WAKATOBI REGENCY

Welcome to Wakatobi Dive Resort

Resort Wakatobi

Welcome to Wakatobi

Patuno Resort Wakatobi

Welcome to Patuno Resort Wakatobi

Lakota Beach Tomia

Lakota Beach Terdapat di Pulau Tomia

Runduma Island

Di Pulau Ini Terdapat Satwa Penyu

Selamat Bergabung di Pusat Informasi Pembangunan Desa dari Segitiga Karang Dunia Kabupaten Wakatobi

Rabu, 02 Desember 2020

BLT DD Lanjut Sampai Desember 2021

 





JAKARTA - WakatobiChannel - Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Dirjen PPMD Kementerian Desa PDTT, M.Fachri Labalato mengungkapkan bahwa hampir pasti bahwa bantuan tunai langsung akan berlanjut hingga di 2021. 


Diperkirakan bahwa BLT pada 2021 adalah sebesar Rp 200.000 setiap KPM pada setiap bulan mulai Januari sampai Desember 2021. 


Fachri mengakui bahwa kemungkinan mekanismenya masih tetap sama dengan 2020, utamanya yang terkait langsung dengan kelompok penerima manfaat. 


"Jadi jumlah KPM-nya tetap akan menggunakan data hasil updating terakhir," ungkapnya seraya meminta tetap menunggu regulasi yang baru, utamanya Permendes yang secara khusus mengatur ini.


Regulasi ini juga akan diiringi dengan musyawarah desa sama halnya dengan Musdes di 2020. Yang pastinya tetap menunggu regulasi yang lebih teknis. 


"Untuk itu diharapkan semua dilakukan sosialisasi ini secara berjenjang dan bertahap," kuncinya.*

Senin, 30 November 2020

Menteri Desa PDTT Tegaskan Dana Desa Untuk Pertumbuhan Ekonomi Dan Peningkatan SDM

 



SUMENEP - WakatobiChannel - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri menjelaskan perihal prioritas penggunaan dana desa.

Menurut Gus Menteri, pada prinsipnya Kepala Desa dapat menggunakan dana desa untuk apa saja selama tidak bertentangan dengan  undang-undang yang berlaku.

"Dana Desa bisa digunakan apa saja kecuali yang dilarang," terang Gus Menteri saat acara Konsultasi Publik Rancangan PP tentang Bumdes dan Sosialisasi Permendes PDTT Nomor 13 tahun 2020 tentang Prioritas Pengunaan DD Tahun 2021 di Pendopo Kabupaten Sumenep, Sabtu (28/11/2020).

Lebih lanjut, Gus Menteri menerangkan, setidaknya ada prinsip yang perlu diperhatikan oleh Kepala Desa dalam menggunakan dana desa yaitu digunakan untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan SDM, Kemendes telah merumuskan SDGs Desa yang akan menjadi acuan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Gus Menteri, dengan konsep SDGs Desa yang terdapat 18 poin tersebut, cita-cita Presiden Joko Widodo tentang dana desa agar dirasakan oleh seluruh warga desa akan segera terwujud.

"Dana Desa hendaknya dirasakan kehadirannya oleh seluruh warga masyarakat desa, utamanya warga miskin di desa," pungkasnya.

Foto: Didi/Humas Kemendes PDTT

Teks: Badriy/Humas Kemendes PDTT

Gus Menteri : Perguruan Tinggi Memiliki Peran Dalam Pembangunan Sektor Pertanian Di Desa

 



Jakarta - WakatobiChannel - Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pembangunan desa yang salah satunya pada sektor pertanian yang ada di desa.

Hal itu disampaikan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar saat menjadi keynote speaker dalam Lokakarya Nasional 2020 yang digelar Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) secara virtual dari Kantor Kemendes PDTT pada Senin (30/11).

Menurut Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri ini, bahwa perguruan tinggi untuk desa (Pertides) yang telah dibentuk beberapa tahun lalu telah berperan dalam pembangunan di desa karena dalam pembentukannya tersebut dilatarbelakangi agar perguruan tinggi tidak lepas terlalu jauh dari berbagai permasalahan yang ada didesa.

