WAKATOBI REGENCY

Welcome to Wakatobi Dive Resort

Resort Wakatobi

Welcome to Wakatobi

Patuno Resort Wakatobi

Welcome to Patuno Resort Wakatobi

Lakota Beach Tomia

Lakota Beach Terdapat di Pulau Tomia

Runduma Island

Di Pulau Ini Terdapat Satwa Penyu

Selamat Bergabung di Pusat Informasi Pembangunan Desa dari Segitiga Karang Dunia Kabupaten Wakatobi

Senin, 21 Februari 2022

SMK Negeri 1 Kaledupa Menuju Sekolah Adiwiyata Nasional


Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kaledupa  ( Program Study Hotel Accomodation)


Kaledupa - WakatobiChannel - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kaledupa  merupakan salah satu Sekolah Adiwiyata yang ada di Sulawesi  Tenggara,  sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah sebagai tempat pembelajaran dan membangun kesadaran warga sekolah, sehingga warga sekolah turut bertanggungjawab dalam upaya bersama penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Sahirudin Mahadia, S. Pd Kepala SMKN 1 Kaledupa 

Kepala SMKN 1 Kaledupa Sahirudin Mahadia, S. Pd mengatakan, “ Lingkungan Sekolah yang bersih dan sehat tentunya menjadi dambaan bagi setiap orang termasuk institusi pendidikan, hal inilah yang mendorong kami untuk menjadikan SMK Negeri 1 Kaledupa ini menjadi institusi pendidikan yang bersih dan sehat, karena lingkungan sekolah yang bersih dan sehat mencerminkan keberadaan warga sekolah yang ada mulai dari Kepala Sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa.  SMK Negeri 1 Kaledupa ini juga telah dinobatkan sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Sulawesi  Tenggara dan telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Gubernur, sehingga kami saat ini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetesi Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional, “ ungkapnya.

Sahirudin juga menambahkan, “Sekolah Menengah Kejuruan Negeri  1 Kaledupa merupakan sekolah kejuruan dengan program study Hotel Accomodation pernah mewakili Sulawesi Tenggara  pada ajang  Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional di Lombok, itu berkat prestasi yang telah ditorehkan SMK ini dalam ajang tingkat provinsi yang sudah dua kali berturut-turut menjurai yakni pada tahun 2017 dan 2018, “imbuhnya.

Alfiani, A.Md.Par  menjelaskan,  “ sebagai Ketua Tim Adiwiyata SMKN 1 Kaledupa kami telah menerapkan berbagai aturan dalam rangka mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat diantaranya adalah setiap siswa wajib membawa tumbler atau botol isi ulang, tidak diperkenankan membawa makanan yang terbungkus atau kemasan plastik kedalam lingkungan sekolah, hal ini juga kami berlakukan di kantin sekolah yang ada di sekolah ini yakni tidak diperbolehkan menggunakan wadah plastik tapi menggunakan piring anyaman serta pipet atau sedotan dari bambu, hal ini berlaku untuk semua warga sekolah mulai dari Kepala Sekolah, Guru, Siswa,  Staf dan Karyawan. Ditambahkan pula bahwa sebagai Sekolah Adiwiyata kami juga memiliki kegiatan ekstra kurikuler yakni pembersihan tempat atau objek-objek wisata di Pulau Paledupa dari sampah plastik yang dilaksanakan setiap bulan,  pengolahan sampah menjadai kerajinan serta penggunaan sarung tenun khas Wakatobi pada setiap hari Kamis, “jelasnya.

  

Sabtu, 06 November 2021

Gus Menteri : Dana Desa Bisa Untuk Pendidikan

 

Menteri Desa Dr (HC) H. Abdul Halim Iskandar saat mengunjungi PAUD Ceria
dan Pertiwi Banaran di Desa Banaran Kecamatan Delanggu Klaten



KLATEN – WakatobiChannel - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar bersama Nyai Lilik Umi Nashriyah menyambangi Desa Banaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jumat (5/11/2021). Dia memastikan bahwa dana desa boleh dipergunakan untuk membiayai pendidikan di desa.

Di desa ini Mendes PDTT mengunjungi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Anak Ceria dan Taman Kanak-kanak (TK) Pertiwi Banaran. "Jadi ada yang tanya, apakah dana desa bisa buat pendidikan? Ini terbukti di PAUD Anak Ceria di Desa Banaran yang memperoleh bantuan dari dana desa," kata pria yang biasa disapa Gus Halim itu.

