WAKATOBI REGENCY

Welcome to Wakatobi Dive Resort

Resort Wakatobi

Welcome to Wakatobi

Patuno Resort Wakatobi

Welcome to Patuno Resort Wakatobi

Lakota Beach Tomia

Lakota Beach Terdapat di Pulau Tomia

Runduma Island

Di Pulau Ini Terdapat Satwa Penyu

Selamat Bergabung di Pusat Informasi Pembangunan Desa dari Segitiga Karang Dunia Kabupaten Wakatobi

Minggu, 22 November 2020

Wakil Menteri Desa PDTT, Budi Arie Setiadi Meninjau 2 Kawasan Perdesaan Di Kabupaten Wakatobi

 

Wakil Menteri Desa PDTT, Budi Arie Setiadi bersama Pjs Bupati Wakatobi H. Aslaman Sadik Meninjau Pasar Kawasan Perdesaan Di Pulau Kapota Kec Wangi Wangi Selatan Wakatobi


 

WANGIWANGI, WakatobiChannel  - Wakil Menteri Desa PDTT, Budi Arie Setiadi mengunjungi Pulau Kapota  Kecamatan Wangi-Wangi Selatan dan Desa Koroe Onowa Kecamatan Wangi Wangi Kabupaten Wakatobi (21/11/2020). Pulau Kapota adalah salah satu Kawasan Perdesaan, di Pulau Kapota yang terdiri dari 5 desa itu  sudah terbentuk Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) Benteng Wisata Kambode. Selain itu di Pulau Kapota sebagai salah satu pengembangan kawasan perdesaan juga ada bantuan infrastruktur berupa pasar kawasan, jalan antar desa, sarana prasarana BUMDes Bersama, Gerai Kerajinan, Alat tenun Bukan Mesin (ATBM), Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Sarana Air Bersih.


Bapak Budi Arie Setiadi meninjau Alat Tenun Bukan Mesin  (ATBM) Di Gerai Kerajinan


Dalam kunjungannya di Pulau Kapota Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi didampingi istri Zara Murzandina bersama Mulyadin Malik, Direktur PSDA, Dirjen PKP untuk pengembangan kawasan perdesaan meninjau langsung fasilitas infrastruktur yang dibangun oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi melalui program pengembangan kawasan perdesaan (PKP). Budi Arie Setiadi nampak puas dengan pelaksanaan infrastruktur penunjang kebutuhan masyarakat yang ada di kawasan Pulau Kapota, beliau juga kelihatan menikmati suasana pasar kawasan dengan bercengkerama dengan para pedagang yang ada di pasar kawasan itu.

Setelah meninjau semua bantuan di Kawasan Pulau Kapota, Wamen Desa PDTT bersama rombongan menuju Desa Koroe Onowa Kecamatan Wangi Wangi untuk meninjau bantuan Kemendesa PDTT juga berupa Bangunan Infrastruktur Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma ) Kanturu dan saran prasarana penunjang lainnya.

Budi Arie Setiadi Bersama Isteri Menikmati Keindahan Bawah Laut
Di Salah Spot Diving Wilayah Kawasan Perdesaan Kecamatan Wangi Wangi 


Bumdesma Kanturu adalah salah satu Bumdesma yang ada di Kawasan perdesaan Waelumu Raya yang menjadi sasaran kunjungan Bapak Budi Arie Setiadi, selain bangunan gedung Bumdesma di kawasan ini juga ada bantuan peralatan selam sebanyak 10 unit yang dikelola oleh BUMDESMA Kanturu. Setelah meninjau dan melakukan diskusi dengan pengurus Bumdesma serta para kepala desa di wilayah kawasan tersebut Wamendes Budi Arie Setiadi bersama istri melakukan penyelaman di spot yang ada disekitar kawasan yang dipandu oleh guide dari Bumdesma Kanturu.

