WAKATOBI REGENCY

Welcome to Wakatobi Dive Resort

Resort Wakatobi

Welcome to Wakatobi

Patuno Resort Wakatobi

Welcome to Patuno Resort Wakatobi

Lakota Beach Tomia

Lakota Beach Terdapat di Pulau Tomia

Runduma Island

Di Pulau Ini Terdapat Satwa Penyu

Selamat Bergabung di Pusat Informasi Pembangunan Desa dari Segitiga Karang Dunia Kabupaten Wakatobi

Sabtu, 16 Januari 2021

Gus Menteri : UU Desa Berhasil Bangkitkan Ekonomi Desa

 



Jakarta - WakatobiChannel -  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengungkapkan lahirnya Undang-Undang (UU) Desa yang telah terbukti berhasil membantu bangkitkan ekonomi desa.


"Sepanjang tahun 2015 sampai 2020 mampu menggeliatkan APBDes, membangkitkan ekonomi desa, serta meratakan pembangunan desa," kata Gus Menteri dalam pidatonya saat memperingati 7 tahun UU Desa, Jakarta, Jumat (15/01/2021).


Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri ini menjelaskan, melalui UU Desa negara mengucurkan Dana Desa hingga mencapai Rp 21 triliun pada 2015, sehingga APBDes masing-masing desa di Indonesia melonjak dari rata-rata Rp 250 juta menjadi Rp 500 juta, dan angka tersebut terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.


Sebelum adanya UU Desa, total ADD tercatat di kisaran Rp1 triliun pertahun, dan saat ini sudah naik menjadi lebih dari Rp 33 triliun pertahun atau meningkat 33 kali lipat dari sebelumnya. Melalui dana tersebut pembangunan desa semakin masif.


"Tidak mengherankan, pada 7 Tahun UU Desa ini APBDes telah berganda hingga enam kali lipat, menjadi Rp121 triliun pada tahun 2020," terang Gus Menteri.


Total Dana Desa yang telah tersalur sejak lahirnya UU Desa yakni sepanjang 2015-2020 mencapai Rp 323,32 triliun. Hal itu sejalan dengan penyerapan Dana Desa yang terus meningkat, dari 82,72 persen pada 2015, menjadi 97,65 persen pada 2016, dan pada 2020 menjadi 99,95 persen.


"Pada 2021 direncanakan Rp 72 triliun disalurkan ke 74.961 Desa," kata Gus Menteri.


Khusus menggerakkan ekonomi desa, sepanjang 2015-2020 Dana Desa yang dialokasikan sebagai modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mencapai Rp 4,2 triliun. Hasilnya tercatat Rp 1,1 triliun Pendapatan Asli Desa (PAD) yang bersumber dari pembagian hasil keuntungan BUMDes.


Gus Menteri berharap, warga desa menyambut baik lahirnya UU Desa yang sudah berumur 7 tahun tersebut. Masyarakat desa khususnya Kepala Desa harus kreatif menggunakan Dana Desa sebagai buah dari UU Desa tersebut.


"Saat ini, baru ada 51.134 desa yang mengalirkan Dana Desa menjadi modal BUMDes. Padahal ketika desa kreatif mengelola BUMDes, maka mata air finansial pembangunan bakal terus mengucur berkelanjutan," pungkasnya.


Foto: Sigit/Humas Kemendes PDTT

Teks: Badriy/Humas Kemendes PDTT

Jumat, 15 Januari 2021

Peringati Lahirnya UU Desa, Warga Desa Wajib Bersyukur

 




JAKARTA –  WakatobiChannel - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar memberikan pidato dalam peringatan 7 tahun diundangkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) di Balai Makarti, Jumat (15/1).

 

“Sebagai tonggak penting demokratisasi desa dan titik tolak pesatnya pembangunan desa. Maka, untuk pertama kalinya, sebagai bentuk syukur, kita meluangkan waktu khusus, untuk memperingati 7 tahun diundangkannya Undang-Undang Desa,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Menteri ini.