"Jadi Dana Desa boleh dipergunakan untuk pendidikan." 

Kepala Desa Banaran Catur Widodo menjelaskan, PAUD Anak Ceria mendapatkan bantuan dari dana desa sejak 2015, saat regulasi memperbolehkan dana desa untuk pendidikan. Dari dana desa itu setiap bulan para guru PAUD dan TK memperoleh insentif dengan nilai total Rp800.000. "Selain itu, dana desa juga diberikan untuk biaya operasional PAUD dan TK yang jumlahnya sesuai kebutuhan yang diajukan," ungkap Catur.

Kepala Sekolah PAUD dan TK Endah Harjanti sangat bersyukur dengan adanya alokasi dana desa untuk operasional PAUD dan TK yang dipimpinnya. "Kebutuhan operasional kami dibantu oleh dana desa, termasuk insentif bagi para pengajar," tuturnya.

Di PAUD Anak Ceria dan TK Pertiwi banaran, setiap siswa tidak dipungut bayaran apa pun. Bahkan ada program penambahan gizi bagi para siswa di sini, misalnya pemberian makanan sehat seperti daging dan telur. Siswa juga rutin dicek kesehatannya seperti pengukuran kepala dan pengecekan telinga.

Pada saat kedatangan, Gus Halim bersama rombongan disambut oleh anak-anak PAUD dan TK dengan lagu berjudul Padang Bulan. Larut dalam suasana, Gus Halim bersama Nyai Lilik terlihat bertepuk tangan dan bernyanyi riang bersama anak-anak. Setelah tepuk tangan reda, anak PAUD bernama Lintang menari dengan lincah, hasil koreografi para guru PAUD. 

Dalam kunjungan ini Gus Halim juga sempat berdiskusi dengan para pendamping desa. Gus Halim berpesan agar pendamping desa untuk bekerja keras untuk mengawal pembangunan di desa. Turut hadir dalam kunjungan ini Kepala BPSDM Luthfiyah Nurlela, Kepala Pusat Pelatihan ASN Fujieartanto, dan pejabat kemendes lainnya.

Foto: Angga/Humas Kemendes PDTT
Teks: Firman/Humas Kemend

Minggu, 31 Oktober 2021

Wakatobi Gelar EXPO Dan Pameran Produk Lokal Di Puncak Tomia

 

Expo dan Pemasaran Produk Lokal UMKM Kab. Wakatobi 


Tomia, WakatobiChannel -  Bupati Wakatobi H. Haliana, SE membuka secara resmi EXPO dan Pemasaran Produk Lokal yang dipusatkan di Puncak Waruu Tomia Desa Kahianga Kecamatan Tomia Timur, kegiatan Expo ini merupakan bagian dari program unggulan beliau yaitu One Island One School dalam rangka mendorong geliat pelaku Usaha Mikro  Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Wakatobi.

Dalam sambutannya Bupati Haliana menjelaskan,  “Program One Island One School adalah salah satu program unggulan yang telah termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Wakatobi, sebagai upaya pemerintah daerah dalam membentuk UMKM yang tangguh, dimana UMKM ini harus ada dan berkembang disetiap wilayah tidak hanya dipusat, “jelasnya.

H. Haliana, SE - Bupati Wakatobi

Bupati juga mengatakan, “ kita akan mendatangkan guru-guru dalam hal ini sebagai pembina dan instruktur yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Kabupaten Wakatobi. Hal ini dalam rangka untuk pengembangan usaha melalui pelaku UMKM untuk membentuk yang namanya pasar kerja untuk dapat membina masyarakat dari berbagai sektor pekerjaan baik sebagai nelayan, petani maupun unit usaha lainnya, “kata Haliana.


Kegiatan Expo dan Pemasaran Produk Lokal ini dilaksanakan pada tanggal 25 -28 Oktober 2021 yang diikuti oleh semua pelaku usaha UMKM di Kabupaten Wakatobi, yang menurut hasil pemantauan kurang lebih ada 20 buah stand yang memamerkan hasil produknya. Semoga Kegiatan ini dapat menjadi pemantik bagi pelaku usaha UMKM yang ada di desa agar lebih semangat dan meningkatkan ide, kreatifitas untuk dapat mengembangkan potensi lokal yang dimilikinya sehingga dapat memberikan sumbangsih bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa dan Pendapatan Asli Desa (PADes). 