Andi Liburang bersama Budi Arie Setiadi

Andi Liburang, ST Koordinator Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Wakatobi yang mengikuti kunjungan Wamen Desa PDTT Budi Arie Setiadi di 2 kawasan perdesaan yang ada mengatakan, “dalam peresmian semua fasilitas infrastruktur dan sarana prasarana yang ada di Kawasan Pulau Kapota,  Wamen Desa PDTT cukup puas terutama dalam pelaksanaan infrastruktur penunjang kebutuhan masyarakat kawasan perdesaan dan juga beliau menekankan pada pemanfaatannya  serta pemeliharaan Infrastruktur yang sudah  dibangun, “katanya.

Sementara itu untuk Bumdesma Kanturu yang ada di kawasan perdesaan wilayah Waelumu Raya Wamen Desa PDTT, Bapak Budi Arie Setiadi  menekankan pada manajemen pemanfaatan dan promosi Bumdesmanya serta pemenuhan kebutuhan peningkatan infrastruktur Bumdesma baik dari Kapal snorkling dan peningkatan kapasitas dan kapabilitas pengurus Bumdesmanya agar dapat dikelola dengan baik sehingga memberikan manfaat secara sosial dan ekonomi bagi pengembangan kawasan perdesaan yang ada, “pungkasnya.

 

Dalam kunjungan ke wilayah kawasan perdesaan Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi dan rombongan selalu didampingi atau ikut bersama Pjs Bupati Wakatobi, Drs. H. Aslaman Sadik, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat  Desa H. La Ode Husnan, M. Si, Pendamping Kawasan Perdesaan dan Tenaga Pendamping Profesional P3MD Kabupaten Wakatobi.


Reportase    :   Andi Liburang ( TA - ID)
Editor           :  Jumie

Sabtu, 21 November 2020

BUDI ARIE SETIADI , Tidak Ada Desa Sangat Tertinggal Di Wakatobi

 



WAKATOBI - WakatobiChannel - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi mengatakan, pembangunan desa-desa dalam lima tahun terakhir telah berhasil mengentaskan desa sangat tertinggal di Kabupaten Wakatobi.

Selain itu, jumlah desa tertinggal di Kabupaten Wakatobi juga mengalami penurunan yang cukup signifikan.

"Setidaknya desa sangat tertinggal sudah tidak ada. Desa tertinggal memang masih ada, tapi dalam tempo sesingkat-singkatnya kita upayakan agar bagaimana desa tertinggal tidak ada lagi," ujarnya pada Sarasehan Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat (20/11/2020).

Adapun capaian pembangunan desa merujuk pada data Pemerintah Kabupaten Wakatobi, diantaranya, pengentasan desa sangat tertinggal yang pada tahun 2018 sebanyak 6 desa menjadi nol pada tahun 2020; pengentasan desa tertinggal yang pada tahun 2018 sebanyak 52 desa menjadi 9 desa pada tahun 2020.

Selanjutnya, peningkatan desa berkembang pada tahun 2018 sebanyak 16 desa menjadi 60 desa pada tahun 2020; dan peningkatan desa maju yang pada tahun 2018 berjumlah nol menjadi 6 desa pada tahun 2020.



Menurut Budi Arie, Kabupaten Wakatobi memiliki potensi yang sangat luar biasa. Ia menegaskan bahwa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) akan terus mendorong pengembangan wisata maritim di Wakatobi.

"Kita dukung wisata maritim di Wakatobi khususnya diving, sebagai potensi utama Wakatobi untuk terus berkembang," tegasnya.

Di samping itu, ia mengingatkan bahwa pembangunan wisata maritim di Wakatobi juga harus dibarengi dengan peningkatan digitalisasi di desa-desa. Menurutnya, digitalisasi menjadi sebuah keharusan untuk memastikan desa-desa memiliki daya saing.

"Kalau mau menjadi Kabupaten Maritim, mampu bersaing, digitalisasi harus dan wajib direalisasikan di Wakatobi. Ke depan tidak bisa lagi mengelak dengan digitalisasi. Desa harus siap," ujarnya.

Dalam kunjungannya tersebut, Budi Arie juga menyerahkan bantuan berbagai sarana pendukung pengembangan ekonomi kawasan perdesaan di Kabupaten Wakatobi. Beberapa bantuan tersebut di antaranya: bantuan pembangunan air bersih (UF PUMP dan RO); kapal tangkap ikan 10 GT; pembangunan dive center dan restoran panggung.

