WAKATOBI REGENCY

Welcome to Wakatobi Dive Resort

Resort Wakatobi

Welcome to Wakatobi

Patuno Resort Wakatobi

Welcome to Patuno Resort Wakatobi

Lakota Beach Tomia

Lakota Beach Terdapat di Pulau Tomia

Runduma Island

Di Pulau Ini Terdapat Satwa Penyu

Selamat Bergabung di Pusat Informasi Pembangunan Desa dari Segitiga Karang Dunia Kabupaten Wakatobi

Rabu, 13 April 2022

139 KPM Di Desa Wawotimu Terima BLT Dana Desa

 

Penyaluran BLT DD Periode Januari - Maret 2022 Desa Wawotimu Kec. Tomia Timur  (foto;jumie)


TOMIA, WakatobiChannel  -  Desa Wawaotimu Kecamatan Tomia Timur  Kabupaten Wakatobi adalah salah satu desa dari 31  desa yang telah menerima transfer Dana Desa Tahap I (40%) regular dan Dana Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Periode Januari – Maret dari RKUN ke RKDes pada Jumat 8 April 2022, yang sebelumnya juga pada tanggal 22 Maret 2022 16 desa telah menerima transfer Dana Desa, sehingga secara keseluruhan sampai hari ini terlaporkan sudah 47 desa yang telah menerima transfer Dana Desa regular (40 %) dan BLT DD di Kabupaten Wakatobi.

Pemerintah Desa Wawaotimu Kecamatan Tomia Timur  kemarin (12/4/22) telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk periode Januari – Maret Tahun 2022 kepada 139 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bertempat di aula Kantor Desa Wawaotimu yang dihadiri oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bhabikantibmas, Babinsa dan Tenaga Pendamping Profesional (TPP),  penyaluran BLT DD ini dilaksanakan sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 104 tahun 2021 tentang Rincian APBN, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Dana Desa serta Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022.

Mujidu - Kepala Desa Wawaotimu

Kepala Desa Wawaotimu  Mujidu mengatakan, “kami selaku Pemerintah Desa Wawaotimu  berterima kasih kepada pemerintah kecamatan, para pendamping desa dan BPD yang telah ikut serta berpartisipasi mempercepat proses perencanaan sampai dengan kegiatan kita pada hari ini, karena tanpa dukungan kita semua tidak mungkin kita akan menjadi desa yang pertama menyalurkan BLT DD di Kecamatan Tomia Timur dan Pulau Tomia ini, “katanya.

Beliau juga menambahkan karena ini sudah masuk Bulan April maka setelah desa kami menerima transfer dana desa regular dan BLT DD kami langsung melakukan penyaluran kepada 139 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) karena mereka sudah cukup lama menunggu dan untuk penyaluran hari ini langsung untuk 3 bulan yaitu mulai Bulan Januari – Bulan Maret sehingga setiap KPM menerima Rp 900.000,- (Sembilan Ratus Ribu Rupiah). 


Kami meminta kepada semua KPM agar dapat memanfaatkan dana BLT DD ini untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya di Bulan Suci Ramadhan ini. Ini adalah berkah bagi kita di bulan Ramadhan ini karena desa kita yang pertama menyalurkan BLT DD ini se Pulau Tomia.  Kami juga mohon doa dan dukungan kita semua penerima BLT DD ini agar kita semua warga Desa Wawaotimu diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga kita dapat melaksanakan segala akitifitas kita dibulan puasa ini dengan baik, “tutupnya.