Penulis : Jumiadin


Kamis, 16 September 2021

Dari KPM Untuk Pencegahan Stunting Di Desa Mola Utara

 


                    Ibu Ayu, KPM Desa Mola Utara Kecamatan Wangi Wangi Selatan bersama Kader                                   Kesehatan dan Guru PAUD melakukan rapat persiapan Rembuk Stunting Desa 

 

 

WangiWangi Selatan - WakatobiChannel - Wice Ayu Wardani, perempuan kelahiran Mola  Kabupaten Wakatobi 36 tahun lalu yang besar hingga tamat SMP di Desa Sutojayan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang yang karena keterbatasan biaya saat itu menyebabkan Bu Ayu begitu sapaan akrabnya memutuskan untuk merantau ke Jakarta, bahkan sampai ke  Singapura dan Hongkong, bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) dan baby sister. Kini setelah menikah pada tahun 2015 mereka  menetap  di Desa Mola Utara Kecamatan Wangi-Wangi Selatan mengikuti suami, saat ini telah dikaruniai 2 orang anak, 1 perempuan dan 1 laki – laki. Dua tahun terakhir ini selain mengurus rumah tangganya, Bu Ayu juga aktif  sebagai Kader Pembangunan Manusia (KPM) di Desa Mola Utara.


 

Wice Ayu Wardani, KPM Mola Utara
Sebagai KPM, Bu Ayu  bertugas mensosialisasikan kebijakan pemerintah terkait konvergensi pencegahan stunting di tingkat desa ke masyarakat desa, mendata sasaran 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, melakukan pelayanan pencegahan stunting bersama bidan desa, ahli gizi, guru PAUD dan kader kesehatan lainnya yang ada di desa. Selin itu Ibu Ayu juga ikut organisasi di desa diantaranya PKK, Kader Posyandu Lansia dan Balita serta  kegiatan sosial keagamaan. Pada dasarnya saya senang ikut organisasi karena selain mendapat ilmu juga bisa menambah pengalaman dan banyak teman serta suami saya juga  selalu mendukung kegiatan yang saya lakukan selama itu positif dan tidak menelantarkan (meninggalkan) keluarga, “jelasnya.

 

Sebenarnya sebelum aktif sebagai KPM, Ibu Ayu adalah pegiat pariwisata di Lepa Mola sebagai guide sejak tahun 2015.  Tetapi kegiatannya saat ini berhenti akibat sepinya kunjungan wisata sebagai dampak dari pandemic Covid 19. Pada tahun 2020, Kepala  Desa Mola Utara, menunjuknya sebagai KPM. Dari kegiatan menjadi KPM,  itulah kemudian saya juga menjadi Kader Posyandu Balita dan Lansia serta anggota PKK desa. “Awalnya saya sempat tidak percaya diri karena belum mengenal kader – kader yang lain, tetapi suami memberi support dengan memberi keyakinan bahwa inilah saat yang tepat untuk lebih mengenal orang banyak di desa, “kenang Ibu Ayu.   

 

Menurut saya dari beragam organisasi yang pernah saya ikuti, KPM lah yang paling mengesankan. Karena dari pendampingan, saya mendapatkan pengetahuan tentang administrasi, kepemimpinan, kesetaraan gender, yang kesemuanya itu sangat bermanfaat bagi perempuan. Dari berbagai pengalaman itu saya jadi tahu betapa besar arti perempuan bagi dirinya, keluarga maupun bagi lingkungannya. Sejak saat itulah keberanian saya semakin bertambah. Saya tidak lagi canggung atau malu ketika mendapatkan undangan untuk menghadiri rapat di lingkup pemerintah desa maupun kecamatan,” tutur perempuan 2 anak ini.

 

Ibu Ayu Memberikan  Penyuluhan Saat Pelaksanaan Posyandu Remaja

Saat ini Ibu Ayu sedang mempersiapkan Rembuk Stunting Desa Mola Utara yang akan dilaksanakan sebelum musyawarah desa (musdes) untuk penyusunan perencanaan tahun 2022.  Rembuk Stunting ini berfungsi sebagai forum musyawarah antara kader kesehatan, PAUD, masyarakat desa dengan pemerintah desa dan BPD untuk membahas pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di desa khususnya stunting dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan di desa.  Saya ingin mengajak semua pihak menyadari bahwa mencegah stunting itu penting sehingga perlu adanya peran di tingkat individu, tingkat masyarakat, tingkat institusi pemberi layanan dan tingkat pemerintah desa, “pungkasnya.