Selanjutnya, bantuan pembangunan gerai kerajinan dan alat tenun bukan mesin; pembangunan pasar kawasan; pengembangan sarana prasarana BUMDes Bersama dan UBK; jalan antar desa dan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya.

Di sisi lain, Plt. Bupati Wakatobi Aslaman Sadiq mengatakan, pembangunan desa-desa di Wakatobi juga tidak lepas dari kontribusi dana desa. Menurutnya, anggaran dana desa di Kabupaten Wakatobi mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Pada tahun 2015 dana desa Kabupaten Wakatobi sebesar Rp31.225.856.000, meningkat menjadi Rp66.967.198.000 pada tahun 2020.

"Dana desa yang diperoleh Wakatobi dalam kurun waktu lima tahun meningkat sebesar 57 persen," ujarnya.

Foto: Wening/Humas Kemendes PDTT
Teks: Novri/Humas Kemendes PDTT

TPP Wakatobi Menyambut Wamen Desa PDTT, Budi Arie Setiadi Di Bandara Matahora

 

Wamen Desa PDTT, Budi Arie Setiadi Dijemput Tenaga Pendamping Profesional
P3MD (TPP) Wakatobi Di Bandara Matahora Wakatobi ( 20/11/2020)
 


WANGIWANGI, WakatobiChannel  - Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi  Bapak Budi Arie Setiadi mengunjungi Wakatobi.  Pesawat yang ditumpangi Wamen dan rombongan mendarat sekitar pukul 11.35 WITA di Bandara Udara Matahora Wakatobi,  Wamendes PDTT dan rombongan Kemendes ini langsung disambut oleh Pjs Bupati Wakatobi Drs. H. Aslaman Sadik bersama seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Wakatobi yang diawali dengan tarian daerah khas Wakatobi.

Setelah dilakukan penyambutan di Bandara Udara Matahora secara resmi oleh Pemerintah Daerah, menariknya nampak didepan pintu kedatangan Bandara sejumlah Tenaga Pendamping Profesional Program Pemberdayaan Dan Pembangunan Masyarakat Desa (TPP P3MD) Kabupaten Wakatobi turut menyambut kehadiran orang nomor 2 di Kementerian Desa PDTT ini. Selain itu turut pula disambut oleh PROJO Sultra.

Selanjutnya Wakil Menteri Desa PDTT menuju Patuno Resort untuk melanjutkan agenda selanjutnya diantaranya mengikuti Sarasehan di Dasita Resort.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Wakatobi H. La Ode Husnan, M.Si mengatakan, “ agenda hari ini adalah mengikuti Sarasehan di Dasita Resort, besok (Sabtu 21/11/2020) agendanya adalah mengunjungi Pulau Kapota untuk menyerahkan dan meresmikan bantuan-bantuan dari Kementerian Desa PDTT melalui Pengembangan Kawasan Perdesaaan diantaranya Pasar Lokal Pulau Kapota, PLTS Dan Gerai Kerajinan Desa yang ada di wilayah Kawasan Perdesaan Pulau Kapota. Selanjutnya Bapak Budi Arie Setiadi akan meresmikan Bangunan Gedung Badan Usaha Bersama Milik Desa Bersama (BUMDESMA) KANTURU yang ada di Kawasan Waha Raya tepatnya di Desa Koroe Onowa, “jelasnya.

La Ode Husnan, M.Si juga menambahkan, selain mengunjungi lokasi-lokasi dimana bantuan dari Kemendesa PDTT,  Wamen juga akan melakukan diving dibeberapa spot yang ada di Pulau Wangi-Wangi untuk menikmati keindahan alam bawah laut Wakatobi yang menurutnya sudah sangat terkenal bukan hanya di Indonesia tetapi juga ke mancanegara.

Dalam kunjungannya ke Wakatobi ini Wakil Menteri Desa PDTT Bapak Budi Arie Setiadi sehari sebelumnya sudah didahului oleh beberapa orang dari Kementerian Desa Bagian Protokol Kemendesa, Humas Kemendesa, Pengawal dan staf dari Kemendesa PDTT, “pungkasnya.

