi.

Hal itu disampaikan saat rapat koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah yang membahas persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang bakal digelar pada awal 2021.

"Ini pas banget dengan momentum yang digelar hari ini terkait dengan Pilkades, kami berharap kedepan seluruh konten, arah kebijakan pembangunan, visi misi Kepala Desa itu bertumpu atau merujuk pada SDGs Desa," kata Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri saat memberikan arahan secara daring, Kamis (12/11/2021).

Menurut Gus Menteri, saat ini Kepala Desa tidak perlu bingung merumuskan arah pembangunan desa karena semuanya sudah tertuang dalam SDGs Desa, Kepala Desa hanya perlu menentukan poin mana saja yang akan dijadikan prioritas.

Gus Menteri kembali menegaskan, setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan Pilkades serentak 2021, yang pertama semua kandidat harus mempelajari kondisi obyektif desa, masalah, potensi dan rekomendasi pembangunan desa, termasuk prioritas SDGs Desa.

Selanjutnya, calon Kepala Desa dapat menggunakan prioritas SDGs Desa sebagai substansi visi dan misi pembangunan desa dengan sehingga warga desa bisa mencermati lebih tajam dan utuh terhadap visi dan misi tersebut.

Catatan Gus Menteri yang ketiga adalah, calon Kepala Desa yang terpilih dapat dipastikan mampu menyelesaikan RPJMD dalam waktu tiga bulan setelah penetapan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Dan yang tidak kalah pentingnya adalah mampu menghindarkan visi, misi dan RPJMDes dari sekedar replikasi dokumen lain atau copy paste," imbuhnya.

Sebelum mengakhiri arahannya, Gus Menteri menjelaskan terkait penggunaan Dana Desa untuk belanja Alat Pelindung Diri (APD) dan alat kesehatan lainnya untuk mencegah penolaran Covid-19 saat pelaksanaan Pilkades serentak 2021.

"Penggunaan Dana Desa untuk pengadaan alat pelindung diri di dalam pelaksanaan Pilkada sangat diberikan ruang yang cukup, tentu dengan tetap merujuk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk tata cara penganggaran," pungkasnya.

Foto: Matin/Humas Kemendes PDTT

Teks: Badriy/Humas Kemendes PDTT

Kamis, 12 November 2020

BUDI ARIE : Perempuan Harus Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

 




JAKARTA - WakatobiChannel - Wakil Menteri Desa  Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi meminta agar perempuan-perempuan desa turut terlibat aktif dalam setiap pembangunan di desa.

Budi Arie yakin, kemampuan perempuan tidak kalah dengan laki-laki, hanya saja sering kali tidak memiliki kesempatan yang sama, karena dipandang sebagai entitas reproduksi generasi ke generasi.

"Selama ini kita beranggapan perempuan ini tugasnya hanya sebagai alat reproduksi generasi ke generasi yang lain," kata Budi Arie saat menutup acara Webinar Pemberdayaan Perempuan di Desa, di Grand Sahid, Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Budi Arie melanjutkan, tugas besar perempuan adalah harus menghapus anggapan-anggapan yang selama ini melekat pada dirinya, dengan cara menunjukkan bahwa perempuan juga bisa menjadi bagian dari pembangunan Indonesia khususnya di desa.

Perempuan yang selama ini sudah aktif di bidang sosial juga sebaiknya segera berkembang ke bidang yang lainnya, khususnya di bidang ekonomi.

"Perempuan jangan hanya di sosial tapi dia harus di ekonomi karena semakin banyak perempuan maju, perempuan entrepreneur, perempuan yang mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan dan pergerakan ekonomi maka Indonesia akan cepat maju," imbuhnya.

"Jika mendidik laki-laki, kita mendidik seseorang tapi jika mendidik seorang perempuan maka kita mendidik sebuah bangsa," kata Budi Arie.

Dengan keterlibatan perempuan hebat tersebut, Budi Arie optimis desa akan maju sehingga Indonesia maju akan segera terwujud.

"Omong kosong Indonesia maju tanpa desa-desa yang maju, jika masih banyak data desa tertinggal maka Indonesia akan sulit dikatakan bisa maju," pungkasnya.