"Pertides inilah yang kemudian memanyungi kita untuk melakukan berbagai hal apa saja yang bisa dilakukan sesuai dengan apa yang menjadi fokus masing-masing perguruan tinggi dalam pendampingan untuk mengatasi permasalahan yang ada didesa," katanya.

Salah satu permasalahan yang ada didesa yakni terkait dengan sektor pertanian. menurutnya, sektor pertanian penting karena dari 74.953 desa yang tersebar diseluruh Indonesia terdapat 70 persen wilayahnya ada disektor pertanian.

"Tentu ini juga akan sangat membutuhkan pendampingan karena berbagai upaya dalam keberlanjutan produktifitas yang berkelanjutan masih dalam permasalahan," katanya.

Gus Menteri menilai bahwa dalam permasalahan produktifitas berkelanjutan dikarenakan banyaknya pendampingan yang sifatnya sesaat atau tidak berkelanjutan sehingga produktivitasnya turut mengalami penurunan.

"Awalnya saat dilakukan pendampingan produktifitasnya bagus. tapi, setelah ditinggal menjadi menurun. Inilah yang kemudian kita selalu meminta agar segala bentuk kerjasama harus ada pendampingan pasca dicapainya produk. Jadi, jangan kemudian dicapainya produk sudah tidak ada sentuhan lagi," katanya.

Waktu yang dibutuhkan dalam pendampingan, Tambah Gus Menteri, dibutuhkan waktu 2 hingga 3 tahun agar menjadi sebuah kultur atau budaya bagi masyarakat desa yang bekerja atau berusaha pada sektor pertanian.

"Kalau sudah menjadi kultur atau budaya, baru ditinggal. Sebelum menjadi budaya kalau kemudian ditinggal itu akañ kembali ke asalnya karena tidak mendampingi lagi.  sudah tidak ada lagi yang mengawasi, mengingatkan dan memotivasi. Ini sebenarnya harus dimotivasi terus menerus," katanya.

Oleh karena itu, tambah Gus menteri, untuk mengatasi dalam permasalahan pasca produktifitas dalam bidang pertanian dibutuhkan pendampingan dalam kurun waktu tertentu.

"Nah dibidang pertanian ini memang kita sangat membutuhkan pendampingan berkelanjutan. termasuk didalamnya ada penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG). TTG itu sama, awal-awal semangat, lama-lama kalau tidak ada pendampiangan akan kembali lagi ke tradisional. Nah ini juga yang perlu kita perhatikan. Jadi, pada prinsipnya kita memang sangat butuh pendampingan secara berkelanjutan," katanya.

Foto: Angga/Humas Kemendes PDTT

Teks: Rusli/Humas Kemendes PDTT

Kamis, 26 November 2020

Kepala Dinas PMD Sultra H. Tasman Taewa Menyalurkan BLT DD Di Desa Liya Bahari Indah Wakatobi



Kepala Dinas PMD Sultra Drs. H. Tasman Taewa, M.Si di Dampingi
Penjabat Kepala Desa Liya Bahari Indah Wahidin dan Sekcam Wangi Wangi SelatanHariyanto, S.Sos Menyalurkan BLT DD Kepada KPM Periode Oktober November 2020



WANGIWANGI, WakatobiChannel  -  Ada yang istimewa dari penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa  (BLT DD) di Desa Liya Bahari Indah Kecamatan Wangi Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi kemarin (25/11/2020), betapa tidak istimewanya jika selama ini Pemerintah Desa Liya Bahari Indah dalam menyalurkan  BLT DD selalu didampingi atau bersama pemerintah kecamatan, namun hari ini (25/11/2020) penyaluran BLT DD Periode Oktober-November turut dihadiri dan disalurkan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sulawesi Tenggara dan rombongan yang secara kebetulan melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Wakatobi.