 

 

 

 

 


Wamen Desa PDTT, Budi Arie Setiadi Menjadi Narasumber Sarasehan Pengembangan Prukades Di Wakatobi

Wamen Desa PDTT, Budi Arie Setiadi Dalam Acara Sarasehan Pengembangan Prukades
Di Kabupaten Wakatobi (20/11/2020)

 


WANGIWANGI, WakatobiChannel   Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi  Bapak Budi Arie Setiadi mengikuti acara Sarasehan dengan tema  “Pengembangan Prukades Dalam Pembangunan Desa Dan Kawasan Perdesaan Kabupaten Wakatobi” yang dilaksanakan di Dasita Resort Wakatobi.  Acara Sarasehan ini dimulai pukul 14.30 Wita ini dibuka secara resmi oleh Pjs Bupati Wakatobi, Drs. H. Aslaman Sadik.

Dalam sambutannya Drs. H. Aslaman Sadik menyampaikan progress pembangunan desa yang ada di Wakatobi sejak digulirkannya Dana Desa pada tahun 2015, bahwa Dana Desa di Kabupaten Wakatobi terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, begitu juga dengan perkembangan status desa yang ada.

Jika sebelum adanya Dana Desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat, di Kabupaten Wakatobi masih banyak desa dengan status sangat tertinggal  dan tertinggal, untuk desa berkembang saja baru beberapa desa. Tetapi dalam 2 tahun terakhir ini status desa di Kabupaten Wakatobi terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan yaitu dengan adanya 6 desa dengan status Desa Maju berdasarkan hasil penilaian Indeks Desa Membangun Tahun 2020.

Sementara itu Kepala Bappeda Wakatobi La Tarima, S.S.MM dalam paparan materinya disebutkan bahwa sampai sekarang ada 2 kawasan yang ada di Kabupaten Wakatobi yaitu Kawasan Waelumu Raya meliputi Desa Sombu, Desa Wapia Pia, Desa Waha dan Desa Koroe Onowa sedangkan Kawasan Pulau Kapota terdiri dari Desa Kapota, Kapota Utara, Kabita, Kabita Togo dan Desa Wisata Kolo. Kepala Bappeda juga meminta kepada Wakil Menteri Desa PDTT untuk pengembangan kawasan ini diperluas ke pulau lain yang ada di Wakatobi yaitu di Pulau Kaledupa, Tomia dan Binongko sehingga kedepan perkembangan desa dan kawasan perdesaan akan lebih baik lagi jika didukung oleh stimulun dari Kementerian Desa PDTT.  Beliau juga memaparkan konsep  dan strategi serta pencapaian dalam program pengembangan desa dan kawasan perdesaan.


Penyerahan Aset Kemendesa PDTT Kepada Pemerintah Daerah Wakatobi 


Di tempat yang sama Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Bapak Budi Arie Setiadi memaparkan bahwa, "Wakatobi ini sudah sangat terkenal bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia internasional, sehingga ini adalah menjadi modal utama bagi Pemerintah Daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata. Harapan kita kedepan dengan dukungan semua pihak di Kabupaten Wakatobi akan kita temukan banyak kuliner, tempat cinderamata dan lain-lain yang mencirikan sebagai daerah wisata. Kementerian Desa akan mendukung penuh untuk akselerasi kemajuan pembangunan Wakatobi. Dan ini harus ada keinginan, motivasi dan partisipasi wargaya untuk maju, itu menjadi syarat penting untuk kemajuan wakatobi. Saya optimis melihat ditengah kondisi pandemic covid19 ada keinginan optimisme, semangat dan gairah untuk maju dan itulah modal untuk kemajuan Wakatobi dimasa-masa yang akan datang, "papar Wamendesa