Foto: Matin/Humas Kemendes PDTT

Teks: Badriy/Humas Kemendes PDTT

Rabu, 11 November 2020

SDG's Desa Solusi Penyelesaian Persoalan Perempuan Di Desa

 


  



Jakarta - WakatobiChannel - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transgmigrasi telah menetapkan arah pembangunan desa hingga tahun 2030 mendatang yang disebut dengan SDGs Desa dengan merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

SDGs Desa adalah pembangunan total atas desa. Seluruh aspek pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh warga desa tanpa ada yang terlewat (no one left behind) yang mengarah pada 18 tujuan pembangunan berkelanjutan.

Salah satu segmen dari SDGs Desa ini adalah Desa Ramah Perempuan. "Ini jadi perhatian karena Perempuan termasuk menentukan arah pembangunan bangsa," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam pernyataan pers virtual, Rabu (11/11/2020).

Sejumlah data dan fakta disajikan Gus Menteri, sapaan akrabnya, seperti proporsi perempuan yang biasa menggunakan telepon genggam cenderung lebih rendah daripada laki-laki yang artinya, jaringan komunikasi dan peluang memperoleh pengetahuan secara mandiri bagi perempuan lebih rendah daripada laki-laki.

Meskipun cenderung meningkat, proporsi jabatan manager untuk perempuan cenderung jauh lebih rendah daripada laki-laki, artinya, memang ada peningkatan posisi pekerjaan kelas menengah bagi perempuan, namun proporsinya masih jauh lebih rendah daripada laki-laki. Ini menandakan belum terwujud kesetaraan gender untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

"Belum ada kesetaraan di ruang publik ini bisa dilihat kursi parlemen yang diduduki perempuan cenderung jauh lebih rendah daripada laki-laki. Perempuan yang duduki kursi parlemen didaerah lebih tinggi dibanding di pusat. Ini artinya posisi perempuan dalam ruang publik dan penentuan arah pembangunan masyarakat masih rendah," kata Gus Menteri.

Hal lain, kekerasan seksual yang dialami perempuan di kota lebih tinggi daripada di desa. Namun, kekerasan di desa cenderung pada pemerkosaan (seksual kontak) sementara di kota cenderung pada pelecehan (tanpa kontak seksual). Olehnya, dibutuhkan kebijakan represif bagi pelaku dan kebijakan rehabilitatif bagi korban (perempuan muda).

Gus Menteri mengatakan, masih terjadi ketidaksetaraan gender yang masih terjadi lebih bersifat struktural, sehingga membutuhkan kebijakan yang memihak perempuan. Perlunya arah kebijakan utnuk meningkatkan partisipasi perempuan, melindungi perempuang dan meningkatkan akses dalam ranah publik.

"Olehnya, Desa Ramah Perempuan dalam SDGs Desa harus diwujudkan. Untuk bisa mengukur, kami pun menyusun sejumlah indikator-indikator untuk menilai Desa Ramah Perempuan," kata Gus Menteri.

Indikator yang dimaksud adalah Perdes/SK Kades yang responsif gender mendukung pemberdayaan perempuan minimal 30%, dan menjamin perempuan untuk mendapatkan pelayanan, informasi, dan pendidikan terkait keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Selanjutnya, angka partisipasi kasar (APK) SMA Sederajat capai 100 persen.

Persentase jumlah perempuan di Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perangkat desa minimal 30%, dan persentase jumlah perempuan yang menghadiri musdes dan berpartisipasi dalam pembangunan desa minimal 30%. 

Prevalensi kasus kekerasan terhadap anak perempuan mencapai 0 persen dan Kasus kekerasan terhadap perempuan yang mendapat layanan komprehensif mencapai 100%

Median usia kawin pertama perempuan (pendewasaan usia kawin pertama) di atas 18 tahun, dan angka kelahiran pada remaja usia 15-19 tahun (age specific fertility rate/ASFR) mencapai 0% dan Unmeet need kebutuhan ber-KB mencapai 0%, dan Pasangan Usia Subur (PUS) memahami metode kontrasepsi modern minimal 4 jenis

Gus Menteri mencontohkan, untuk tingkatkan pemberdayaan perempuan dan kebijakan desa yang responsif gender seperti menyusun Perdes/SK Kades tentang pemberdayaan perempuan, Program pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis rumah tangga, Bantuan permodalan dan pelatihan kewirausahaan mandiri, dan Pembentukan dan pelatihan bagi kader desa tentang gender.