 

Wahidin, Pj Kades Liya Bahari

Penjabat Kepala Desa Liya Bahari Indah Wahidin dalam sambutannya mengatakan, “ Pemerintah Desa Liya Bahari Indah bersyukur hari ini Kepala Dinas PMD Sultra Bapak Drs. H. Tasman Taewa, M.Si dan rombongan berkunjung ke desa kami semoga kunjungannya ini membawa berkah bagi masyarakat dan desa kami. Beliau juga menyampaikan kepada Kepala Dinas PMD Provinsi dan Dinas Pemberdayaan Wakatobi bahwa Alhamdulillah Desa Liya Bahari Indah setelah ada Perintah dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Desa PDTT tentang  BLT DD  dilanjutkan sampai bulan Desember maka Pemerintah Desa Liya Bahari memastikan bahwa Dana Desa kami masih cukup untuk  menyalurkan BLT DD sampai dengan Desember 2020 kepada 43 Keluarga Penerima Manfaat “kata Kades yang juga salah satu Penanggungjawab Kebersihan di RSUD Wakatobi ini.

Beliau juga menyampaikan kepada Kadis PMD dan rombongan bahwa masyarakat Desa Liya Bahari Indah ini mata pencaharian penduduknya adalah lebih banyak  bertani  di laut dalam hal ini rumput laut dan juga bertani di darat. Dapat kita lihat secara langsung aktifitas masyarakat kami di sekitar wilayah kantor desa ini. Saat ini harga rumput laut turun dari biasanya, hal ini disebabkan karena adanya pandemic Covid19 ini, “imbuhnya.


Kadis PMD Sultra Drs. H. Tasman Taewa, M.Si Mensosialisasikan Permendes 13 Tahun 2020 Didampingi Kabid Pemdes La Sarimu, S.Sos, MM, Sekcam Wangi Wangi Selatan Hariyanto, S.Sos dan Pj Kepala Desa Liya Bahari Indah Wahidin Di Kantor Desa Liya Bahari Indah


Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Provinsi Sulawesi  Tenggara Drs. H. Tasman Taewa, M. Si dalam sambutannya mengatakan, “ ada Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi  Nomor 14 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 dan juga PMK 50 yang kemudian dirubah dengan PMK Nomor 156 tahun 2020 yang semua merupakan penegasan bahwa BLT DD harus diprioritaskan dan  periode Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) sampai dengan Bulan  Desember dengan besaran Rp 300.000,- per bulan, “katanya.

Drs. H Tasman Taewa, M. Si juga menyampaikan kepada Pemerintah Daerah dalm hal ini Dinas Pemberdayaan Wakatobi, Pemerintah Kecamatan Wangi-Wangi Selatan dan Pemerintah Desa Liya Bahari Indah bahwa sudah ada Permendesa 13 tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 yang harus diperhatikan oleh desa dalam menyusun rencana kegiatannya pada tahun 2012 dengan mengedepankan upaya pemulihan ekonomi masyarakat desa.


Kepala Bidang Pemdes Wakatobi La Sarimu, S.Sos. MM bersama Satker P3MD Sultra
Muh. Sofyan, S.Kom dan Team Leader KPW VI Sultra La Ode Syahruddin Kaeba, ST


Kunjungan Kepala Dinas PMD Sultra didampingi oleh Satker P3MD dan Team Leader KPW VI Sultra ke Desa Liya Bahari Indah ini dalam rangka untuk memonitoring langsung penyaluran BLT DD periode Bulan Oktober dan November 2020 yang turut serta dihadiri oleh Kepala Bidang Pemdes, Sekcam Wangi Wangi Selatan dan Pemerintah Desa Liya Bahari Indah bersama Tenaga Pendamping Profesional Wakatobi.  (Jumie)


Kepala Dinas PMD Sultra Melakukan Supervisi Dan Monev P3MD Di Kabupaten Wakatobi

 

Kepala Dinas PMD Sultra Drs. H. Tasman Taewa, M. Si dan Rombongan
Tiba Di Bandara Matahora Wakatobi ( 25/11/2020)


WangiWangi, WakatobiChannel  -  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa  Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Wakatobi. Drs. H. Tasman Taewa, M.Si  dan rombongan yang terdiri dari Satker Program Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Sultra dan  Team Leader  Konsultan Pendamping Wilayah VI Sultra ( La Ode Syahruddin Kaeba, ST) tiba di Bandara Matahora Wakatobi sekitar pukul 11.30 Wita dan disambut oleh Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Wakatobi secara sederhana.