 

 

Penulis :   Syahruddin Samiun (TAPM Kab. Wakatobi)

Editor  :    Jumiadin

 



Jumat, 10 September 2021

Kepala BPI Kemendesa PDTT, Dr. Suprapedi Menutup Gelar TTG Nasional XXII

 

Dr. Suprapedi, M.Eng  Kepala Badan Pengembangan Informasi Kementerian Desa PDTT
Dalam Acara Penutupan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional Ke - 22 di Jakarta




WakatobiChannel - Jakarta - Kepala Badan Pengembangan Informasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Suprapedi menutup Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG), Posyantek Desa Berprestasi dan TTG Unggulan Tingkat Nasional yang merupakan Rangkaian Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional ke-22 pada Kamis (9/9/2021) malam.


Suprapedi mengatakan, dirinya menilai lomba yang pertama kalinya digelar secara virtual ini berlangsung secara ketat, olehnya, Ia mengucapkan terima kasih kepada Dewan Juri yang bekerja maksimal.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Dewan Juri yang telah bekerja dengan baik," kata Suprapedi.

Suprapedi mengakui dirinya menyempatkan diri untuk melihat langsung proses seleksi finalis yang berjumlah 30 peserta itu.

Ia mengapresiasi setiap daerah yang mampu berpartisipasi dalam GTTGN tahun ini meski waktu pelaksanaan sangat mepet dan dilaksanakan secara virtual akibat Covid-19.

Suprapedi mengapresiasi kepada Pemerintah Daerah yang turut mendukung pembuatan TTG ini dan terus mendukung Finalis pada proses seleksi tahun ini.

Suprapedi mengatakan, ada kriteria penilaian dalam Lomba TTG ini seperti pemanfaatan dalam industri, level kesiapan teknologi maupun inovasi.

Sesuai saran Ketua Dewan Juri Teguh Sudarto, kata Suprapedi, jika ada inovasi yang baru, makan diperlu didaftarkan Kekayaan Intelektualnya dalam bentuk Hak Paten.

"Grassroot Innovation itu sangat berkembang pesat di level desa dan menggembirakan teknologi ini dikembangkan Posyantek Desa," kata Suprapedi

Nantinya, perlu diadakan lomba terkait dengan langkah-langkah yang diperlukan untuk inovasi yang baru tersebut.

Suprapedi pun meminta Dewan Juri untuk maksimal bekerja untuk menentukan pemenang lomba. Namun, jika nantinya nilai ketat maka bisa saja dilakukan penambahan jumlah pemenang tapi jumlah hadiah dikurangi.

"Mohon maaf jika nanti pemenangnya bertambah karena memberikan apresiasi kepada Inovasi yang memang penuhi kriteria," kata Suprapedi.

Penganugerahan Pemenang Lomba Gelar TTG Nasional 2021 ini bakal dilaksanakan di Gedung Makarti Kemendes PDTT pada Senin (20/9/2021).

Suprapedi berharap kepada Pemerintah Daerah hingga tingkat Posyantek Desa tetap bekerja keras untuk menemukan teknologi yang bagus untuk diterapkan di desa masing-masing dan bisa memberikan nilai tambah terhadap produk yang ada di desa.

Teks: Firman/Kemendes PDTT
Foto: Angga/Kemendes PDTT

Rabu, 05 Mei 2021

Desa Koroe Onowa Gelar Musdes Penetapan Data SDGs Desa

 

Foto Bersama Usai Menggelar Musdes Penetapan Data SDGs Desa


WangiWangi, WakatobiChannel – Pemerintah Desa Koroe Onowa Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi adalah salah satu desa di Indonesia yang telah menyelesaikan Pendataan SDGs Desa melalui Aplikasi Pendataan SDGs Desa, maka sebagai tindak lanjut dari rencana aksi di tingkat desa dalam rangka pendataan SDGs Desa Tahun 2021 ini kemarin (4/5/2021) Pemerintah Desa Koroe Onowa telah melaksanakan musyawarah desa penetapan hasil pendataan SDGs Desa Tahun 2021.

Musyawarah Desa Penetapan Data SDGs Desa 2021 Desa Koroe Onowa dilaksanakan di Aula Kantor Desa dan turut dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Wakatobi dalam hal ini Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Wakatobi H. La Ode Husnan, S. Pd., M.Si, Camat Wangi-Wangi Harbiadi Ode Aeno, S.Sos., M.Si, Tenaga Ahli Provinsi Sulawesi Tenggara Ir. Salim Umy, Kepala Desa Waha, BPD Koroe Onowa,Tokoh – Tokoh Masyarakat, Anggota Pokja Relawan Pendataan Desa Koroe.