"Untuk meningkatkan keterwakilan perempuan dan perencaaan desa dengan cara memberikan ruang partisipasi perempuan dalam pemerintahan desa dan BPD, berikan kuota untuk perempuan terlibat dalam Musyawarah Desa, penguatan lembaga perempuan dan pelatihan kepemimpinan perempuan," kata Gus Menteri.

Dan untuk tingkatkan pelayanan penyelesaian kasus kekerasan terhadap perempuan, yaitu dengan mendirikan Lembaga/pos pengaduan kekerasan terhadap anak dan perempuan, fasilitasi dan memberikan pendampingan kepada korban, fasilitasi perlindungan korban kekerasan perempuan dan sosialisasi tentang perlindungan kekerasan.

Foto: Angga/Humas Kemendes PDTT

Teks: Firman/Humas Kemendes PDTT

Selasa, 10 November 2020

WAMENDES : Mengajak Masyarakat Untuk Gotong Royong Membangun Negeri

 



Jakarta - WakatobiChannel - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan 2020 di Operational Room Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Bertemakan “Pahlawanku Sepanjang Masa”, upacara ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi.

Dalam arahannya, Wamendes Budi Arie mengatakan, meskipun dalam kondisi pandemi COVID-19, peringatan hari pahlawan tahun 2020 diharapkan dapat berlangsung secara khidmat dan tidak kehilangan makna.

“Bahkan dapat memberikan energi tambahan untuk menggugah kesadaran segenap elemen bangsa untuk terus bersatu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk berpartisipasi memperingati Hari Pahlawan tahun 2020 sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa para pahlawan.

“Sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers kita, Sukarno, yang menyatakan bahwa “…hanya bangsa yang menghargai jasa pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar…” jelasnya.

Wamendes PDTT Budi Arie kemudian mengajak pegawai Kemendes PDTT dan juga masyarakat untuk  melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan bersatu, bergotong royong mengisi kemerdekaan membangun negeri. Ia berpesan, Jangan sia-siakan perjuangan para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya demi bumi pertiwi ini.

“Kita buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang tangguh, berdaya saing, penuh dengan daya kreasi yang tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia.” Tegas Wamendes PDTT.

Sebagai informasi, peringatan upacara hari pahlawan 2020 di kantor Kemendes PDTT digelar secara terbatas.  Upacara yang diikuti seluruh pejabat dan pegawai Kemendes PDTT, baik ASN dan PPNPN juga digelar secara virtual.

Foto: Sigit/Humas Kemendes PDTT

Teks: Rifqi/Humas Kemendes PDTT

Karang Taruna Watu Longe Peropa Siap Bermitra Dengan Pemerintah Desa

 

Pengurus Karang Taruna Watu Longe Desa Peropa Kec Kaledupa Selatan



KALEDUPA, WakatobiChannel - Karang Taruna merupakan organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggungjawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial.

Hal inilah yang menginspirasi dan mendorong Pemuda Pemudi Desa Peropa Kecamatan Kaledupa Selatan untuk membentuk sebuah wadah generasi muda di Desa Peropa dalam mengembangkan dirinya terutama untuk membantu membangun desanya melalui kegiatan sosial kemasyarakatan.

Niat baik pemuda pemudi desa ini kemudian disampaikan kepada Pemerintah Desa Peropa dan Alhamdulillah mendapat respon positif dari  Kepala Desa sehingga difasilitasilah pertemuan dalam rangka pembentukan Karang Taruna Desa Peropa.

Suasana Rapat Pembentukan Karang Taruna Desa Peropa


Penjabat Kepala Desa Peropa, Rifai, A.Ma.Pd dalam sambutannya mengatakan, “ pembentukan Karang Taruna Desa Peropa ini  sangat baik dan kami dari pemerintah desa sangat mendukung sehingga jika pemuda dan pemudi punya kegiatan dan membutuhkan keterlibatan pemerintah desa kami akan sangat mendukung dan akan selalu meluangkan waktunya untuk berkolaborasi bersama demi kemajuan desa yang kita sangat cintai ini, “katanya.