 

Menurutnya, pada hari ini 7 tahun lalu, bangsa Indonesia sudah membuat catatan penting dalam tata kelola pemerintahan desa, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa.

 

Empat aspek tersebut, kata Gus Menteri merupakan wujud pengakuan negara terhadap desa yang memang seharusnya didapatkan. Sebab, sebagai wilayah terkecil, desa telah membuktikan diri mampu menuliskan sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia.

 

Untuk itu, tambah Gus Menteri, UU Desa patut untuk direfleksikan agar menjadi titik tolak untuk melangkah lebih besar ke masa depan. Tidak hanya sekadar berputar-putar di halaman desa sendiri. Sudah saatnya merancang langkah lebih luas, bergandengan dengan lebih banyak tangan dan teman.

 

Selain itu, Gus Menteri juga mengajak warga desa untuk bersyukur karena pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat berkomitmen dalam melaksanakan UU Desa.

 

Menurutnya, komitmen dan perhatian Presiden dalam pembangunan desa diwujudkan dengan bentuk nyata seiring terus bertambahnya anggaran Dana Desa dari tahun ke tahun.

 

“Rasa syukur, kita wujudkan dalam langkah nyata, dengan menderaskan laju pembangunan desa, menjadikan SDGs Desa penuntut pembangunan desa, merapikan barisan warga desa dalam aktivitas pembangunan,” jelasnya.

 

“Dengan demikian, kita akan sampai bersama-sama pada titik kebangkitan desa, dengan menuntaskan capaian Tujuan SDGs Desa, tuntas tak tersisa, dan itulah Desa Untuk Semua Warga (Desa Surga),” tegasnya.

 

Foto: Sigit/Humas Kemendes PDTT

Teks: Rifqi/Humas Kemendes PDTT

Gus Menteri Jabarkan Potret Masa Depan Desa

 




Jakarta – WakatobiChannel - Berbekal hasil dan upaya Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terdahulu, kini Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mampu meluaskan pandangan atas kondisi desa-desa mutakhir. 

 

“Maka lahirlah paradigma baru arah pembangunan desa, yaitu; 18 Tujuan SDGs Desa, dengan 222 indikator pemenuhan kebutuhan warga maupun pembangunan wilayah desa,” ungkap Abdul Halim Iskandar dalam peringatan 7 tahun diundangkannya Undang-Undang Desa (UU Desa) di Jakarta pada Jumat (15/1).

 

Ia mengatakan, SDGs Desa merupakan upaya terpadu percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden nomor 59 Tahun 2017.

 

Oleh karena itu, peringatan 7 tahun diundangkannya UU Desa merupakan momentum untuk refleksi kemajuan desa ke depan. Menurutnya, refleksi ini layak diserap menjadi energi penggerak untuk menentukan langkah-langkah raksasa ke depan. 

 

Gus Menteri menambahkan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah memanfaatkan sistem informasi dan teknologi komunikasi mutakhir untuk mengumpulkan data mikro pada level individu, keluarga, rukun tetangga, dan desa. 

 

“Seluruh data kita gali bersama untuk memenuhi kebutuhan membangun desa,” katanya.

 

Prioritas penggunaan Dana Desa 2021 telah memastikan jaringan 3G dan 4G menyapu 11 ribu desa yang saat ini belum terjangkau internet. Tujuannya agar, seluruh desa tersambung dengan Sistem Informasi Desa (SID) susunan Kemendes PDTT.

 

Langkah kedua adalah penguatan keorganisasian, finansial, dan kerja sama bisnis BUMDes. Seluruh BUMDes teregister dan terintegrasi dengan SID, sehingga Kemendes PDTT mengelola arus informasi kebutuhan dan suplai komoditas, peluang investasi BUMDes dan investor lain.

 

“Sekaligus mengawasi dan membina seluruh BUMDes. Termasuk, memperlancar distribusi barang sampai desa terpencil hingga ekspor produk Desa ke luar negeri,” ungkapnya.