Kepala Dinas P3APMD Wakatobi H. La Ode Husnan, M.Si

Kepala Dinas P3APMD Wakatobi  H. La Ode Husnan, S.Pd., M.Si dalam sambutannya mengatakan, “ kami atas nama Pemerintah Kabupaten Wakatobi memberikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Koroe Onowa dan Kepada Pokja Relawan Pendataan Desa yang telah mengukir prestasi ini sebagai Desa pertama yang telah menyelesaikan Pendataan SDGs Desa  bukan hanya di tingkat Kabupaten dan Provinsi tetapi juga Nasional, maka sekali lagi kami bangga atas prestasi ini. Bahwa menurut laporan dari Tenaga Ahli, Jumiadin bahwa di Kabupaten Wakatobi sudah 4 desa yang telah menyelesaikan penginputan data melalui aplikasi pendataan SDGs Desa yaitu Desa Koroe Onowa Kecamatan Wangi-Wangi di Pulau Wangi-Wangi, Desa Haka Kecamatan Togo Binongko di Pulau Binongko, 

Desa Timu Kecamatan Tomia Timur di Pulau Tomia dan Desa Tanomeha di Kecamatan Kaledupa Selatan di Pulau Kaledupa. Hal ini juga sudah menjadi  keterwakilan masing-masing pulau sehingga ini bisa menjadi inspirasi dan pemicu bagi desa-desa yang lain untuk segera menyelesaikan pendataan dan penginputan agar dapat selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, “jelasnya.

Kepala Dinas juga memberikan apresiasi kepada semua Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Wakatobi yang telah mendampingi desa dalam proses pendataan SDGs Desa ini, menurutnya prestasi ini  harus dipublikasi sehingga bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Wakatobi, “pungkasnya.

Sementara itu Camat Wangi-Wangi Bapak Harbiadi Ode Aeno, S.Sos., M.Si mengatakan, ” kami juga atas nama Pemerintah Kecamatan Wangi-Wangi memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Koroe Onowa dan Kelompok Kerja Relawan Pendataan Desanya yang telah melakukan pendataan secara manual dan penginputan Data SDGs Desa melalui Aplikasi Pendataan SDGs Desa, serta ucapan terima kasih kepada teman-teman pendamping yang telah mendampingi Desa dan Pokja dalam melakukan proses pendataan SDGs Desa ini sehingga Desa koroe Onowa menjadi Desa Pertama di Kecamatan Wangi-Wangi bahkan secara Nasional menjadi yang pertama, semoga ini menjadi penyemangat desa-desa lainnya khusunya yang ada di Kecamatan Wangi-Wangi, “katanya.

La Ode Sahirudin, S.Sos Kepala Desa Koroe Onowa


Kepala Desa Koroe Onowa La Ode Sahirudin, S.Sos memberikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendampingi Desa Koroe Onowa, kepada para Pendamping Desa (PD) dan Pendamping lokal desa (PLD) para pokja yang siang malam begadang untuk menginput data ini sehingga Desa kami ini bisa menjadi yang tercepat dalam penginputan data SDGs Desa ini.


Di tempat yang sama Tenaga Ahli Prov. Sultra Ir. Salim Umy mengatakan, “ kami juga memberikan apresiasi karena Sultra telah menjadi Desa Pertama yang menyelesaikan penginputan Data SDGs Desa melalui aplikasi. Semoga kerja-kerja ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Sulawesi Tenggara, dan sesuai informasi bahwa 10 desa tercepat yang menuntaskan pendataan ini akan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Desa PDTT. Data SDGs Desa ini menjadi penting karena dengan data inilah rujukan perencanaan desa pada tahun 2022, karena sudah disini semua tergambar kondisi objektif desa, “jelas Putra Wakatobi ini.

Suasana Musdes Penetapan Data SDGs Desa di Aula Kantor Desa Koroe Onowa

Diakhir acara musdes ini Tenaga Ahli Kabupaten Wakatobi Jumiadin, SP., M.Si memberikan penegasan bahwa,  “ Data SDGs Desa hasil pendataan ini harus dianalisis sehingga tidak hanya menjadi deretan angka-angka yang tak bermakna. Bagaimana data yang ada ini dapat dijadikan sebagai acuan desa dalam menyusun perencanaan dan implementasi pembangunan desa jika tidak dilakukan analisa, olehnya itu pada kesempatan ini kami sebagai Tenaga Pendamping Profesional Wakatobi melaporkan kepada Kepala Dinas dan Tenaga Ahli Provinsi bahwa dalam waktu dekat ini kami akan melakukan penguatan kepada PD dan PLD agar mampu mendampingi desa sehinga desa dapat melakukan analisis data-data yang telah dihasilkan, “jelas PIC SDGs Desa Wakatobi ini. (Jumie)