Sekdes Wawotimu (Budiamin, baju dinas), Ketua BPD Wawaotimu ( Rahmat Kurniawan)
TAPM Wakatobi dan Kepala Dusun dalam acara penyaluran BLT DD        (foto;jumie)

Sementara itu di tempat yang sama Sekretaris Desa Wawaotimu Budiamin menambahkan bahwa, “proses panjang ini telah kita lewati bersama dengan tetap mengaju pada semua regulasi yang ada sehingga BLT DD ini dapat kita salurkan kepada KPM yang telah ditetapkan dalam Peraturan Kepala Desa (Perkades) tentang Keluarga Penerima Manfaat BLT DD Tahun Anggaran 2022 sebanyak 139 KPM. Sehingga keseluruhan BLT DD yang tersalur untuk periode Januari-Maret ini sebesar Rp. 125.100.000,- (Seratus Dua Puluh Lima Juta Seratus Ribu Rupiah), kami melakukan gerak cepat ini untuk menunjukkan keseriusan kami terhadap warga desa khusunya KPM dan juga tentunya kami berharap agar kinerja baik kami dapat dipertahankan sehingga tahun depan tetap mendapat dana alokasi kinerja, “jelasnya.

 

 

Penulis                 :   Jumiadin

Rabu, 23 Maret 2022

Pemerintah Desa Kulati Melakukan Seleksi Pengangkatan Perangkat Desa

 

Kantor Desa Kulati Kec. Tomia Timur (Sekretariat Pansel Pengangkatan Perangkat Desa)


TOMIA – WakatobiChannel -  Pemerintah Desa Kulati Kecamatan Tomia Timur sudah beberapa bulan ini mengalami kekosongan perangkat desa setelah kepala seksi pelayanan mengundurkan diri, sehingga posisi jabatan ini untuk sementara diisi oleh perangkat desa yang lain dalam lingkup pemerintah Desa Kulati dengan status pelaksana. Olehnya itu untuk mengisi kekosongan perangkat desa maka Pemerintah Desa Kulati melakukan seleksi pengangkatan perangkat desa  agar roda pemerintahan desa berjalan secara normal.

La Ode Burhanuddin, S.Sos mengatakan, “ perangkat Desa Kulati sudah beberapa bulan ini mengalami kekosongan karena ada perangkat desa kami yang mengundurkan diri, sehingga untuk mengisi kekosongan ini kami bersama Badan Permusyawaratan Desa telah melakukan rapat internal untuk membahas persoalan ini dan berdasarkan hasil rapat internal itulah kami selaku pemerintah desa mengadakan seleksi untuk mengisi kekosongan jabatan kasi pelayanan agar roda pemerintahan desa berjalan sebagaimana mestinya, “kata Kepala Desa Kulati 3 periode ini.

La Ode Burhanuddin, S.Sos,
Kepala Desa Kulati

Ditambahkan pula bahwa kami telah membuat Peraturan Kepala Desa tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengangkatan Perangkat Desa dimana rujukan kami adalah UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa  dan Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2021 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, dan untuk melakukan proses seleksi perangkat desa itu kami juga telah membentuk Tim Seleksi, “imbuhnya.


Sementara itu Ketua Tim Seleksi Perangkat Desa Kulati, Zul mengatakan, “proses seleksi perangkat Desa Kulati telah dilaksanakan sesuai Peraturan Kepala Desa Kulati dan ada beberapa tahapan yang telah dilaksanakan yakni proses pengumuman seleksi, pendaftaran, pemeriksaan berkas, ujian tulis, tes komputer dan wawancara. Saat ini Panitia seleksi sedang melakukan pemeriksaan hasil ujian tulis dan setelah itu kami akan menetapkan rangking calon perangkat desa berdasarkan akumulasi nilai dan selanjutnya mengesahkan hasil seleksi dan akan dilaporkan hasil yang memenuhi syarat kelulusan calon perangkat desa kepada Kepala Desa.

Suasana Ujian Tulis Seleksi Pengangkatan Perangkat Desa Kulati Tahun 2022


Adapun jumlah pendaftar adalah sebanyak 2 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dan semua peserta telah melalui tahapan atau semua proses sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh Tim Seleksi Panitia Pengangkatan Perangkat Desa Kulati, "jelasnya.