 

Langkah ketiga adalah mereorganisasi pendampingan desa. Kini seluruh pendamping berposisi di bawah komando langsung Kemendes PDTT. Para pendamping akan memasuki kawah pelatihan sejak awal tahun 2021. 

 

SID akan mencatat seluruh kegiatan pendamping, termasuk laporan harian, dan penilaian bulanan. Hilangnya tugas administrasi memudahkan pendamping, sejak sekarang lebih fokus melakukan aksi pemberdayaan.

 

“Keempat, langkah raksasa kita bersama-sama, memusatkan pemikiran, tindakan, karya, dan sikap untuk memenuhi 18 Tujuan SDGs Desa,” jelasnya.

 

SID akan mencatat seluruh kegiatan desa, menyerasikannya ke dalam 222 indikator SDGs Desa, namun tanpa menambah kerepotan administrasi pelaporan desa. Bahkan, rekomendasi rinci SID memastikan Desa selalu memiliki arah untuk bergerak lebih maju dan lebih cepat lagi pada tahun-tahun berikutnya.

 

Data mikro by name by address untuk banyak atribut inilah yang akan menuntun program-program intervensi yang berasal dari Supra Desa. Dengan data tersebut, tidak akan ada lagi program dan kegiatan yang salah sasaran, tidak akan ada lagi satu pun warga yang tertinggal dalam pembangunan. 

 

“No One Left Behind. Sebagaimana arahan Bapak Presiden, agar Dana Desa, dirasakan oleh Warga Desa, utamanya dari kalangan bawah,” ungkapnya.

 

Itulah gambaran desa masa depan, desa yang mampu memanfaatkan teknologi informasi, desa yang membangun kebijakan-kebijakannya berdasarkan data (evidence base policy), desa yang tidak melupakan dan meninggalkan satu pun warga tersisa dalam aktivitas pembangunan. 

 

Foto: Sigit/Humas Kemendes PDTT

Teks: Rifqi/Humas Kemendes PDTT

Kamis, 14 Januari 2021

WAMENDES PDTT : Desa Di Sekitar Laut Akan Semakin Makmur

 



Jakarta -  WakatobiChannel - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigras Budi Arie Setiadi pada Kamis (14/1) menghadiri kegiatan dialog kemaritiman dalam rangka peringatan hari Dharma Samudera di Dermaga Kolinlamil, Jakarta.

 

Dalam kegiatan itu, Budi Arie menyampaikan bahwa sekitar 367 ribu hektar luas lautan Indonesia dengan 10.743 desa nelayan sangat memiliki potensi besar yang juga turut menjadi sebuah tantangan dalam mengembangkan potensi tersebut.

 

"Jadi bisa dibayangkan, ada puluhan ribu desa nelayan. dan ini tentu saja mempunyai tantangan dan peluang yang luar biasa. Namun, sangat disayangkan jika ternyata masih banyak potensi laut kita memang belum sepenuhnya dimaksimalkan atau digarap dengan baik," kata Budi Arie Setiadi.

 

oleh karena itu, Budi Arie berharap dengan adanya berbagai pengembangan baru dengan teknologi baru dapat menjadi salah satu kekuatan dilaut bagi desa-desa dan kabupaten yang memiliki lautan karena laut bisa menjadi potensi pengembangan ekonomi pertama di masa depan.

 

"Jadi 367 ribu hektar lautan ini belum semuanya digarap. Membangun indonesia seharusnya dari kemaritiman, karena laut itu bukan kendala kita tapi sebuah kekuatan kita. Karena itulah kita mengharapkan dalam pembangunan desa dan daerah-daerah di Indonesia khususnya yang memiliki lautan ini bisa turut bekerjasama dengan korps AL khususnya dalam mengembangkan potensi maritim dan menjadikan desa-desa yang disekitar laut semakin makmur," katanya.

 

Kemendes PDTT, kata Budi Arie, akan terus berupaya agar terjadi percepatan pembangunan desa dengan langkah akselerasi perikanan di desa yakni pembangunan infrastruktur konektivitas dari pasar sampai ke desa nelayan untuk mengurangi biaya investasi ke desa, selain itu juga melakukan pembangunan berbasis kawasan dan produk unggulan perikanan untuk meningkatkan skala ekonomi.

