![]() |
| Dr.(HC). H. Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa PDTT |
Simpul Informasi Segitiga Karang Dunia
Welcome to Wakatobi Dive Resort
Welcome to Wakatobi
Welcome to Patuno Resort Wakatobi
Lakota Beach Terdapat di Pulau Tomia
Di Pulau Ini Terdapat Satwa Penyu
![]() |
| Dr.(HC). H. Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa PDTT |
![]() |
| Kantor Desa Kalimas Kecamatan Kaledupa |
KALEDUPA, WakatobiChannel - Indeks Desa Membangun (IDM) yang
dirancang oleh Kemendesa PDTT dijadikan
sebagai barometer mengukur perkembangan desa dengan tiga indikator utama yaitu
Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) Indeks Ketahanan Sosial (IKS) dan Indeks
Ketahanan Lingkungan (IKL).
Seperti halnya desa lain di Indonesia, pengukuran Indeks Desa
Membangun (IDM) juga dilakukan oleh 75
desa yang ada di Kabupaten Wakatobi dengan tetap menggunakan indikator yang sama.
Dari 75 desa
itu ada progress yang membanggakan, karena pada pengukuran tahun sebelumnya
status desa di Wakatobi termasuk Kecamatan Kaledupa masih mentok di status desa
berkembang. Tahun 2020 ada 6 desa yang naik status menjadi Desa Maju dengan
ambang batas 0,7072 < IDM ≤ 0,8155
Salah satu Desa Maju itu adalah Desa Kalimas Kecamatan Kaledupa, desa yang secara geografis berbatasan dengan ibukota kecamatan ini posisinya sangat diuntungkan karena berada pada satu kawasan permukiman besar yang didukung oleh berbagai fasilitas umum sehingga sangat memudahkan akses masyarakat ke fasilitas sosial maupun ekonomi.
![]() |
| Alimuddin, S. Pd, Penjabat Kepala Desa Kalimas Kec. Kaledupa |
Kepala Desa Kalimas, Alimuddin,
S. Pd mengatakan, “ Desa Kalimas dengan luas wilayah 87,90 Ha ini secara geografis sangat strategis
atau diuntungkan karena berada pada satu wilayah pemukiman besar sehingga
banyak sarana atau fasilitas yang ikut mendukung aktifitas masyarakat desa,
sehingga pada pengukuran Indeks Desa Membangun tahun ini, kami memperoleh bobot
atau skor 0,7 “katanya.
Penjabat Kepala Desa ini menambahkan, “ sebagai kepala desa yang
baru dilantik tentunya kami yakini bahwa perubahan status desa dari desa
berkembang menjadi Desa Maju ini semua adalah proses yang sudah dimulai pada
tahun sebelumnya, dan kami menyadari bahwa waktu 4 bulan tidaklah cukup untuk
mendongrak itu semua, “ujar Kepala Desa yang dilantik Bulan Maret 2020 ini. Jadi ini semua adalah berkat kerja keras
pemerintah desa Kalimas yang sebelum kami yaitu Bapak Arsono, S. Pd bersama
masyarakat dan semua elemen masyarakat desa dalam penyelenggaraan pemerintahan,
pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat
desa, “ucap Pak Guru ini.
Beliau berharap semoga status desa ini dapat ditingkatkan pada
tahun – tahun mendatang atau setidaknya dipertahankan, olehnya itu kami
berharap kepada semua pihak baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan
kecamatan untuk terus melakukan pembinaan kepada desa sehingga dapat tercipta sinkronisasi dalam
pelaksanaan perencanaan pembangunan, pungkasnya.