          Reportase  :  Zulkifly - Asnafi - Sahbudin (TPP Tomia Timur)

          Penulis       : Jumiadin


Senin, 21 Februari 2022

SMK Negeri 1 Kaledupa Menuju Sekolah Adiwiyata Nasional


Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kaledupa  ( Program Study Hotel Accomodation)


Kaledupa - WakatobiChannel - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kaledupa  merupakan salah satu Sekolah Adiwiyata yang ada di Sulawesi  Tenggara,  sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah sebagai tempat pembelajaran dan membangun kesadaran warga sekolah, sehingga warga sekolah turut bertanggungjawab dalam upaya bersama penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Sahirudin Mahadia, S. Pd Kepala SMKN 1 Kaledupa 

Kepala SMKN 1 Kaledupa Sahirudin Mahadia, S. Pd mengatakan, “ Lingkungan Sekolah yang bersih dan sehat tentunya menjadi dambaan bagi setiap orang termasuk institusi pendidikan, hal inilah yang mendorong kami untuk menjadikan SMK Negeri 1 Kaledupa ini menjadi institusi pendidikan yang bersih dan sehat, karena lingkungan sekolah yang bersih dan sehat mencerminkan keberadaan warga sekolah yang ada mulai dari Kepala Sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa.  SMK Negeri 1 Kaledupa ini juga telah dinobatkan sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Sulawesi  Tenggara dan telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Gubernur, sehingga kami saat ini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetesi Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional, “ ungkapnya.

Sahirudin juga menambahkan, “Sekolah Menengah Kejuruan Negeri  1 Kaledupa merupakan sekolah kejuruan dengan program study Hotel Accomodation pernah mewakili Sulawesi Tenggara  pada ajang  Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional di Lombok, itu berkat prestasi yang telah ditorehkan SMK ini dalam ajang tingkat provinsi yang sudah dua kali berturut-turut menjurai yakni pada tahun 2017 dan 2018, “imbuhnya.

Alfiani, A.Md.Par  menjelaskan,  “ sebagai Ketua Tim Adiwiyata SMKN 1 Kaledupa kami telah menerapkan berbagai aturan dalam rangka mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat diantaranya adalah setiap siswa wajib membawa tumbler atau botol isi ulang, tidak diperkenankan membawa makanan yang terbungkus atau kemasan plastik kedalam lingkungan sekolah, hal ini juga kami berlakukan di kantin sekolah yang ada di sekolah ini yakni tidak diperbolehkan menggunakan wadah plastik tapi menggunakan piring anyaman serta pipet atau sedotan dari bambu, hal ini berlaku untuk semua warga sekolah mulai dari Kepala Sekolah, Guru, Siswa,  Staf dan Karyawan. Ditambahkan pula bahwa sebagai Sekolah Adiwiyata kami juga memiliki kegiatan ekstra kurikuler yakni pembersihan tempat atau objek-objek wisata di Pulau Paledupa dari sampah plastik yang dilaksanakan setiap bulan,  pengolahan sampah menjadai kerajinan serta penggunaan sarung tenun khas Wakatobi pada setiap hari Kamis, “jelasnya.

  

Sabtu, 06 November 2021

Gus Menteri : Dana Desa Bisa Untuk Pendidikan

 

Menteri Desa Dr (HC) H. Abdul Halim Iskandar saat mengunjungi PAUD Ceria
dan Pertiwi Banaran di Desa Banaran Kecamatan Delanggu Klaten



KLATEN – WakatobiChannel - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar bersama Nyai Lilik Umi Nashriyah menyambangi Desa Banaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jumat (5/11/2021). Dia memastikan bahwa dana desa boleh dipergunakan untuk membiayai pendidikan di desa.

Di desa ini Mendes PDTT mengunjungi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Anak Ceria dan Taman Kanak-kanak (TK) Pertiwi Banaran. "Jadi ada yang tanya, apakah dana desa bisa buat pendidikan? Ini terbukti di PAUD Anak Ceria di Desa Banaran yang memperoleh bantuan dari dana desa," kata pria yang biasa disapa Gus Halim itu.

"Jadi Dana Desa boleh dipergunakan untuk pendidikan." 