Beliau menambahkan, “ kami berharap agar kita semua selalu menjaga hubungan baik antara sesama, jangan ciptakan kubu-kubuan diantara kita, hindari politik praktis yang akan merusak citra organisasi jika belum memaknai politik dengan baik, “imbuhnya.

Rasdir, SE Penggerak Desa Peropa

Sementara itu Rasdir, SE selaku Tokoh Pemuda Desa Peropa menjelaskan, “ pembentukan Karang Taruna Desa Peropa ini dilaksanakan pada tanggal 1 November 2020 bertempat di Aula Kantor Desa Peropa dan turut dihadiri oleh Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta semua pemuda pemudi Desa Peropa, sekaligus juga pemilihan pengurus Karang Taruna dengan Pengurus terpilih adalah Ketua Jaharna ; Sekretaris Mahafia dan Bendahara Suhersi, adapun nama Karang Taruna Desa Peropa ini adalah Karang Taruna Watu Longe “jelas Rasdir yang juga Pendamping Desa Kaledupa Selatan ini.

Pembentukan Karang Taruna Desa Peropa ini tetap mengacu pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 77/HUK/2010 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna yang mempunyai fungsi diantaranya mencegah timbulnya masalah sosial, khususnya generasi muda ; meningkatkan usaha ekonomi produktif ‘ menumbuhkan, memelihara kesadaran dan tanggungjawab sosial masyarakat terutama generasi muda untuk berperan secara aktif dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial ; dan menumbuhkan, memperkuat dan memelihara kearigan lokal. (diri 10/10/2020)

 

 

 Penulis : Rasdir (PDP - Kaledupa Selatan)

Editor    : Jumie

 

 


Puteri Indonesia 2015 Bersama KBA Wakatobi Desa Teemoane Melakukan Sosialisasi Pencegahan Stunting

 

Maria Harfanti (Puteri Indonesia 2015), Anggun Lestari (Duta Pariwisata Sultra), Yulika
 (PIC ASTRA) bersama Masyarakat Desa Teemoane  Dalam Acara Sosialisasi Pencegahan Stunting



PT. Astra Internasional Tbk melalui Program Kampung Berseri Astra (KBA) yang merupakan program Kontribusi Sosial Berkelanjutan Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pengembangan yang mengintegrasikan 4 nilai program, yaitu: Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan, dan Kesehatan

Melalui program Kampung Berseri Astra, masyarakat dan perusahaan dapat berkolaborasi untuk bersama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kampung Berseri Astra.



Salah satu Kampung Berseri Astra yang ada adalah Kampung Berseri Astra Wakatobi (KBA Wakatobi) yang berada di Desa Teemoane Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi. Dalam mengimplementasikan programnya kepada masyarakat Kampung Berseri Astra Wakatobi (KBA Wakatobi) Desa Teemoane melakukan Sosialisasi Pencegahan Stunting yang mana semua anggaran berasal dari PT Astra Internasional Tbk.

Tujuan Sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan bahaya stunting sekaligus mensosialisasikan agar masyarakat dapat melakukan pencegahan dan penanganan sejak dini. Adapun peserta sosialisasi ini adalah masyarakat Desa Teemoane (30 orang ibu-ibu yang masih produktif), Guru PAUD dan TK yang turut dihadiri oleh Maria Harfanti (Putri Indonesia 2015), Anggun Lestari (Duta Pariwisata Sultra) dan  Ibu Yulika (PIC Astra ) masing-masing sebagai Narasumber kegiatan Sosialisasi Stunting. 

Nur Amalia, SH 

Nur Amalia, SH selaku pendamping KBA Wakatobi Desa Teemoane mengatakan, “selain melakukan Sosialisasi Pencegahan Stunting, KBA Wakatobi Desa Teemoane ini juga melakukan Workshop Pemanfaatan Pangan Lokal Pembuatan Makanan Bergizi bagi ibu hamil, bayi dan balita seperti pembuatan Onde-Onde dari ubi ungu dan nudget dari ikan dan kelor sekaligus makan-makan bersama, “katanya.