 

 Reportase     :  TPP Wangi Wangi (Aydin-Fatimah-Irsan-Hadidu)

 Editor            : Jumiadin


Selasa, 04 Mei 2021

Empat Desa Di Kabupaten Wakatobi Telah Menuntaskan Pendataan SDGs Desa, Desa Koroe Onowa Tercepat se Indonesia

 



WangiWangi - WakatobiChannel -  Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Wakatobi (TPP Wakatobi) mengambil langkah cepat dalam menindaklanjuti Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa serta Surat Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Nomor  5 /PR/.03.01/III/2021 tanggal 1 Maret 2021 perihal Pemutakhiran Data IDM Berbasis SDGs Desa, sehingga dilakukan konsolidasi kepada TPP secara berjenjang untk segera melakukan fasilitasi dan pendampingan terkait Sustainable Development Goals Desa ini melalui tahapan kegiatan yang diawali dengan Sosialisasi, Pembentukan Pokja Relawan Pendataan Desa,  dan Pembekalan atau Bimtek kepada Pokja yang sudah terbentuk.

Jumiadin (TA TTG - PIC SDGs Wakatobi)

Tenaga Ahli Kabupaten Wakatobi Jumiadin, SP., M.Si mengatakan, “SDGs Desa merupakan upaya terpadu yang dilakukan pemerintah dalam pembangunan desa untuk mempercepat pencapaian 18 tujuan pembangunan berkelanjutan sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Semua Tenaga Pendamping Profesional di Kabupaten Wakatobi  berperan aktif dalam upaya percepatan proses pendataan SDGs Desa ini, yaitu mulai proses sosialisasi kepada pemerintah desa, pembentukan kelompok kerja (pokja) relawan pendataan desa dan pembekalan pokja”.


Upaya lain yang dilakukan TPP Wakatobi adalah sejak awal sudah dibuatkan WAG (WhatsApp Group) sebagai media edukasi bagi kelompok kerja dan tenaga pendamping profesional dalam memberikan penguatan serta berbagai persoalan yang dihadapi oleh pokja dalam melakukan pendataan secara manual (kuisioner) maupun pendataaan/penginputan data melalui Aplikasi Pendataan SDGs Desa.

WhatsApp SDGs Desa Wakatobi Yang Dibuat 7 Maret 2021
Sebagai Media Edukasi Bersama TPP dan Pokja Relawan Pendataan Desa


Proses fasilitasi dan pendampingan yang dilakukan secara aktif baik melalui pendampingan langsung maupun melalui media WAG grup membuahkan hasil yang menggembirakan, karena berdasarkan hasil pemantauan dan laporan dari Pokja dan TPP bahwa sudah ada desa yang telah tuntas melakukan pendataan dan penginputan data melalui Aplikasi Pendataan SDGs Desa pada akhir April 2021.

Desa Koroe Onowa Kecamatan Wangi-Wangi adalah salah satu desa yang pertama menyelesaikan pendataan dan penginputan data melalui aplikasi Pendataan SDGs Desa, dimana pada tanggal 24 April 2021 pukul 12.03 Wita desa ini telah melaporkan kepada kami bahwa sudah tuntas melakukan penginputan data dalam aplikasi Pendataan SDGs Desa, selanjutnya pada hari yang sama pukul 21.30 Wita Desa Haka Kecamatan Togo Binongko juga melaporkan hal yang sama. Desa berikutnya adalah Desa Timu Kecamatan Tomia Timur dan Desa Tanomeha Kecamatan Kaledupa Selatan”.

Seluruh Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Wakatobi memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pokja yang telah menyelesaikan pendataan secara online melalui Aplikasi Pendataan SDGs Desa, karena bukan hanya tercepat di Kabupaten Wakatobi tetapi juga di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Seluruh  Indonesia.

 

Penulis : Jumiadin (TA TTG - PIC SDGs Kabupaten Wakatobi)

 


WISATA

Camat Tomia Apresiasi Prestasi Desa Waitii Barat

  Camat Tomia Mendampingi Wakil Bupati Wakatobi dan Kepala Dinas PMD Wakatobi  Meninjau Kesiapan Desa Dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Sula...