 

"Akselerasi lainnya seperti pelatihan nelayan dengan kerjasama pelatihan oleh korporasi agar terbuka dengan produksi yang berkualitas dan melakukan pengolahan pasca panen dan kerjasama dengsn pasar induk dan ecommerce untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan," katanya.

 

Foto: Andri/Humas Kemendes PDTT


Gus Menteri : Anggaran 2021 Fokus Percepatan Pencapaian SDG's Desa

 




JAKARTA –  WakatobiChannel - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar memfokuskan anggaran tahun 2021 untuk menggenjot percepatan pencapaian SDGs Desa. 

 

Menurutnya, implementasi tujuan-tujuan SDGs Desa akan berdampak signifikan pada pencapaian pembangunan bidang desa, perdesaan, daerah tertinggal, dan transmigrasi.

 

“Anggaran yang dikeluarkan harus bisa dipertanggungjawabkan untuk pencapaian SDGs Desa. Hanya itulah, jalan mempercepat pencapaian tujuan SDGs Desa, mempercepat pencapaian Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau TPB,” ujarnya pada Rapat Pimpinan Paripurna dengan eselon 1 dan 2 di Operational Room, Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Rabu (13/1).

 

Gus Menteri, sapaan akrabnya, mengatakan, dalam pembangunan desa dan perdesaan, SDGs Desa dapat dioperasionalisasikan melalui berbagai program dan kegiatan, seperti peningkatan infrastruktur desa, pengembangan desa wisata, utamanya yang berada pada destinasi wisata prioritas nasional seperti desa adat, desa inklusi, desa ramah perempuan dan peduli anak, dan desa sehat dan sejahtera.

 

“Hal penting lainnya, kita harus hadir memberikan pendampingan pembangunan desa dan perdesaan, membuka jalan kerjasama dan kemitraan masyarakat desa, serta dapat memastikan penggunaan dana desa untuk percepatan pencapaian SDGs Desa,” ujarnya.

 

Ia mengatakan, paradigma SDGs Desa turut mengubah sudut pandang kawasan yang selama ini diputuskan secara top down menjadi kerja antar desa yang bersifat bottom up. 

 

Menurutnya, wujud kerjasama antar desa dalam hal ini dapat dilakukan dalam berbagai hal seperti untuk meningkatkan skala ekonomi, skala wilayah pembangunan, skala keamanan, dan sebagainya.

 

“Karena itu, perdesaan tidak lagi dibatasi zona administrastif yang berimpitan atau berdekatan. Melainkan basis kerjasama tersebut sesuai potensi masing-masing desa yang bisa jadi berjauhan dalam satu kabupaten, atau lintas kabupaten dalam provinsi, bahkan desa-desa lintas provinsi,” terangnya.

 

SDGs Desa sendiri memiliki 18 tujuan, diantaranya, terwujudnya Desa Tanpa Kemiskinan, Desa Tanpa Kelaparan Desa Sehat dan Sejahtera, Pendidikan Desa Berkualitas, Keterlibatan Perempuan Desa, Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi, Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan, Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata, Infrastruktur dan Inovasi Desa sesuai Kebutuhan, dan Desa Tanpa Kesenjangan.

 

Selanjutnya, Kawasan Permukiman Desa Aman dan Nyaman, Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan, Desa Tanggap Perubahan Iklim, Desa Peduli Lingkungan Laut, Peduli Lingkungan Darat, Desa Damai Berkeadilan, Kemitraan untuk Pembangunan Desa, Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif.

 

Foto: Mugi/Humas Kemendes PDTT

Teks: Rifqi/Humas Kemendes PDTT

Senin, 04 Januari 2021

Gus Menteri Lantik Pejabat Eselon I & II

 



Jakarta -  WakatobiChannel - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di Operasional Room Kantor Kalibata, Senin (4/1/2021) siang.