Pak Nur, begitu sapaannya mengharapkan agar dengan adanya kegiatan ini masyarakat bisa lebih memperhatikan kondisi kesehatan keluarganya dalam hal pencegahan bahaya stunting, dan juga Pemerintah Desa untuk memberikan dukungan melalui intervensi anggaran melalui Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDes)  untuk mendukung kegiatan-kegiatan pencegahan dan penanganan Stunting. Harapan ini juga ditujukan kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi untuk tetap membangun kemitraan dengan KBA Wakatobi Desa Teemoane, apalagi Desa Teemoane telah ditetapkan sebagai lokasi khusus (lokus) stunting di Kabupaten Wakatobi, sehingga harus ada upaya bersama secara terintegrasi untuk pencegahan stunting di Desa Teemoane ini.  

Nur Amalia mewakili PT Astra Internasional Tbk menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Pemerintah Desa Teemoane yang telah melakukan mitra dengan KBA Wakatobi Desa Teemoane  dalam hal pencegahan dan penanganan Stunting di Desa Teemoane Kecamatan Tomia, “pungkasnya.

 

Penulis : Jumiadin 

Senin, 09 November 2020

TAPM Sultra Mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Informasi Dan Publikasi Media Online

 

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Pengelolaan Informasi  Publikasi
Melalui Media Online, Tampak Jumiadin ( TA - TTG Wakatobi) Dan Irvan Umar (TA-TTG Konawe)



KENDARI, WakatobiChannel – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi hari ini 9 November 2020 melanjutkan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Pengelolaan Informasi Dan Publikasi Melalui Media Online untuk Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara, Papua dan Papua Barat.  Pelatihan ini diikuti oleh Tenaga Ahli P3MD yang khusus membidangi Media Informasi dan Publikasi (PIC MIP Kabupaten/Kota) dengan jumlah peserta sebanyak 56 orang yang terdiri Provinsi Sulawesi Tenggara 16 orang , Papua 28 orang dan Papua Barat 12 orang yang diselenggarakan secara virtual. Pelatihan ini merupakan cluster ke tujuh dari delapan cluster terakhir yang akan dilaksanakan tanggal 10 November dengan peserta adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Maluku Utara.




Kegiatan peningkatan kapasitas ini diharapkan agar adanya kemampuan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dalam menggunakan media sosial dengan baik dan bijak termasuk mampu mengoperasionalkan sosial media sebagai salah satu sarana publikasi untuk mendukung dan mensosialisasikan berbagai program strategi Kementerian Desa PDTT, kegiatan pendampingan TPP sendiri di lokasi tugas masing-masing termasuk kegiatan pemerintah desa.





Materi utama yang disampaikan adalah terkait dengan Basic Social Media Strategic Plan Kemendes PDTT, Jurnalistik TV, Teknik Menulis Naskah Berita TV, Dasar - Dasar Video Editing dan Tehnik Komposisi dan Transisi Gambar dengan Pemateri yang memiliki kompetensi dan professional dibidangnya diantaranya Ario Agung, Harison Fadillah dan Andi Asrul Sanif F.

Sultan Darampa selaku TAM KPW Sultra mengatakan, “ Pelatihan peningkatan kapasitas ini khusus di Sulawesi Tenggara diikuti oleh semua PIC MIP Kabupaten dan saya selaku PIC MIP Sultra, dengan harapan bahwa semua peserta akan mampu mentrasfer ilmu juranalistiknya kepada Pendamping Desa (PD dan PLD) dalam membuat berita dan video yang nantinya akan  dipublikasikan melalui media sosial yang dimiliki oleh media kabupaten maupun media sosial yang dimiliki oleh tenaga  pendamping profesional, “katanya.

 

Penulis : Jumiadin (TA - TTG WAKATOBI)

 


WISATA

Camat Tomia Apresiasi Prestasi Desa Waitii Barat

  Camat Tomia Mendampingi Wakil Bupati Wakatobi dan Kepala Dinas PMD Wakatobi  Meninjau Kesiapan Desa Dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Sula...