Dalam lawatannya di Kabupaten Wakatobi Kepala Dinas PMD Provinsi Sulawesi Tenggara Drs. H. Tasman Taewa, M.Si yang didampingi Muhammad Sofyan, S.Kom dan La Ode Syahruddin Kaeba, ST dalam rangka Supervisi, Monitoring dan Evaluasi Dana Desa dan Pelaksanaan Program Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) sekaligus melakukan Rapat Koordinasi bersama semua Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP P3MD) Kabupaten Wakatobi.

Drs. H. Tasman Taewa, M. Si

Drs. H. Tasman Taewa, M.Si mengatakan, “ kunjungan kerja di Kabupaten Wakatobi ini dalam rangka melakukan Supervisi, Monitoring dan Evaluasi Dana Desa serta pelaksanaan Program P3MD di Kabupaten Wakatobi tahun 2020, sehingga kami dan rombongan yang terdiri dari Satker P3MD Sultra dan KPW VI Sultra akan melakukan Rapat Koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Wakatobi serta akan mengikuti penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di beberapa desa yang ada di Kabupaten Wakatobi yang secara kebetulan akan disalurkan untuk periode Oktober - November 2020 sekaligus mensosialisasikan Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2021, “ungkapnya.


Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Wakatobi, H. La Ode Husnan, S. Pd., M.Si  menjelaskan, “ sesuai surat yang kami terima Kepala Dinas PMD Provinsi Sultra dan rombongan akan melakukan Supervisi, Monitoring dan Evaluasi Dana Desa dan Pelaksanaan Program P3MD di Kabupaten Wakatobi Tahun 2020 pada tanggal 25 – 27 November 2020 diantara kegiatannya adalah akan melakukan Rapat Koordinasi dengan dinas dan Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Wakatobi termasuk didalamnya adalah memastikan pencairan dan penyaluran Dana Desa Tahap III (20%) TA 2020 serta Sosialisasi Permendes PDTT yang terbaru yaitu Permendes Nomor 13 Tahun 2020 agar dipahami oleh semua desa dan pendamping, “jelasnya.

H. La Ode Husnan, S.Pd., M. Si

Bapak H. La Ode Husnan, M. Si juga menambahkan, di Kabupaten Wakatobi sampai saat ini masih ada beberapa desa yang belum cair Dana Desa Tahap III serta belum melakukan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa periode Oktober – Desember 2020, dan dalam kunjungan Kepala Dinas PMD Provinsi dan rombongan ini akan memonitoring langsung penyaluran BLT DD di Desa Liya Bahari Indah dan Desa Numana Kecamatan Wangi-Wangi Selatan yang secara kebetulan akan melakukan penyaluran BLT DD kepada Keluarga Penerima Manfaat, “imbuhnya. (Jumie)


Selasa, 24 November 2020

Gus Menteri Akan Revitalisasi Kawasan Transmigrasi

 




Bangka Selatan – WakatobiChannel - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar akan melakukan revitalisasi terhadap kawasan transmigrasi.

Pria yang akrab disapa Gus Menteri ini akan fokus untuk merevitalisasi kawasan transmigrasi daripada membuka kawasan transmigrasi yang baru.

“Hari ini sampai 4 atau 5 tahun ke depan saya ingin fokus melakukan revitalisasi terhadap kawasan transmigrasi yang sudah ada,” ujarnya.

Hal itu ia lakukan sebagai wujud rasa terima kasih pemerintah pusat kepada keluarga besar  transmigrasi yang sudah bertahun-tahun bertahan bahkan kemudian bisa menjadikan daerahnya menjadi produktif.

Dalam kunjungannya ke desa Panca Tunggal, Kabupaten Bangka Selatan yang merupakan kawasan transmigrasi itu, Gus Menteri mengaku bangga dan bahagia bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan warga transmigran.

“Saya tentu merasa sangat bahagia sekali  bisa hadir di sini dan yang pasti salah satu hal yang paling luar biasa adalah bisa bertemu dengan warga desa, warga transmigrasi. Alhamdulillah, semoga yang bertahan diberi barokah oleh Allah SWT,” ucapnya.