Kepala Desa Banaran Catur Widodo menjelaskan, PAUD Anak Ceria mendapatkan bantuan dari dana desa sejak 2015, saat regulasi memperbolehkan dana desa untuk pendidikan. Dari dana desa itu setiap bulan para guru PAUD dan TK memperoleh insentif dengan nilai total Rp800.000. "Selain itu, dana desa juga diberikan untuk biaya operasional PAUD dan TK yang jumlahnya sesuai kebutuhan yang diajukan," ungkap Catur.

Kepala Sekolah PAUD dan TK Endah Harjanti sangat bersyukur dengan adanya alokasi dana desa untuk operasional PAUD dan TK yang dipimpinnya. "Kebutuhan operasional kami dibantu oleh dana desa, termasuk insentif bagi para pengajar," tuturnya.

Di PAUD Anak Ceria dan TK Pertiwi banaran, setiap siswa tidak dipungut bayaran apa pun. Bahkan ada program penambahan gizi bagi para siswa di sini, misalnya pemberian makanan sehat seperti daging dan telur. Siswa juga rutin dicek kesehatannya seperti pengukuran kepala dan pengecekan telinga.

Pada saat kedatangan, Gus Halim bersama rombongan disambut oleh anak-anak PAUD dan TK dengan lagu berjudul Padang Bulan. Larut dalam suasana, Gus Halim bersama Nyai Lilik terlihat bertepuk tangan dan bernyanyi riang bersama anak-anak. Setelah tepuk tangan reda, anak PAUD bernama Lintang menari dengan lincah, hasil koreografi para guru PAUD. 

Dalam kunjungan ini Gus Halim juga sempat berdiskusi dengan para pendamping desa. Gus Halim berpesan agar pendamping desa untuk bekerja keras untuk mengawal pembangunan di desa. Turut hadir dalam kunjungan ini Kepala BPSDM Luthfiyah Nurlela, Kepala Pusat Pelatihan ASN Fujieartanto, dan pejabat kemendes lainnya.

Foto: Angga/Humas Kemendes PDTT
Teks: Firman/Humas Kemend

Minggu, 31 Oktober 2021

Wakatobi Gelar EXPO Dan Pameran Produk Lokal Di Puncak Tomia

 

Expo dan Pemasaran Produk Lokal UMKM Kab. Wakatobi 


Tomia, WakatobiChannel -  Bupati Wakatobi H. Haliana, SE membuka secara resmi EXPO dan Pemasaran Produk Lokal yang dipusatkan di Puncak Waruu Tomia Desa Kahianga Kecamatan Tomia Timur, kegiatan Expo ini merupakan bagian dari program unggulan beliau yaitu One Island One School dalam rangka mendorong geliat pelaku Usaha Mikro  Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Wakatobi.

Dalam sambutannya Bupati Haliana menjelaskan,  “Program One Island One School adalah salah satu program unggulan yang telah termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Wakatobi, sebagai upaya pemerintah daerah dalam membentuk UMKM yang tangguh, dimana UMKM ini harus ada dan berkembang disetiap wilayah tidak hanya dipusat, “jelasnya.

H. Haliana, SE - Bupati Wakatobi

Bupati juga mengatakan, “ kita akan mendatangkan guru-guru dalam hal ini sebagai pembina dan instruktur yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Kabupaten Wakatobi. Hal ini dalam rangka untuk pengembangan usaha melalui pelaku UMKM untuk membentuk yang namanya pasar kerja untuk dapat membina masyarakat dari berbagai sektor pekerjaan baik sebagai nelayan, petani maupun unit usaha lainnya, “kata Haliana.


Kegiatan Expo dan Pemasaran Produk Lokal ini dilaksanakan pada tanggal 25 -28 Oktober 2021 yang diikuti oleh semua pelaku usaha UMKM di Kabupaten Wakatobi, yang menurut hasil pemantauan kurang lebih ada 20 buah stand yang memamerkan hasil produknya. Semoga Kegiatan ini dapat menjadi pemantik bagi pelaku usaha UMKM yang ada di desa agar lebih semangat dan meningkatkan ide, kreatifitas untuk dapat mengembangkan potensi lokal yang dimilikinya sehingga dapat memberikan sumbangsih bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa dan Pendapatan Asli Desa (PADes). 