 

Proses pelantikan dimulai dengan pembacaan Keputusan Presiden Nomor 205/TPA/2020 dan Keputusan Mendes PDTT Nomor 235 Tahun 2020. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Naskah pelantikan oleh Gus Menteri, sapaan akrab Menteri Halim.

 

Setelah itu dilanjutkan penandatanganan oleh Ekatmawati dan Leroy Samy Uguy yang disaksikan Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Taufik Madjid dan Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi.

 

Gus Menteri dalam arahannya mengucapkan selamat kepada Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama yang baru saja dilantik dan diambil sumpahnya. Gus Menteri berharap pejabat yang diantik benar-benar menjalankan amanah yang diberikan dalam rangka berkhidmat kepada bangsa dan negara melalui Kemendes PDTT.

 

Gus menteri mengajak para pejabat yang dilantik untuk bersama-sama berikhtiar untuk terjadi percepatan pembangunan di desa, bersama-sama mendorong SDGs Desa menjadi arah kebijakan pembangunan desa bisa terwujud sesuai dengan harapan, yang utamanya tujuan pembangunan nasional tahun 2030 bisa terwujud.

 

"Mari bersama-sama menuju terwujudnya SDGs Desa dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang telah digulirkan oleh Bapak Jokowi Tahun 2017," kata Gus Menteri.

 

Gus Menteri mengajak para pejabat yang dilantik untuk menyikapi dinamika yang terjadi termasuk soal pelantikan sebagai kejadian yang biasa-biasa saja.

 

Gus Menteri menegaskan, tidak ada ada downgrade di Kemendes PDTT karena dirinya memang tidak ingin ada downgrade jabatan selama dirinya menjadi Mendes PDTT.

 

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pengucapan selamat yang dilakukan oleh Gus Menteri bersama Nyai Lilik Umi Nashriyah, Sekjen Taufik Madjid bersama Istri, Staf Khusus Ahmad Iman dan Malik Haramain.

 

Berikut Nama Pimpinan Tinggi Madya yang dilantik hari ini:

 

1. Ir. Harlina Sulistyorini, M.Si sebagai Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

2. Ir. Eko Sri Haryanto, MM sebagai Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal 

3. Ir. Rr. Aisyah Gamawati, MM sebagai Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi

4. Ir. Ekatmawati, MM sebagai Inspektur Jenderal

5. Dr. Suprapedi, M. Eng.Sc sebagai Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

6. Dr. Ir. Ansar Husen, M.Si sebagai Staf Ahli Bidang Pengembangan Ekonomi Lokal

7. Dr. Ir. H. M. Nurdin, M.T sebagai Staf Ahli Bidang Pengembangan Wilayah

8. Drs. Samsul Widodo, MA sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan AntarLembaga

9. R. Hari Pramudiono, SH, MM sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi

 

Foto: Mugi/Humas Kemendes PDTT

Teks: Firman/Humas Kemendes PDTT

Pilkada Sigi : IMAM SAFAAD Siap Berlaga Di Pilkada Serentak 2024

 

Imam Safaad Siap Bertarung Di Pilkada Sigi 2024


SIGI- WakatobiChannel - Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2024 masih lama. Kurang lebih 4 tahun lagi. Terlalu pagi dibicarakan sekarang. Harus menunggu. Bagi sebagian orang, menunggu itu membosankan.


Namun dalam perjalanan politik, waktu empat tahun tidaklah terasa. Bahkan sangat singkat. Siapkan dirimu dari sekarang, bila ada niat dan minat. Kalau tak ada? Cukup mendukung saja nantinya.


Konsolidasi setiap minggu, pertemuan sana pertemuan sini, lobi atas lobi bawah, eh 2024 sudah di depan mata. Rutinitas politik seperti itulah. Padat merayap. Segala sesuatu harus disiapkan. Butuh dikondisikan. Putaran waktu 24 jam rasanya tak cukup. 