Menurut Gus Menteri, orang yang bisa bertahan di kawasan transmigrasi adalah bagian dari pahlawan-pahlawan yang menjadi kebanggaan Indonesia.

“Kenapa saya menyatakan sebagai pahlawan? Karena memang siapa pun mengakui, bahwa menjalani kehidupan baru di daerah transmigrasi itu merupakan sesuatu yang sulit,” ungkao Gus Menteri.

Selain fokus untuk revitalisasi, Gus Menteri juga telah menyiapkan beberapa daerah transmigrasi sebagai food estate atau daerah yang ditetapkan sebagai lumbung pangan baru di Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan.

“Misalnya di Kalimantan Tengah, kemudian di Sumatera Selatan, Kepulauan Riau ini juga terus kita upayakan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan sehingga tidak perlu lagi impor apa pun. Karena pada hakikatnya, negara kita ini sangat makmur, potensi alamnya luar biasa, tinggal kita kelola sedemikian rupa dan dimaksimalkan, sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat kita sendiri. Itulah yang kita sebut dengan kemandirian pangan,” jelasnya.

Sebagai informasi, Gus Menteri melakukan kunjungan kerja ke desa Panca Tunggal didamping istri, Umi Lilik Nasriyah kemudian Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah, dan Kepala Pusat Data dan informasi (Pusdatin) Kemendes PDTT, Ivanovich Augusta, Sabtu (21/11/2020).

Dalam kunjungannya itu, Gus Menteri juga menandatangani prasasti peresmian embung tirtayasa wisata dan taman wisata desa Panca Tunggal. Gus Menteri juga melepas pengiriman perdana beras merah ampai sebanyak 2 ton yang di produksi RMP Batu Betumpang yang bertujuan ke Jakarta.

Foto: Mugi/Humas Kemendes PDTT

Teks: Rifqi/Humas Kemendes PDTT

WAMENDES PDTT Meninjau Bantuan Kemendesa Di Pulau Kapota Wakatobi

 



WAKATOBI - WakatobiChannel - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi meninjau sejumlah bantuan pengembangan kawasan perdesaan di Pulau Kapota, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (21/11).

Fasilitas dan ragam infrastruktur kawasan perdesaan yang ditinjau tersebut merupakan bantuan yang diberikan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) beberapa tahun ini.

Setibanya di Pulau Kapota, Budi Arie disambut dengan tarian-tarian khas Pulau Kapota. Setelah itu, ia langsung mengelilingi kawasan perdesaan Pulau Kapota menggunakan sepeda motor untuk meninjau satu per satu bantuan yang telah diberikan Kemendes PDTT.

Beberapa bantuan yang ditinjau seperti halnya jalan antar desa, pasar kawasan, sarana prasarana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama, gerai kerajinan dan alat tenun bukan mesin, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, dan sarana air bersih.

Saat meninjau pasar kawasan, Budi Arie juga menyempatkan diri untuk berbelanja beberapa hasil pertanian warga setempat. Ia juga menikmati makan siang di area Pasar Kawasan Perdesaan Kapota Raya di Pulau Kapota.

Ia berharap, berbagai fasilitas dan infrastruktur yang diberikan tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Pulau Kapota. Ia juga berpesan agar masyarakat setempat merawat dan menggunakan seluruh bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya.

"Kita harap pasar kawasan ini dan juga berbagai aktivitas dan bantuan sebelumnya, juga kerajinan tangan oleh ibu-ibu di kawasan Pulau Kapota bisa membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh warga indonesia," ujarnya.

Untuk diketahui, Budi Arie melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Wakatobi sejak kemarin (20/11). Dalam kunjungan kerjanya ini, Budie Arie melakukan peninjauan terhadap pembangunan beberapa desa di Kabupaten Wakatobi.

Foto: Wening/Humas Kemendes PDTT

Teks: Novri/Humas Kemendes PDTT

WISATA

Camat Tomia Apresiasi Prestasi Desa Waitii Barat

  Camat Tomia Mendampingi Wakil Bupati Wakatobi dan Kepala Dinas PMD Wakatobi  Meninjau Kesiapan Desa Dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Sula...