Penulis : Jumiadin


Kamis, 16 September 2021

Dari KPM Untuk Pencegahan Stunting Di Desa Mola Utara

 


                    Ibu Ayu, KPM Desa Mola Utara Kecamatan Wangi Wangi Selatan bersama Kader                                   Kesehatan dan Guru PAUD melakukan rapat persiapan Rembuk Stunting Desa 

 

 

WangiWangi Selatan - WakatobiChannel - Wice Ayu Wardani, perempuan kelahiran Mola  Kabupaten Wakatobi 36 tahun lalu yang besar hingga tamat SMP di Desa Sutojayan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang yang karena keterbatasan biaya saat itu menyebabkan Bu Ayu begitu sapaan akrabnya memutuskan untuk merantau ke Jakarta, bahkan sampai ke  Singapura dan Hongkong, bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) dan baby sister. Kini setelah menikah pada tahun 2015 mereka  menetap  di Desa Mola Utara Kecamatan Wangi-Wangi Selatan mengikuti suami, saat ini telah dikaruniai 2 orang anak, 1 perempuan dan 1 laki – laki. Dua tahun terakhir ini selain mengurus rumah tangganya, Bu Ayu juga aktif  sebagai Kader Pembangunan Manusia (KPM) di Desa Mola Utara.


 

Wice Ayu Wardani, KPM Mola Utara
Sebagai KPM, Bu Ayu  bertugas mensosialisasikan kebijakan pemerintah terkait konvergensi pencegahan stunting di tingkat desa ke masyarakat desa, mendata sasaran 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, melakukan pelayanan pencegahan stunting bersama bidan desa, ahli gizi, guru PAUD dan kader kesehatan lainnya yang ada di desa. Selin itu Ibu Ayu juga ikut organisasi di desa diantaranya PKK, Kader Posyandu Lansia dan Balita serta  kegiatan sosial keagamaan. Pada dasarnya saya senang ikut organisasi karena selain mendapat ilmu juga bisa menambah pengalaman dan banyak teman serta suami saya juga  selalu mendukung kegiatan yang saya lakukan selama itu positif dan tidak menelantarkan (meninggalkan) keluarga, “jelasnya.

 

Sebenarnya sebelum aktif sebagai KPM, Ibu Ayu adalah pegiat pariwisata di Lepa Mola sebagai guide sejak tahun 2015.  Tetapi kegiatannya saat ini berhenti akibat sepinya kunjungan wisata sebagai dampak dari pandemic Covid 19. Pada tahun 2020, Kepala  Desa Mola Utara, menunjuknya sebagai KPM. Dari kegiatan menjadi KPM,  itulah kemudian saya juga menjadi Kader Posyandu Balita dan Lansia serta anggota PKK desa. “Awalnya saya sempat tidak percaya diri karena belum mengenal kader – kader yang lain, tetapi suami memberi support dengan memberi keyakinan bahwa inilah saat yang tepat untuk lebih mengenal orang banyak di desa, “kenang Ibu Ayu.   

 

Menurut saya dari beragam organisasi yang pernah saya ikuti, KPM lah yang paling mengesankan. Karena dari pendampingan, saya mendapatkan pengetahuan tentang administrasi, kepemimpinan, kesetaraan gender, yang kesemuanya itu sangat bermanfaat bagi perempuan. Dari berbagai pengalaman itu saya jadi tahu betapa besar arti perempuan bagi dirinya, keluarga maupun bagi lingkungannya. Sejak saat itulah keberanian saya semakin bertambah. Saya tidak lagi canggung atau malu ketika mendapatkan undangan untuk menghadiri rapat di lingkup pemerintah desa maupun kecamatan,” tutur perempuan 2 anak ini.