Sementara itu Pendamping Desa Kecamatan Kaledupa, Muhammad Taufik Ali, SE menjelaskan
bahwa, ”pada pengukuran IDM 2020 ini untuk wilayah dampingan kami yaitu Kecamatan
Kaledupa ada dua desa yang naik status dari desa berkembang mejadi desa maju,
salah satunya adalah Desa Kalimas. Ini semua tentunya pencapaian bersama semua pihak yang turut serta dalam proses
pembangunan desa, sehingga kami berharap agar proses yang ada selama ini terus
ditingkatkan dengan menentukan arah kebijakan dan aktifitas pemberdayaan
masyarakat desa harus menghasilkan pemertaan dan keadilan,
didasarkan dan memperkuat nilai-nilai lokal dan budaya, serta ramah lingkungan
dengan mengelola potensi sumberdaya alam
secara baik dan berkelanjutan, “pungkasnya. Ditambahkannya lagi bahwa, "kami sebagai pendamping akan tetap mengawal semua proses yang ada sesuai dengan regulasi sebagai amanah Undang Undang Nomor 6 Tahaun 2014 tentang Desa dan semua turunannya, agar apa yang menjadi niat kita bersama untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, demokratis dan sejahtera dapat diwujudkan,"pungkasnya
Reportase : Taufik Ali
Editor : Jumie
![]() |
| Ir. H. Joko Widodo |
![]() |
| Dr. (HC). H. Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa PDTT (Foto: KemendesPDTT) |
JAKARTA – WakatobiChannel - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus berupaya untuk wujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan alias sustainable development goals (SDGs).
Sampai saat ini, setidaknya ada 17 tujuan pembangunan desa berkelanjutan yang terus digodok oleh Kemendes PDTT.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri ini menyatakan, 17 tujuan pembangunan desa itu akan terus disempurnakan.
“Kita terus melakukan penyempurnaan terhadap banyak hal yang sudah sempurna dan dirumuskan oleh Kemendes PDTT lima tahun belakangan ini,” kata Gus Menteri di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Kamis (23/07/2020).
Doktor Honoris Causa dari UNY ini menilai, perlu memotret desa dengan kacamata SDGs. Alasannya, selain sudah terukur dan sudah diakui, bicara Desa tidak bisa dalam konteks keindonesiaan saja.
“Kita harus sampaikan kepada dunia bahwa desa-desa kita ini memang sudah baik dan memakai standar ukuran yang sudah baik, yang memang baik dan diakui secara internasional,” ujar Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.
Kemendes PDTT, lanjut Gus Menteri, akan terus menjabarkan secara lebih detail terhadap 17 SDGs Desa Plus.
“17 plus artinya kita harus sempurnakan terhadap 17 gol di dalam SDGs yang menurut kita memang perlu disempurnakan,” ucapnya
17 tujuan pembangunan berkelanjutan desa yang terus digodok Kemendes PDTT adalah sebagai berikut:
1. Desa Tanpa kemiskinan
2. Desa Tanpa Kelaparan
3. Desa Sehat dan Sejahtera
4. Pendidikan Desa Berkualitas
5. Desa Berkesetaraan gender
6. Desa Layak Air bersih dan Sanitasi
7. Desa yang Berenergi Bersih dan Terbarukan
8. Pekerjaan dan Pertumbuhan Ekonomi Desa
9. Inovasi dan Infrastruktur Desa
10. Desa Tanpa Kesenjangan
11. Kawasan Pemukiman Desa Berkelanjutan
12. Konsumsi dan Produksi Desa yang Sadar Lingkungan
13. Pengendalian dan Perubahan Iklim oleh Desa
14. Ekosistem Laut Desa
15. Ekosistem Daratan Desa
16. Desa Damai dan Berkeadilan
17. Kemitraan untuk Pembangunan Desa
Teks: Rifqi/Kemendes PDTT
![]() |
| Wilayah Kabupaten WAKATOBI (WangiWangi - Kaledupa - Tomia - Binongko ) |
![]() |
| Kaledupa |
![]() |
| Salah Satu Kapal Penumpang KM Nur Riski 02 Rute Wangi-Wangi (Numana) - Kaledupa (Ambeua) PP (foto: Jumie) |
![]() |
| Sumur Mata Air Ambeua di Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa (foto; jumie) |
![]() |
| Kepala Desa Ambeua Raya, Sanusi dan Pendamping Desa |
![]() |
| Dr. (HC). H. Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi |
Camat Tomia Mendampingi Wakil Bupati Wakatobi dan Kepala Dinas PMD Wakatobi Meninjau Kesiapan Desa Dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Sula...