Wamen juga sekaligus mencanangkan dan mengukuhkan Badan Usaha Milik Desa Bersama  Kambode Kawasan Pedesaan  Pulau Kapota Kecamatan Wangi-Wangi Selatan dan Badan Usaha Milik Desa Bersama Kanturu Kawasan Perdesaan Waelumu Raya Kecamatan Wangi-Wangi  serta penyerahan aset Kementerian Desa kepada pemerintah daerah yang diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Desa Bapak Budi Arie Setiadi kepada Kepala Dinas P3APMD Wakatobi Bapak H. La Ode Husnan, M.Si, acara dilanjutkan dengan foto bersama dengan Pengurus Bumdesma, para kepala desa dan Pendamping Kawasan Perdesaan dan Tenaga Ahli P3MD Wakatobi.  (Jumie)

 


Kamis, 19 November 2020

Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi Besok Berkunjung Ke Wakatobi

 




WANGIWANGI,  WakatobiChannel  -  Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Bapak  Budi Arie Setiadi  dijadwalkan akan berkunjung ke Kabupaten Wakatobi pada tanggal 20 – 22 November 2020. Dalam kunjungannya sesuai jadwal tentative yang ada akan menyerahkan sekaligus meresmikan beberapa bantuan Kemendesa PDTT melalui Program Pengembangan Kawasan Pedesaan  yang ada di Kabupaten Wakatobi.

Salah satu lokasi yang akan dikunjungi oleh Bapak wakil Menteri Desa PDTT adalah Kantor Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) KANTURU yang ada di Desa Koroe Onowa, BUMDESMA ini dimiliki oleh empat desa yaitu Desa Sombu, Desa Wapia Pia, Desa Waha dan  Desa Koroe Onowa Kecamatan Wangi Wangi.


H. La Ode Husnan, M.Si Saat Meninjau Kantor Bumdesma KANTURU
Salah Satu Bantuan Kemendesa PDTT Di Desa Koroe Onowa


Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, H. La Ode Husnan, M.Si mengatakan, “ sesuai rundown yang ada Wakil Menteri Desa PDTT akan melakukan kunjungan ke Bumdesma Kanturu yang ada di Desa Koroe Onowa Kecamatan Wangi-Wangi untuk menyerahkan dan meresmikan Bantuan Bangunan yang ada, dimana bantuan gedung untuk Bumdesma Kanturu ini sudah dibangun tahun 2018, kata Kadis saat meninjau Kantor BUMDESMA KANTURU.

Beliau juga menambahkan, selain ke Bumdesma KANTURU, Pak  Wakil Menteri Desa juga akan mengunjungi Pulau Kapota untuk meninjau Pasar Desa bantuan Kementerian Desa melalui program pengembangan kawasan perdesaan.

Koordinator TPP P3MD Kabupaten Wakatobi, Andi Liburang, ST  mengatakan, “ dalam kunjungan Wakil Menteri Desa PDTT ini kami sudah menghimbau kepada semua Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Wakatobi untuk bersama-sama melakukan penjemputan di Bandara Matahora Wakatobi pada hari Jumat pukul 10.00 Wita, "katanya. (Jumie 19/11/2020)


Oihu, Desa Pertama Yang Salurkan BLT DD Periode Bulan Desember 2020

 

La Roni, Kepala Desa Oihu Kec Togo Binongko menyalurkan BLT DD
Periode November Desember di dampingi PLD, Babinsa dan Bhabikamtibmas Oihu (19/11/2020)


BINONGKO,  WakatobiChannel  -  Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi  Nomor 14 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 yang difokuskan pada penambahan atau perpanjangan periode Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) sampai dengan Bulan  Desember.  

Desa Oihu Kecamatan Togo Binongko adalah salah satu desa yang berada di ujung tenggara Sulawesi Tenggara, hari ini menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) periode Oktober dan Desember kepada 44 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

La Roni - Kepala Desa Oihu

La Roni Kepala Desa Oihu mengatakan, “Pemerintah Desa Oihu  hari ini telah  menyalurkan BLT DD kepada 44 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk bulan  November dan Desember 2020 yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Oihu dan turut serta dihadiri oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Babinkamtibmas dan Pendamping Lokal Desa (PLD) untuk Bulan November – Desember 2020, “katanya.