 

Ibu Ayu Memberikan  Penyuluhan Saat Pelaksanaan Posyandu Remaja

Saat ini Ibu Ayu sedang mempersiapkan Rembuk Stunting Desa Mola Utara yang akan dilaksanakan sebelum musyawarah desa (musdes) untuk penyusunan perencanaan tahun 2022.  Rembuk Stunting ini berfungsi sebagai forum musyawarah antara kader kesehatan, PAUD, masyarakat desa dengan pemerintah desa dan BPD untuk membahas pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di desa khususnya stunting dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan di desa.  Saya ingin mengajak semua pihak menyadari bahwa mencegah stunting itu penting sehingga perlu adanya peran di tingkat individu, tingkat masyarakat, tingkat institusi pemberi layanan dan tingkat pemerintah desa, “pungkasnya.

 

 

Penulis :   Syahruddin Samiun (TAPM Kab. Wakatobi)

Editor  :    Jumiadin

 



Jumat, 10 September 2021

Kepala BPI Kemendesa PDTT, Dr. Suprapedi Menutup Gelar TTG Nasional XXII

 

Dr. Suprapedi, M.Eng  Kepala Badan Pengembangan Informasi Kementerian Desa PDTT
Dalam Acara Penutupan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional Ke - 22 di Jakarta




WakatobiChannel - Jakarta - Kepala Badan Pengembangan Informasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Suprapedi menutup Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG), Posyantek Desa Berprestasi dan TTG Unggulan Tingkat Nasional yang merupakan Rangkaian Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional ke-22 pada Kamis (9/9/2021) malam.


Suprapedi mengatakan, dirinya menilai lomba yang pertama kalinya digelar secara virtual ini berlangsung secara ketat, olehnya, Ia mengucapkan terima kasih kepada Dewan Juri yang bekerja maksimal.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Dewan Juri yang telah bekerja dengan baik," kata Suprapedi.

Suprapedi mengakui dirinya menyempatkan diri untuk melihat langsung proses seleksi finalis yang berjumlah 30 peserta itu.

Ia mengapresiasi setiap daerah yang mampu berpartisipasi dalam GTTGN tahun ini meski waktu pelaksanaan sangat mepet dan dilaksanakan secara virtual akibat Covid-19.

Suprapedi mengapresiasi kepada Pemerintah Daerah yang turut mendukung pembuatan TTG ini dan terus mendukung Finalis pada proses seleksi tahun ini.

Suprapedi mengatakan, ada kriteria penilaian dalam Lomba TTG ini seperti pemanfaatan dalam industri, level kesiapan teknologi maupun inovasi.

Sesuai saran Ketua Dewan Juri Teguh Sudarto, kata Suprapedi, jika ada inovasi yang baru, makan diperlu didaftarkan Kekayaan Intelektualnya dalam bentuk Hak Paten.

"Grassroot Innovation itu sangat berkembang pesat di level desa dan menggembirakan teknologi ini dikembangkan Posyantek Desa," kata Suprapedi

Nantinya, perlu diadakan lomba terkait dengan langkah-langkah yang diperlukan untuk inovasi yang baru tersebut.

Suprapedi pun meminta Dewan Juri untuk maksimal bekerja untuk menentukan pemenang lomba. Namun, jika nantinya nilai ketat maka bisa saja dilakukan penambahan jumlah pemenang tapi jumlah hadiah dikurangi.

"Mohon maaf jika nanti pemenangnya bertambah karena memberikan apresiasi kepada Inovasi yang memang penuhi kriteria," kata Suprapedi.

Penganugerahan Pemenang Lomba Gelar TTG Nasional 2021 ini bakal dilaksanakan di Gedung Makarti Kemendes PDTT pada Senin (20/9/2021).

Suprapedi berharap kepada Pemerintah Daerah hingga tingkat Posyantek Desa tetap bekerja keras untuk menemukan teknologi yang bagus untuk diterapkan di desa masing-masing dan bisa memberikan nilai tambah terhadap produk yang ada di desa.

Teks: Firman/Kemendes PDTT
Foto: Angga/Kemendes PDTT

WISATA

Camat Tomia Apresiasi Prestasi Desa Waitii Barat

  Camat Tomia Mendampingi Wakil Bupati Wakatobi dan Kepala Dinas PMD Wakatobi  Meninjau Kesiapan Desa Dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Sula...