Pilkada Sigi 2024 termasuk seru. Tak ada incumbent Bupati yang maju. Lebih serunya lagi, akan diramaikan wajah-wajah baru. Dan dimungkinkan, masih ada "mantan calon" bupati yang mencoba peruntungan lagi. Tak apa, sah adanya. 


Salah satunya yang sudah ancang-ancang, yakni Imam Safaad. Tokoh muda satu ini mulai manatap 2024. Dia optimistis. Dalam politik menurutnya, tak ada yang tak mungkin. Terlebih lagi, jika persiapan sudah jauh hari dilakukan. 


Nama Imam Safaad di Sigi sudah tak asing lagi. Pengetahuan dan pengalaman politiknya sudah cukup. Kiprahnya di organisasi juga bersinar. Sederet organisasi ada namanya terpampang disana. Bahkan, Imam pernah menjadi Ketua KNPI Sigi periode 2017-2019. 


Karena itulah, tak berlebihan jika nama Imam perlu diperhitungkan di bursa Bupati Sigi 2024. Apalagi, sosok politisi muda religius-nasionalis ini mudah diterima oleh semua kalangan. Dia tidak eksklusif, tapi istimewa. Kepribadiannya juga tegas, bersahaja, dan dinamis. Sigi bangeeet...!!! 


Kenapa Imam harus mencalonkan? Ada gagasan besarnya untuk Sigi ke depan. Untuk mengabdi kepada masyarakat dan tanah kelahirannya. Gagasan itu belum saatnya dibuka. Dan sebagai putra daerah, Safaad memberi dukungan kepada setiap pemimpin Sigi yang terpilih guna membangun daerah. 


"Saya pribadi yang sportif, mendukung Bupati dan Wabup Sigi yang sekarang memimpin,"katanya ringan. 


Saking sportifnya, di 2024 nanti, Imam menyatakan siap menjadi calon Wabup bagi Samuel Pongi. Duet Samuel Pongi-Imam Safaad diyakini cukup diperhitungkan di pentas Pilkada Sigi 2024 mendatang. 


Imam mencoba untuk realistis. Karena, arah politik Sigi di 2024 bisa berubah haluan. Sekarang tanda-tanda itu nampak lagi. Politik identitas yang tidak tertulis, duet calon Islam-Nasrani, tidak lagi menjadi pakem mutlak. Hal ini sebenarnya sudah tersaji 2015 silam, ketika calon Aswadin Randalembah-Agus Lamakarate, mencoba berpasangan kala itu.  


"Setiap detik, kompromi politik bisa saja berubah. Dan saya memilih kompromi yang soft, tapi berpeluang menang," tegas Imam 


Dan Imam kurang setuju, ketika ada calon lain berencana menjadikan Samuel Pongi wakil lagi. Sementara calon tersebut baru bertarung, belum teruji, dan terbilang baru di dunia politik. Hitung-hitungan seperti ini cukup keliru.


Samuel Pongi sekarang ini, benar-benar menjadi magnet politik Sigi. Dia politisi yang nyaris sempurna. Sang Fajar dari Pipikoro. Wakil dari Kulawi Raya yang begitu dicintai. Getaran Samuel effect bakal muncul di 2024.


"Fatsun (etika) politik saya jelas dan tegas. Semoga ini dibaca Pak Samuel Pongi," ujarnya serius. 


Selain nama Imam Safaad dan Samuel Pongi, ada beberapa nama lain yang sudah digadang-gadang maju di 2024. Mulai dari yang berlatarbelakang birokrat hingga politisi.


Mereka adalah Paulina, Andi Wulur, Agus Syawal, Kaimuddin Ponulele, Iman Rahmat. 


Berikutnya, Rizal Intjenae, Imran Latjedi, Nurzain Djaelangkara, Torki Turra, Robby Tarro, serta beberapa nama beken lainnya. (tim redaksi)

WISATA

Camat Tomia Apresiasi Prestasi Desa Waitii Barat

  Camat Tomia Mendampingi Wakil Bupati Wakatobi dan Kepala Dinas PMD Wakatobi  Meninjau Kesiapan Desa Dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Sula...