Beliau juga menambahkan, “BLT DD kami salurkan sampai Desember agar dapat meringankan beban masyarakat ditengah pandemic covi19 ini, karena menurut amatan saya dimusim pandemic ini daya beli masyarakat rendah atau berkurang karena semua aktivitas  tidak berjalan normal seperti biasanya sehingga perputaran ekonomi di desa juga berjalan tidak baik, sehingga mudah-mudahan dengan disalurkannya sampai Desember ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup sehari-harinya. Karena kami juga sudah memberikan perhatian khusus bahwa BLT DD yang diterima ini adalah difokuskan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, bukan untuk memenuhi kebutuhan lain seperti belanja elektronik atau belanja pakaian, “tambah La Roni.


Dedi - PLD Oihu

Sementara itu Dedi Pendamping Lokal Desa (PLD) mengatakan, “sebagai pendamping yang selalu bersama-sama pemerintah desa mengawal semua proses kegiatan di desa termasuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) hari ini sangat mengapresiasi langkah cepat yang diambil Pemerintah Desa Oihu yang telah menyalurkan BLT DD sampai Desember karena itu adalah salah satu bentuk kepedulian Kepala Desa terhadap masyarakatnya, kami juga berharap agar BLT DD ini dapat membantu meringankan beban masyarakat Desa Oihu di musim pandemic covid19 ini, “katanya.

Dedi menambahkan bahwa kami juga saat ini sedang memfasiltasi desa dalam penyusunan perencanaan desa untuk tahun anggaran 2021 dengan mengacu pada SDG's Desa terutama fokus pada kegiatan pemulihan ekonomi masyarakat desa dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada dengan maksimal.



Penulis :  Dedi ( PLD Oihu - Togo Binongko)

Editor    : Jumie

 

 


Selasa, 17 November 2020

Desa Patua 2 Kecamatan Tomia Salur BLT DD Untuk 2 Bulan ( Oktober - November )

 




TOMIA, WakatobiChannel  -  Pemerintah Desa Patua II Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi hari ini (17/11/2020) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk periode Oktober – November kepada 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran BLT DD ini dilaksanakan sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi  Nomor 14 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 yang difokuskan pada perubahan tentang penambahan alokasi anggaran untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) sampai dengan Bulan Oktober- Desember 2020 serta Peraturan Menteri Keuangan Tahun 2020.

La Basri, Kepala Desa Patua 2 menyalurkan BLT DD Periode Oktober - November 

La Basri mengatakan, “Pemerintah Desa Patua II hari ini menyalurkan BLT DD kepada 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk bulan Oktober dan November 2020 yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Patua II dan turut serta dihadiri oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Untuk Bulan Oktober – Desember 2020 kami masih cukup anggaran dan sudah kami siapkan dana untuk BLT DD dengan melakukan refocusing kegiatan-kegiatan lain yang sudah diprogramkan sebelumnya, “katanya.

Kepala Desa La Basri menambahkan, “untuk penyaluran BLT DD periode Bulan Oktober – Desember 2020  kami ada penambahan jumlah Keluarga Penerima Manfaat sebanyak 2 Kepala Keluarga sehingga sekarang berjumlah 20 KPM dari sebelumnya hanya 18 KPM, penambahan ini telah dimusyawarahkan secara khusus bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), “kata Kepala Desa muda ini.  

Sementara itu Alifuddin Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Patua II menjelaskan, “ jika sebelumnya penerima BLT DD di Desa Patua II ini hanya 18 KPM maka untuk periode Oktober – Desember 2020 ini ada penambahan, hal ini disebabkan karena adanya warga desa kami yang baru tiba dari rantau dan ada yang baru berkeluarga sehingga menurut kami itu harus dapat BLT DD sehingga kami kembali melakukan musyawarah desa khusus terkait penambahan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini, “jelasnya.

 

Penulis :  Jumiadin

Editor    : Jumie

 

 


WISATA

Camat Tomia Apresiasi Prestasi Desa Waitii Barat

  Camat Tomia Mendampingi Wakil Bupati Wakatobi dan Kepala Dinas PMD Wakatobi  Meninjau Kesiapan Desa Dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Sula...